Salam, Salam kenal Bang Satrio,
Sepeti yang sama-sama kita saksikan di layar TV Indonesia belakangan ini, dalam setiap debat Capres memang AR lebih sering tampil tanpa ada yang berani menyainginya. Ini mencerminkan bagaimana AR memang sudah benar-benar siap untuk menduduki posisi RI 1 tersebut. Jika beberapa pekan yang lewat AR berani mengambil sikap dengan menandatangi kontrak politik dengan mahasiswa di kampus UI, kemudian juga debat AR dengan Wiranto (WR) yang kalo tak salah di TV7 juga membuat WR mati kutu akibat kelihaian AR dalam berdebat dg para pesaingnya. Dalam menyikapi masalah pendidikan gratis yang memang sudah diharakan dengan sangat oleh mayoritas bangsa Indonesia, AR memang kelihatan gesit dalam mengolah kata sehingga jawaban AR dengan membumihanguskan korupsi dari tanah Indonesia, maka niscaya dana yang selama ini digunakan oleh Suharto, Habibie, Gusdur hingga Megawati untuk berkorupsi ria dengan para dedengkotnya itu bisa dialihkan untuk kemaslahatan pendidikan kita. Ada satu hal yang selama ini sangat saya sayangkan sekali, terutama kelompok ibu-ibu genit yang memberikan dukungannya kepada SBY karena alasan SBY itu orgnya tampan. Dengan Hamzah Haz (HH) jelas-jelas ibu ini menolaknya, karena menurut kayakinan mereka bila HH ini nantinya menjadi Presiden, mereka takut bila suami-suami mereka juga mengikuti jejak langkah HH yang suka mengoleksi isteri itu. Tak hanya itu, sebagian kaum terpelajarpun ada yang memilih SBY karena memang penampilan SBY yang terhitung adem ayem kalem saja. Berbeda dg WR yang lebih beringas dan kelihatan lebih seram, galak dan menakutkan itu. Ini komentar adik-adik saya lho yang juga ikutan nonton setiap kampanye WR di TV itu... :) AR memang jarang terdengar yang mengomentari ttg dirinya yang miskin itu. Tapi saya sangat yakin sekali bila AR yang berjanji, 70% kata- katanya itu bisa dipercaya. Sebab dari kandidat presiden yang ada saat ini, hanya AR lah yang memiliki taring untuk membangkang terang- terangan di depan hidung Suharto. Sebenarnya masih ada yang lain yaitu kakekku Gusdur, tapi sayang beliau sudah terpelanting lebih awal sebelum pemilihan presiden itu dilaksanakan. Mengenai kunjungan anggota MPR/DPR keluar negeri itu memang patut untuk dikurangi. Sebab diatas kertas para anggota itu menuliskan bahwa kunjungan mereka itu adalah untuk study banding, sosialisasi dsb., tapi pada kenyataannya, mereka hanya jalan-jalan saja. Buktinya, bila mereka sudah mengadakan temu acara dengan masyarakat Indonesia di luar negeri, waktunya hanya lebih kurang 1 jam saja. Selebihnya? Wallahua'lam...... Wassalam, New Delhi, 19 Jun 2004 IzaM - --- In [EMAIL PROTECTED], Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dalam Debat Capres SBY/JK dan Amien/Siswono di Trans > TV beberapa waktu lalu, mereka ditanya oleh panelis > Lin Che Wei: "Anda mau bikin pendidikan murah/gratis, > fasilitas kesehatan, dsb... Semua itu butuh duit > (subsidi). Artinya, karena keuangan terbatas, harus > ada sektor lain yang dikorbankan atau dikurangi > anggarannya. Lalu sektor mana yang akan dipangkas?" > > SBY dan JK tidak bisa menjawab apa-apa. > Amien Rais menjawab: "Menurut Prof. Sumitro, korupsi > di Indonesia itu 30% dari anggaran. Maka jika kita > berantas korupsi, ada 30% itu yang bisa digunakan. > Selainn itu, kunjungan ke luar negeri oleh para > menteri dan pejabat dapat dikurangi, kecuali > betul-betul perlu." > > Satrio ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

