http://www.suarapembaruan.com/News/2004/07/23/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY BHMN Bikin Perguruan Tinggi Berorientasi Keuntungan SEMARANG - Perguruan tinggi (PT) di Indonesia, baik negeri maupun swasta, telah terjebak menjadi berorientasi pada keuntungan (profit oriented) dan mulai meninggalkan kultur pendidikan. Perubahan orientasi yang mencolok itu dituding sebagai dampak perubahan status sejumlah PT, khususnya PTN, menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Pendapat itu dilontarkan anggota Komisi VI DPR, Muchtar Buchori, yang sebelumnya dikenal sebagai pengamat pendidikan, saat melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah anggota komisinya di Semarang, Kamis (22/7). ''Perubahan orientasi itu terjadi di PTS dan PTN yang sudah menjadi BHMN, sehingga biaya pendidikan yang ditanggung mahasiswa menjadi sangat mahal. Di lain pihak, banyak PT yang kemudian mengambil langkah menyewakan dan menjual aset-asetnya demi keuntungan dalam bentuk uang,'' tegas Buchori. Orientasi bisnis di perguruan tinggi itu, menurut anggota DPR dari Fraksi PDI-P ini, dikarenakan adanya salah kaprah pihak PT dalam menerjemahkan otonomi pendidikan. Otonomi yang seharusnya diterapkan di bidang akademik, justru bergeser ke otonomi manajerial. Akibatnya, orientasi pengelola PT mengejar keuntungan semata. ''Dalam menerapkan otonomi yang salah kaprah itu, akhirnya aspek akademik diabaikan. Seharusnya perguruan tinggi tidak boleh melupakan kultur akademik yakni mencari pengetahuan baru dan kebenaran secara terus-menerus. Tanpa kultur akademik, perguruan tinggi tidak akan hidup,'' tegas Buchori. Akibat penonjolan orientasi bisnis tersebut, Buchori menilai, bidang riset yang harusnya dikembangkan oleh PT menjadi tertinggal. Menurutnya, saat ini hanya sedikit sekali perguruan tinggi di Indonesia yang menggalakkan bidang riset. Kondisi itu sangat berbeda dengan yang terjadi RRC. Di negeri tirai bambu itu, ada PT yang mengembangkan riset tentang Islam sehingga mereka bisa membedakan Islam yang berkembang di Uzbekistan maupun yang di Afghanistan. Dia mengakui, buruknya riset di PT dalam negeri juga dipicu oleh anggaran pendidikan yang sangat minim, serta gaji dosen yang relatif masih rendah. ''Seharusnya anggaran pendidikan memang 20 persen dari APBN. Tetapi kita juga harus mengangsur utang yang jumlahnya 20 persen dari APBN. Dalam kasus ini, anggaran pendidikan yang akhirnya dikalahkan, karena lebih baik digunakan untuk membayar utang atau memenuhi anggaran yang lain,'' tukasnya. (142) Last modified: 23/7/04 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

