Manakah yang lebih baik dari calon pemimpin yang mempersiapkan diri dengan menimba ilmu agar kepemimpinannya dapat membawa kesejahteraan bagi rakyatnya, dibandingkan dengan yang mengatakan, "Saya memang bodoh tapi saya bisa memilih orang-orang pintar sebagai menteri saya?".
Wah gimana nggak dikibuli Tuan presiden kalau begini caranya? Bagaimana aset-aset negara tidak di jual-jualin sama anak buahnya karena ketidaktahuan Tuan presiden. Salah seorang anak buahnya ketika lagi ramai-ramai jual-jualan BPPN pernah berkata (kira-kira), "Saya jual sebagian saham PT. (anu) kepada investor asing supaya KESANNYA modal asing sudah masuk ke Indonesia". Gimana nggak bangkrut negara ini kalau cara berfikirnya seperti itu. Masa aset-aset negara diobral murah sama SATU negara, negara yang selama ini senantiasa memberikan SUAKA POLITIK kepada koruptor-koruptor kita. Bisa-bisa negara kita dikuasai/dikendalikan Sang Pemberi Suaka Politik. Lain dengan Bapak Presiden SBY, beliau sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk memimpin negeri ini dengan menimba ilmu sebanyak-banyaknya, supaya kepemimpinannya bisa Sejahterakan Bangsa Yang besar ini. Supaya beliau tidak dikendalikan anak buahnya. Akan repot suatu bangsa kalau presidennya dikendalikan anak buahnya. Sejahteralah Bangsa Yang besar ini. --- Tangkisan Letug <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > CALON PRESIDEN DAN KEAJAIBAN PENDIDIKAN KITA > > Oleh Tangkisan Letug > > Fenomen seorang calon presiden yang mengikuti ujian > komprehensif sebuah sekolah tinggi menghenyakkan > kesadaran penulis. Sejak kapan di negeri ini seorang > pejabat dapat mengikuti pelajaran di sebuah sekolah > tinggi? Memangnya para pejabat negara kita itu > orang-orang pengangguran yang tidak punya pekerjaan? > Begitu mudahkah seorang pejabat mencari gelar? > > Kalau benar seorang capres yang mengikuti ujian > komprehensif itu telah mulai kuliahnya sejak tahun > 2002 ketika ia masih menjadi pejabat publik. Kalau > penulis sendiri mempunyai jabatan publik, apalagi > jabatan menteri di negara besar Indonesia ini, sulit > dibayangkan bisa mengikuti kuliah atau bahkan > mengikuti ujian. Tetapi memang dasar negeri ajaib, > eh > atau seorang yang ajaib?- ujian komprehensif pun > seakan menjadi pentas gratis pembentukan citra diri. > > Kesadaran penulis terhenyak bukan karena sosok calon > presidennya, tetapi karena kenyataan bahwa sekolah > kita tidak lebih daripada tempat pameran pencarian > nama. Fakta seorang calon presiden ikut ujian > komprehensif bagi penulis tampak mempertegas > kenyataan > begitu rendahnya sistem pendidikan kita sehingga > seorang pejabat yang super sibuk pun masih > diperbolehkan ikut ujian. Tentu pembelaan bisa > dikatakan demikin: Toh tidak ada hukum yang melarang > seorang pejabat sekolah! > > Penulis sendiri mengenal sendiri beberapa pejabat > yang > berhasil mengambil gelar Master dan doktoral ketika > mereka masih menjabat. Dan pada umumnya memang > mereka > cerdas dan cerdik dalam mengejar gelar-gelar itu. > Cukup untuk sekedar menaikkan pangkat, meraup > kenaikan > gaji. Tetapi jangan lupa, selain itu, juga untuk > menambah menterengnya nama di meja kantornya: Doktor > ini, Master ini, menjadi tambahan namanya. Kalau > ditanya cara bisa menyelesaikan sekolahnya? Jawaban > klasiknya: Kami mengikuti prosedur resmi kok. Tetapi > ada banyak hal yang tidak dikatakan untuk bisa > meraih > gelar master dan doktor. > > Jadi, seorang pejabat yang bisa mengejar gelar > memang > tergolong manusia ajaib di negeri ini. Karena begitu > banyaknya, maka, yang ajaib tidak hanya pejabat yang > bersangkutan, tetapi juga sekolah-sekolah yang > menerima para pejabat sebagai > mahasiswa-mahasiswinya. > Begitulah, pendidikan kita lalu tidak lebih daripada > pendidikan orang-orang ajaib. > > Tetapi keajaiban tukang sulap adalah sebuah > penipuan. > Lalu, keajaiban para pejabat kita jangan-jangan tak > lebih daripada keajaiban tukang sulap juga. > > Pendidikan yang hanya menghasilkan tukang sulap > hanya > akan melahirkan para pemimpin penipu rakyat. Lalu, > dengan gampang rakyat disandera untuk meraih kuasa. > > Oh, pendidikan Indoensia, kemana kami sedang kau > bawa!? > > 27 Juli 2004 > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages! > http://promotions.yahoo.com/new_mail > __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers! http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

