DARI SEBUAH PERCAKAPAN: KEINDONESIAAN DALAM PUSARAN
GLOBALISASI
Oleh Tangkisan Letug
Dalam sebuah acara diskusi tentang globalisasi,
seorang kawan bertanya, "Apakah globalisasi tidak
merupakan sebuah ideologi?" Dan seorang pembicara ahli
dalam kesempatan diskusi itu menjawab, "Bukan.
Globalisasi adalah sebuah fakta." Akan tetapi kawan
tadi belum puas, lalu melanjutkan pertanyaannya, "Maaf
Prof, akan tetapi saya baru mendengar istilah
globalisasi belumlah lama. Kalau itu merupakan fakta,
mengapa waktu saya masih kuliah dahulu tidak ada
istilah itu? Kalau sekarang banyak orang bicara
tentang globalisasi, bukankah sebenarnya itu sebuah
rekayasa canggih untuk mengangkat fakta menjadi
seakan-akan masuk dalam kerangka pikir globalisasi?
Kalau pengamatan saya benar, bukankah globalisasi lalu
tidak berbeda dari sebuah kerangka berpikir yang
dipasarkan?"
Diskusi sekitar istilah itu tidak berlanjut. Sang
pakar seperti diselamatkan oleh waktu. Tetapi,
pertanyaan kawan itu masih tetap kuat mengesan bagiku.
Globalisasi tidak bisa hanya direduksi pada sekedar
fakta keterikatan komunitas manusia sebagai warga
dunia. Globalisasi mesti memiliki mesin penggeraknya.
Tetapi siapa dan apa generator globalisasi itu? Mau
diarahkan kemana kita semua dalam arus globalisasi
itu?
Di sini, aku hanya ingin menunjuk suatu pola berpikir
saja. Jawaban atas pertanyaan itu biarlah dijawab
orang-orang yang mempunyai keahlian di bidang itu.
Sebagai orang biasa yang sekedar terkena arus itu, aku
lebih tertarik melihat pola pikir di situ.
Dalam globalisasi, tampaknya ada pola pikir begini:
"Kepentingan global itu selaras dengan kepentingan
lokal" Ambillah contoh perkara investasi. Kepentingan
kapital adalah mengeruk keuntungan lewat investasi.
Kapital bergerak terus mencari sumber-sumber yang bisa
menggelembungkan diri. Sementara itu, kepentingan
sebuah negara (lokal) untuk meningkatkan ekonomi dan
pembangunan membutuhkan modal. Maka, masuklah kapital
dalam sebuah transaksi yang disebut investasi.
Tetapi bukankah itu sebuah pola pikir pasar? Begitu
aku sendiri mencoba bertanya. Rupanya memang demikian
kenyataannya. Globalisasi, menurutku sekarang, adalah
sebuah ideologi pasar. Karena pasar, maka segala
sesuatunya akan sangat ditentukan oleh kekuatan modal.
Uang menjadi "batu penjuru" dalam pasar. Artinya,
tanpa kapital, sebuah negara yang masuk dalam "pusaran
globalisasi" hanya akan dianggap "negara pengemis"
yang mengganggu kepentingan global.
Ah, gambaran "pasar" itu jangan-jangan terlalu
mereduksi persoalan besar yang kompleks. Globalisasi
toh juga menyangkut "budaya". Lihat, bagaimana
pengaruh "American Idol" sudah merebak di penjuru
dunia dengan lahirnya berbagai macam "idol-idol" lain.
Lihat pula, bagaimana teknologi komunikasi begitu
"berkuasa" (powerful) menguasai opini publik, hingga
orang tidak tahu lagi apakah benar-benar bisa
membangun opininya sendiri. Lalu, kalau tidak
mengikuti arus opini dalam "pasar komunikasi", orang
akan cepat merasa "out of date" atau kedaluwarsa.
Jadi, globalisasi di sini tampak seperti mesin giling
yang berputar cepat sekali. Ia siap menggilas siapa
yang tidak bisa menyesuaikan diri.
Mampukah kita berdiri di luar pusaran itu? Mampukah
kita sebagai bangsa bermain di situ tanpa harus
menjadi hancur tergilas di pusaran itu?
Bagiku, itu sebuah pertanyaan mahaberat yang butuh
dikaji secara serius bila kita masih mau hidup
berbangga dengan keindonesiaan kita. Di situ topik
pendidikan keindonesiaan kita dan kebudayaan nasional
pantas difokus kembali. Untuk tidak terseret ke dalam
pusaran logika pasar ekonomi yang menciptakan
idol-idol sebagai kendaraannya, kerangka pikir
pendidikan dan budaya kita perlu terus dicari, digali
dan dihidupi.
24 Juli 2004
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/