CALON PRESIDEN DAN KEAJAIBAN PENDIDIKAN KITA

Oleh Tangkisan Letug

Fenomen seorang calon presiden yang mengikuti ujian
komprehensif sebuah sekolah tinggi menghenyakkan
kesadaran penulis. Sejak kapan di negeri ini seorang
pejabat dapat mengikuti pelajaran di sebuah sekolah
tinggi? Memangnya para pejabat negara kita itu
orang-orang pengangguran yang tidak punya pekerjaan?
Begitu mudahkah seorang pejabat mencari gelar? 

Kalau benar seorang capres yang mengikuti ujian
komprehensif itu telah mulai kuliahnya sejak tahun
2002 ketika ia masih menjadi pejabat publik. Kalau
penulis sendiri mempunyai jabatan publik, apalagi
jabatan menteri di negara besar Indonesia ini, sulit
dibayangkan bisa mengikuti kuliah atau bahkan
mengikuti ujian. Tetapi memang dasar negeri ajaib, eh
atau seorang yang ajaib?- ujian komprehensif pun
seakan menjadi pentas gratis pembentukan citra diri.

Kesadaran penulis terhenyak bukan karena sosok calon
presidennya, tetapi karena kenyataan bahwa sekolah
kita tidak lebih daripada tempat pameran pencarian
nama. Fakta seorang calon presiden ikut ujian
komprehensif bagi penulis tampak mempertegas kenyataan
begitu rendahnya sistem pendidikan kita sehingga
seorang pejabat yang super sibuk pun masih
diperbolehkan ikut ujian. Tentu pembelaan bisa
dikatakan demikin: Toh tidak ada hukum yang melarang
seorang pejabat sekolah!

Penulis sendiri mengenal sendiri beberapa pejabat yang
berhasil mengambil gelar Master dan doktoral ketika
mereka masih menjabat. Dan pada umumnya memang mereka
cerdas dan cerdik dalam mengejar gelar-gelar itu.
Cukup untuk sekedar menaikkan pangkat, meraup kenaikan
gaji. Tetapi jangan lupa, selain itu, juga untuk
menambah menterengnya nama di meja kantornya: Doktor
ini, Master ini, menjadi tambahan namanya. Kalau
ditanya cara bisa menyelesaikan sekolahnya? Jawaban
klasiknya: Kami mengikuti prosedur resmi kok. Tetapi
ada banyak hal yang tidak dikatakan untuk bisa meraih
gelar master dan doktor. 

Jadi, seorang pejabat yang bisa mengejar gelar memang
tergolong manusia ajaib di negeri ini. Karena begitu
banyaknya, maka, yang ajaib tidak hanya pejabat yang
bersangkutan, tetapi juga sekolah-sekolah yang
menerima para pejabat sebagai mahasiswa-mahasiswinya.
Begitulah, pendidikan kita lalu tidak lebih daripada
pendidikan orang-orang ajaib.

Tetapi keajaiban tukang sulap adalah sebuah penipuan.
Lalu, keajaiban para pejabat kita jangan-jangan tak
lebih daripada keajaiban tukang sulap juga. 

Pendidikan yang hanya menghasilkan tukang sulap hanya
akan melahirkan para pemimpin penipu rakyat. Lalu,
dengan gampang rakyat disandera untuk meraih kuasa.

Oh, pendidikan Indoensia, kemana kami sedang kau
bawa!?

27 Juli 2004


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke