http://www.indomedia.com/bpost/072004/23/opini/opini1.htm

Banjermasin Post
Jumat, 23 Juli 2004 01:44

Islam Dan Modernitas
Oleh :Nur Fitriyah

Satu hal yang secara empirik sering dapat diamati adalah yang menyangkut
sikap dan pandangan Barat terhadap Islam yang selalu look down dan
beranggapan bahwa Islam berasosiasi dengan keterbelakangan, ketidakmampuan
untuk menempatkan diri dalam kerangka kehidupan modern.
Bagi dunia Barat, Islam dikaitkan dengan bagaimana memakai jilbab (yang
menurut mereka adalah kuno), atau diskriminasi terhadap wanita dan segala
atribut lainnya yang sifatnya negatif. Tentu saja hal ini timbul karena
kekeliruan Barat yang selalu mencampuradukan antara perilaku agama sebagai
gejala sosiologi dan agama sebagai sebuah ajaran.

Apakah memang demikian? Apakah agama (Dien Islam ) tidak sesuai dengan
kehidupan modern seperti yang terdapat dalam masyarakat Barat? Atau di mana
posisi Islam dalam kehidupan modern yang cepat berubah?

Tulisan ini mencoba mengangkat persoalan di atas dengan memperbincangkan
terlebih dahulu, apakah yang dimaksud dengan modern? Apakah indikatornya?
Apakah Islam memiliki elemen yang disebut modern tersebut? Apakah yang
disebut modern?
Istilah modern berasal dari bahasa latin modo yang berarti just now atau
yang kini. Istilah modern seringkali dikaitkan dengan kehidupan yang
ditemukan dalam masyarakat Barat yang sudah mengalami industrialisasi dan
tingkat teknologi sangat maju.

Alex Inkeles dan David Smith dalam bukunya Becoming Modern memperlihatkan
beberapa indikator menyangkut apa yang disebut individu modern, yaitu:
1. Opennes to new experince. Individu modern harus mempunyai keterbukaan
terhadap hal yang sifatnya baru, namun bukan bentuk kelatahan.
2. The readiness for sosial change. Individu yang modern selalu siap
menerima perubahan sosial. Artinya, ia mau menerima kenyataan akan adanya
perubahan yang menyeluruh di dalam masyarakat.
3. The realism of the growth of opinion. Individu modern harus memiliki
kemampuan untuk peduli terhadap masalah yang timbul di sekitarnya dan mampu
menempatkan dirinya dalam kerangka posisi dan pemikiran orang lain yang
dikenal dengan istilah empati. Manusia modern juga bisa memberikan nilai
positif terhadap pendapat orang lain.
4. The need of information. Individu modern selalu 'haus' untuk terus
memperoleh dan mengikuti perkembangan keadaan sekitarnya. Oleh karena itu ia
selalu memiliki sejumlah informasi yang dianggap penting.
5. Oriented toward future and functuality. Individu modern selalu
berorientasi ke masa depan dengan melihat masa sekarang dan mengambil
pengalaman dari masa lampau. Di samping itu ia harus mau menghargai dan
memanfaatkan waktu dengan sebaiknya. Kesetiaan untuk menepati waktu dan
janji, merupakan suatu yang sangat melekat pada individu modern.
6. Efficacy. Artinya, individu modern percaya betul bahwa ia dan masyarakat
harus mampu mengontrol lingkungan sekitarnya, bukan sebaliknya.
7. Planning. Individu modern harus memiliki perencanaan yang jelas.
8. Calculability. Individu modern harus mempunyai keyakinan bahwa
lingkungannya harus dapat diperhitungkan.
9. The valuing of technical skill. Kemampuan teknis merupakan sesuatu yang
sangat bernilai bagi individu modern.
10. Aspiration, educational and accupational. Individu modern harus memiliki
aspirasi yang tinggi dan percaya, pendidikan merupakan kebutuhan sangat
mutlak dalam kehidupannya. Di samping itu, manusia modern harus percaya,
dalam memperoleh pekerjaan dan kedudukan bukan karena faktor yang sifatnya
tradisional tetapi berdasarkan prestasi dan nilai keilmuan yang dimilikinya.
11. Awarenessof and respect for the dignity of other. Individu modern harus
bisa menghargai pendapat orang lain, harus percaya bahwa orang lain
mempunyai kemuliaan dan kebajikan seperti yang dimilikinya, bukan melecehkan
atau meremehkan sesamanya.
12. Optimism. Manusia modern harus selalu bersikap optimis dan tidak cepat
menyerah terhadap keadaan dan tantangan yang dihadapinya.

Bagaimana dengan Islam?
Setelah kita memahami apa yang disebut sesuatu yang modern, maka akan timbul
pertanyaan dalam benak kita: bagaimanakah dengan Islam? Apakah Islam cocok
dengan nilai kehidupan modern? Apakah asosiasi Barat tentang Islam itu
benar?
Sudah tidak dapat disangkal lagi, apa yang kita kenal dan kita amati sebagai
nilai kehidupan modern sekarang jelas semuanya terkandung dalam Ajaran
Islam, karena Islam bukan ajaran yang berorientasi pada masa lampau tetapi
ajaran yang mampu mengantisipasi masa depan. Apa yang tidak diterima oleh
Islam adalah mengidentikkan sesuatu yang modern sebagai sesuatu yang berasal
dari Barat, karena modernisasi tidak sama dengan westernisasi.
Hubungan Islam dengan indikator kemodernan ditunjukkan oleh:
- Islam dan kerja keras. Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk
bermalas-malasan, hanya menerima keadaan, menyerah dan pasrah karena
semuanya sudah suratan Nya. Islam dengan tegas mengajarkan, manusia harus
mampu mengubah nasibnya karena dalam Alquran dinyatakan, Allah tidak akan
mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu sendiri tidak mau mengubah
nasibnya. Rasululah SAW dalam haditsnya mengatakan; Beribadahlah kamu
seolah-olah engkau akan mati besok, dan bekerjalah kamu seolah-olah engkau
akan hidup selamanya.
- Islam dan waktu. Punctualitas yang sering diidentikkan dengan nilai
kehidupan modern dengan tegas pula dinyatakan dalam Islam. Banyak sekali
ayat Alquran yang mengharuskan manusia menghargai waktu. Dalam Surat Al-Ashr
ditegaskan; Orang yang tidak menghargai waktu termasuk dalam golongan orang
yang merugi. Dalam hadits Nabi juga banyak menjelaskan tentang pentingnya
menghargai waktu seperti; "Pergunakanlah lima kesempatan sebelum datang lima
kesempitan".
- Islam dan Perencanaan. Islam juga mengharuskan umatnya untuk selalu
membuat perencanaan terhadap yang akan dilakukannya besok. Apabila telah
selesai dengan suatu pekerjaan maka kerjakanlah pekerjaan yang lain dengan
sungguh-sungguh (Al-Insyirah : 7)
- Islam dan expertise. Administrasi negara modern menyaratkan betapa
pentingnya kemampuan teknis dan keahlian atau expertise. Islam sejak Nabi
Muhammad SAW mengharuskan membentuk pemerintahan Islam pada waktu itu.
Pembagian tugas dilaksanakan dengan jelas sesuai keahlian masing-masing.
Seperti yang tersebut dalam hadits; Segala urusan hendaknya diserahkan
kepada ahlinya, dan apabila urusan itu diserahkan kepada yang bukan ahlinya
maka tunggulah masa kehancurannya.
- Islam dan pendidikan. Ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad dengan
tegas sekali menganjurkan, agar kita semua belajar, membaca dan menimba
ilmu. Bahkan hal itu dinyatakan dengan jelas pula oleh Nabi Muhammad SAW
dengan menganjurkan umatnya untuk selalu menuntut ilmu sekalipun ke negeri
Cina. Hal ini memperlihatkan pula betapa besarnya keterbukaan (openess)
dalam Islam karena belajar dari orang lain yang bukan Islam pun dapat
diterima, atau bukan sesuatu yang ditabukan. Nabi Muhammad juga mencanangkan
'wajib belajar seumur hidup' yang dinyatakan secara puitis dalam haditsnya;
Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga keliang lahat.
- Islam dan demokrasi. Kalau demokrasi di sini diartikan sebagai
keterbukaan, saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain, maka
jelas pula bahwa ajaran Islam mengandung makna dan nilai demokrasi yang
tinggi (Wa amruhum Syura bainahum). Islam sangat menganjurkan kepada umatnya
untuk menghargai segala perbedaan dan perbedaan itu dianggap sebagai suatu
rahmat. Islam juga menganjurkan kepada umatnya dalam menyelesaikan
permasalahan dengan cara berdiskusi (mujadalah) dan cara ini dianggap
sebagai paling baik.

Dengan demikian, antara Islam dan modernitas bukan sesuatu yang perlu
dipertentangkan. Atau bukan dua hal yang berlawanan satu sama lain, karena
Islam sendiri merupakan agama modern dan mengandung ajaran yang mampu
mengantisipasi kehidupan modern.
Pertanyaan sentral yang muncul dan perlu segera dipecahkan; Mengapa umat
Islam yang memiliki ajaran dan konsep Islam yang sebagus ini justru berada
dalam keadaan yang lemah dan terbelakang?
Mahasiswa D3 English For Business Unlam





Copyright � 2003 Banjarmasin Post




O P I N I

Islam Dan Modernitas


Tajuk: Perhatikan Bak AFI Yunior



Hotline



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke