Menurut saya seorang cendekiawan yg partisan adl hal
yg  wajar, asalkan ia partisan kepada partai yg lurus
dan bersih. Ke-partisannya tsb bukan untuk menjilat
penguasa dan memperkaya diri sendiri & keluarga. 
Seorang cendekiawan yg partisan kepada partai/panguasa
harus melepaskan diri dari partai/penguasa ketika ia
tahu partai/penguasa tsb sudah tidak lurus dan bersih
lagi.  Jadi ia partisan thd partai/penguasa, dalam
rangka memberikan aura yang baik bagi partai dan
penguasa, setidak-tidaknya memberikan sedikit hawa
sejuk di dekat api yang panas. Seperti Punakawan yang
mengabdi kepada Pandawa atau seperti Togog yang
mengabdi kepada raja yang angkara.




--- Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Tidak ada yang salah, jika cendekiawan bersikap
> partisan dan memihak partai/capres tertentu. Bahkan
> terjun menjadi anggota parpol atau tim pemenangan
> capres. Namun, mereka tidak boleh menyebut diri lagi
> sebagai "cendekiawan independen."
> 
> Jadi, mereka kita kategorikan sebagai aktivis
> politik
> biasa. Sama dengan yang lain. Sah saja, kan? Jadi,
> kalau ada media massa yang mengutip mereka sebagai
> cendekiawan, yang bodoh ya wartawannya!!!
> 
> Jangan dikaitkan semata-mata dengan gaji dll. Karena
> esensinya bukan di situ. Di negeri berkembang, di
> mana
> SDM yang berkualitas sangat minim, para cendekiawan
> adalah SDM yang memenuhi syarat untuk direkrut di
> mana-mana. Jadi, daya tarik untuk "berperan" di
> parpol, legislatif, dll. memang besar.
> 
> Satrio
> 
> 
> 
> --- Mario <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Rekan2 milis,
> > 
> > Ada sesuatu yg agak sedikit mengganjal di hati
> saya.
> > Yaitu ttg 
> > cendekiawan yg bersikap partisan: mendukung partai
> > tertentu atau 
> > terjun ke dunia politik.
> > 
> > Konvensi umum selama ini, cendekiawan itu harus
> > netral. Dia harus 
> > jadi bapak bangsa, jadi mentor dunia nurani. Tapi
> di
> > sisi lain, 
> > mereka juga need to make a living. Yg dalam
> konteks
> > indonesia agak 
> > sulit kalau sekedar jadi dosen (dosen umumnya cuma
> > bergaji AS$ 
> > 100/bulan). Ini berbeda dg mereka yg di negara
> maju,
> > misalnya.
> > 
> > Menurut Anda2 di milis ini, apakah konvensi umum
> > agar intelektual 
> > harus tetap netral/non partisan itu masih
> realistik
> > pada era sekarang?
> > Saya tunggu komentarnya.
> > 
> > salam,
> > 
> > 
> 
> 
>               
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
> http://promotions.yahoo.com/new_mail 
> 



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke