Salam, Bung Yustam,
Praktek cendikiawan ataupun ilmuan yang menikmati usahanya itu dan demi kepentingan sekelompok orang itulah yang disebut sebagai "Pelacur Intelektual". Dan di Indonesia, gejala yang semacam itu sudah berlangsung sekian lama, tapi selama ini hal yang semacama itu memang ditutup rapat. Sekarang praktek-praktek melacurkan intelektualitas itu sendiri sudah mulai terdengar nyaring. Apalagi adanya tuntutan untuk menjadi seorang "ternama" baik dari segi "isi kantong" dan "isi kepala". Tak heran, bila para pejabat yang kantongnya berisi membeli tulisan seorang intelektual guna dipublishkan. Dan seorang intelektual yang sedari awal sudah harus siap untuk hidup miskin rela "melacurkan" keilmuannya itu. Sayang memang, tapi itulah seninya kehidupan. Wassalam, IzaM - --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > wah ini kayak joke nya para ilmuwan, > > bahwa ilmuwan dan pelacur itu sebenarnya sama, > .... sudah enak dibayar lagi, > > artinya seorang ilmuwan meneliti merupakan kerja yang mengasyikkan dan > nikmat, > sedang perempuan yang melacur tentu menikmati pekerjaannya. > > jadi ilmuwan itu bukan mucikari, tapi pelacur > he ... 3x > > kalo nggak percaya tanya sama om Einstein deh .... > > salam > Yustam > > > > > ------Khairur Razi <[EMAIL PROTECTED]> > > > > Dear friends, > > Menarik ucapan Syafii Maarif ttg godaan politik bagi para cendekiawan. > soalnya skrg ini banyak kalangan intelektual muda yg lagi naik daun pada > jadi "mucikari" para politisi: ada yg jadi tim sukses capres tertentu; ada > juga yg jadi tukang buatin artikel tokoh2 tertentu yg namanya ingin tampil > di kolom2 opini media tanah air, dll. > > ttg kalangan intelektual muda tukang buatin artikel bapak2 pejabat/politisi > ini saya baru tau dari bisikan seorang diplomat kbri new delhi. bapak ini > menyebut mereka sebagai "pelacur intelektual". > > anyway, selamat menikmati hari yg panas ini (di india). di indo lagi hujan > nggak ya? > (razi, riau) > > > Cendekiawan, Godaan dan Pilihannya > > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0406/22/opini/1098294.htm > > KEMBALI terdengar peringatan yang bisa ditafsirkan sebagai melawan arus. > Peringatan itu dilontarkan oleh Prof Achmad Syafii Maarif, Ketua Umum PP > Muhammadiyah, di depan Rapat Koordinasi Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim > se-Indonesia di Semarang. > ............................................" ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

