Devotion
(Kesetiaan)
Oleh David Yonggi Cho
Berkali-kali saya menyadari para hamba Tuhan jatuh dalam waktu singkat. Saya sangat
sedih ketika mendengar hal ini. Mengapa mereka jatuh sia-sia? Alasannya terletak
pada masalah mendasar yang ada dalam kehidupan mereka atau dalam sikap mereka terhadap
hidup ini. Ketika mereka menyatakan untuk melayani Tuhan, mereka secara sadar atau
tidak sadar telah menjalani kehidupan yang berpusat pada diri sendiri.
Semua orang menjalani dan merencanakan kehidupan mereka berdasarkan tujuan individual
mereka dalam hidup. Sementara ada yang memiliki tujuan hidup yang terpusat sepenuhnya
pada diri mereka sendiri, ada pula yang memusatkan tujuan mereka untuk orang lain.
Mengapa anda berpikir bahwa kerajaan sorga ada untuk selamanya? Itu karena tujuan
dari keberadaan Allah Tritunggal tidak egois, melainkan altruistic (tidak mementingkan
kepentingan sendiri). Allah Bapa memberikan segalanya kepada AnakNya Yesus Kristus,
seperti Sang Anak juga memberikan segalanya kepada Bapa. Kemudian Bapa dan Anak
memberikan segalanya kepada manusia melalui Roh Kudus. Tuhan menyediakan segala
sesuatunya bagi mereka yang telah diselamatkan, dan mereka yang telah diselamatkan
harus memberikan segalanya kepada Dia sebagai balasannya.
Namun, dunia Setan merupakan kebalikannya. Tujuan dari keberadaan Setan adalah untuk
dirinya sendiri dan hanya dirinya sendiri. Setan bekerja dan berusaha hanya untuk
kesenangan dan kepuasannya sendiri, sambil meninggalkan perpecahan dan disintegrasi di
belakangnya.
Ada banyak hamba Tuhan yang rindu memiliki pelayanan yang sukses. Mereka mempelajari
Alkitab dengan rajin dan pergi ke Bukit Doa untuk berdoa. Namun di antara mereka saya
melihat ada yang jatuh dan dihancurkan. Penyebabnya terletak pada tujuan mereka dalam
meningkatkan kemampuan mereka untuk memiliki pelayanan yang sukses. Dengan kata lain,
mereka meminta Tuhan agar memampukan mereka untuk memiliki pelayanan yang sukses yang
bertujuan untuk kemuliaan diri mereka sendiri. Tuhan tidak menyukai pendeta yang
memiliki motivasi yang berpusat pada diri sendiri. Meskipun mereka mungkin telah
memulainya dengan tujuan yang baik, seperti meningkatkan dan membangun diri mereka,
namun jika motivasi pelayanan mereka berpusat pada diri sendiri, maka hal ini akan
mengakibatkan kejatuhan diri mereka sendiri.
Apakah bedanya antara Laut Galilea dan Laut Mati? Kedua-duanya bermuara di Sungai
Yordan. Laut Galilea mengalirkan airnya ke cabang-cabangnya dan sungai-sungai,
sedangkan Laut Mati tidak. Akibatnya, sementara ikan bertambah banyak di Laut
Galilea, Laut Mati malah mengandung air dengan konsentrasi garam yang tinggi yang
menyebabkan kematian bagi semua ikan.
Sebagai hamba Tuhan, kita tidak boleh menjalani kehidupan yang berpusat pada diri kita
sendiri, namun kita harus hidup bagi orang lain sambil berdoa, �Bagaimana agar lebih
banyak jiwa yang diselamatkan? Bagaimana saya bisa membantu orang lain agar dipenuhi
oleh Roh Kudus? Bagaimana saya bisa membantu orang lain agar menerima kesembuhan
ilahi? Bagaimana saya bisa membantu orang lain agar menjadi orang Kristen yang lebih
kuat dengan iman yang besar?
Para hamba Tuhan yang menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini akan terus berkarya di
dalam pelayanan mereka, dan mereka tidak akan merasa lelah bahkan ketika mereka
menghabiskan banyak energi fisik.
Kesuksesan dan kegagalan suatu pelayanan tergantung pada motivasi sang pendeta
terhadap pelayanannya. Pendeta yang memandang dirinya dan kagum akan kekudusan dan
kebesaran dirinya sendiri akan jatuh dengan cepat.
Tetapi apabila seorang pendeta menawarkan dirinya sebagai alat bagi Tuhan untuk
membantu domba-domba tersesat yang sakit, berdosa dan dalam keputusasaan, dan membawa
mereka ke jalan kebenaran, maka Tuhan akan terus memakainya sebagai hambaNya. Tidak
peduli kita memiliki kekuatan jasmani dan rohani yang kuat atau tidak, jika kita setia
kepada Tuhan dan melakukan yang terbaik, kita akan menjadi alatNya yang berharga. Di
dalam Alkitab kita dapat melihat Yesus selalu bekerja untuk orang lain.
Kita tidak boleh memalingkan mata kita kepada diri kita sendiri. Apabila kita menjadi
berpusat pada diri kita sendiri dan mulai berpikir, �Saya harus lebih suci daripada
pendeta itu, saya harus lebih besar,� maka kita akan segera jatuh. Tetapi apabila
orang lain menjadi tujuan hidup kita, maka kita menjadi alat melalui kuasa Roh Kudus,
dan kita tidak akan pernah kehilangan kekuatan.
Jika ada yang berpikir, �Haruskah saya terus berlari di lintasan kehidupan yang
seperti ini?� maka orang tersebut perlu mengubah sikapnya. Kita harus memiliki tujuan
hidup agar dapat menjadi alat bagi Tuhan untuk menuntun orang-orang yang belum
percaya, orang-orang sakit, dan orang-orang yang putus asa ke jalan yang menuju berkat
Tuhan.
Selain itu, kita tidak boleh memikirkan tentang apa yang telah kita capai ataupun
menanyakan apakah kita telah berhasil atau gagal.
Satu-satunya pertanyaan yang perlu kita gumulkan adalah �Bagaimana agar saya bisa
membawa lebih banyak jiwa kepada Kristus dan menyatakan kuasa Tuhan kepada mereka?�
Kemudian apabila kita terus melakukan yang terbaik, maka gereja kita akan bertumbuh
dan iman para jemaat kita akan bertambah pula. Ini merupakan cara untuk membawa
kegembiraan dan kebahagiaan kepada Tuhan, dan sebagai balasannya kita akan menerima
kegembiraan dan kebahagiaan yang sama.
Apabila Tuhan membuka pintu, siapa yang dapat menutupnya? Ini merupakan kunci menuju
pelayanan yang berhasil dan ini merupakan cara untuk membawa kebaikan bagi diri kita
sendiri dan jemaat.
Kita tidak boleh melihat ketaatan dan pekerjaan kita bagi Tuhan sebagai suatu
kewajiban yang kita lakukan dengan terpaksa. Sikap seperti itu akan membawa kita pada
kegagalan. Kita harus menghindari perangkap tersebut dan memberikan diri kita patuh
untuk melayani Tuhan dan bekerja bagi orang lain. Semakin kita melupakan diri kita,
semakin Tuhan mengingat kita dan memperhatikan kita. Ketika kita dipenuhi dengan
pikiran kita sendiri, maka Tuhan akan berbalik dari kita dan tidak akan memperhatikan
kita.
Yesus memberitahukan kepada semua hamba Tuhan, �Barangsiapa mempertahankan nyawanya,
ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan
memperolehnya.� (Matius 10:39)
Apabila kita setia kepada kerajaanNya dan kebenaranNya, kita akan menerima kehidupan
kekal dan pujian dari Tuhan sebagai balasannya. Jangan pernah melupakan hal penting
ini.
Catatan :
Bagi yang suka berita politik, silahkan bergabung di [EMAIL PROTECTED]
Ev.Bambang Wiyono
0812 327 3886
---------------------------------
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/