http://www.kompas.com/kompas-cetak/0406/29/Politikhukum/1116601.htm
Selasa, 29 Juni 2004  
 

Nasionalisme Dibajak Elite Politik untuk Raih Kekuasaan 


Jakarta, Kompas - Nasionalisme atau faham kebangsaan Indonesia telah 
terlalu lama dibajak oleh rezim sekadar untuk meraih dan 
mempertahankan 
kekuasaan. Karena itu, pembicaraan mengenai nasionalisme dinilai 
usang dan 
ketinggalan zaman. Padahal, menggunungnya masalah bangsa yang 
berlarut-larut tidak terselesaikan dapat bersama-sama diatasi jika 
tumbuh 
nasionalisme yang mampu menggerakkan seluruh komponen dan lapisan 
masyarakat Indonesia.

Demikian dikemukakan Sultan Hamengku Buwono X dalam Seminar Nasional 
Masa 
Depan Kebangsaan Indonesia di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, 
Senin 
(28/6). "Nasionalisme telah lama dijadikan komoditas politik untuk 
melanggengkan kekuasaan yang korup dan otoriter," ujarnya.

Menurut dia, bangsa Indonesia harus belajar dari perjalanan sejarah 
terutama ketika mampu mengusir penjajah dan mewujudkan tujuan bersama 
untuk hidup merdeka dan mandiri. "Saat itu, ada perasaan senasib dan 
sepenanggungan sebagai orang tertindas dan terjajah. Nasionalisme 
kita 
tumbuh subur salah satunya karena kita melihat penjajah sebagai musuh 
bersama," jelas Hamengku Buwono.

Belajar dari pengalaman sejarah tersebut, nasionalisme seharusnya 
dapat 
tumbuh juga ketika saat ini kita bersama-sama menghadapi musuh 
bersama 
berupa korupsi, kebodohan, dan kemiskinan. "Kemakmuran harus kita 
jadikan 
tujuan bersama, nasionalisme dapat juga kita pakai untuk modernisasi. 
Tetapi sayang, nasionalisme masih diperalat untuk kekuasaan dan 
mempertahankannya," keluhnya.

Dalam sambutan seminar, Gubernur Lemhannas Ermaya Suryadinata 
mengungkapkan, pudarnya semangat kebangsaan merupakan tanda dari 
adanya 
persoalan berat yang bermuara pada nation building. Karena itu, 
menjadi 
mendesak upaya menumbuhkan nasionalisme. "Bukan nasionalisme sempit 
tetapi 
nasionalisme dalam arti luas untuk menjaga kontinuitas Indonesia 
sebagai 
sebuah bangsa di masa depan. Namun, semua itu tergantung pada sejauh 
mana 
kebesaran jiwa bangsa Indonesia menghadapi dirinya sebagai bangsa 
yang 
majemuk," ujarnya. (inu)
--- End forwarded message ---




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke