Dear Bapak Kusni, Ketika sebagian anak bangsa ini menyatakan malu untuk menjadi seorang Indonesia, Bapak Kusni dkk di Paris malah bersuara lantang mengakui keindonesiaannya. Banyak hal yang perlu kami tiru dari sikap yang diperlihatkan oleh Bapak Kusni ini, terutama dalam mengankat citra positif Indonesia di mata dunia Internasional.
Sayangnya, pihak KBRI di Luar Negeri yang seharusnya bersuara lebih lantang untuk "meneriakkan" Indonesia, ternyata masih tertidur nyenyak dengan dollar-dollar yang diterimanya. Sungguh suatu bentuk pengkhianatan terhadap bangsa yang tiada tara bejatnya. Bapak Kusni, sebagai generasi muda, kami akan mengikuti jejak-jejak positif Bapak Kusni dkk. Meski selama ini kami hanya bisa mengenal Bapak Kusni dan Bapak Umar Said serta Bapak Ibrahim Isa melalui tulisan-tulisannya, tetapi itu sudah mengambarkan tentang "engkau- engkau" yang sebenarnya. Bila KBRI Paris, bisa memulai untuk memberikan teladan yang baik, kiranya para Dubes, diplomat dan pejabat-pejabat negara yang ada di forum ini, bisa mengikuti langkah serupa, tentunya dalam hal yang positif. Seperti yang pernah dipostingkan oleh seorang member di forum ini ttg KBRI India, kiranya kedua KBRI pantas untuk kita berikan ucapan terima kasih. Meskipun demikian, para pejabat di kedua KBRI ini jangan dulu berpuas hati. Tetapi anda-anda wahai para Dubes, diplomat dan pejabat-pejabat negara lainnya mesti tetap mawas diri dan terus introspeksi diri. Demikian, BK --- In [EMAIL PROTECTED], Budhisatwati KUSNI <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pengantar: > > Penyiaran ulang Laporan ini, saya lakukan dengan persetujuan Bung S.Soejoso. Saya mengucapkan terimakasih atas persetujuan yang telah diberikan oleh Bung S.Soejoso. > > JJK > > RestaurantINDONESIA SCOP FRATERNITE > > 12 rue de Vaugirard > > 75006 PARIS,PERANCIS > > TEL : 01 43 25 70 22 > > > > "MENEGASKAN MAKNA INDONESIA" > > > > [Laporan S.Soejoso Kepada Keluarga Besar Koperasi Restoran Indonesia, Paris, Perancis, 31 Juli 2004]. > > > > > > Teman-teman sekalian yang saya cintai, > > Puisi "MENEGASKAN MAKNA INDONESIA" karya Bung Emil yang tertera dibawah ini, telah dibacakan sebagai salah satu acara dalam Malam Perpisahan antara Masyarakat Indonesia dengan Duta Besar RI Adian Silalahi dan Dubes RI untuk UNESCO Bpk Bambang Suhendro, yang keduanya mengakhiri jabatannya di Paris. Malam perpisahan yang diselenggarakan pada hari Jumat malam (30/07/04) di KBRI itu, dihadiri oleh kurang lebih 200 orang dari berbagai kelompok masayarakat Indonesia di Paris. Untuk pertama kalinya, kelompok masyarakat di sekitar Restoran Indonesia [Resindo] disebut secara terbuka dalam pertemuan resmi KBRI seperti itu, baik dalam pidato Pembukaan dari Kepala Bagian Penerangan, maupun Pidato Kuasa Usaha Sementara dan dalam Pidato Pak Dubes Silalahi. > > Puisi "MENEGASKAN MAKNA INDONESIA" , yang sayangnya tidak dibacakan oleh penulisnya sendiri itu, telah mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan dari para hadirin yang memenuhi ruangan Sasana Budaya KBRI. Mereka terpukau mendengarkannya, dan teristimewa sekali Bapak Dubes Silalahi dan Ibu, tampak terharu oleh isi puisi yang berisi penghargaan kepada beliau yang telah merintis kerja sama dan saling pengertian antara KBRI dan Resindo, serta ajakan kepada semua untuk berbuat sesuatu yang positip bagi INDONESIA kita itu. > > Seusai pembacaan, Pak Dubes SILALAHI segera naik panggung, menyambut dan memeluk Sdr SOEJOSO, penanggung jawab Restauran Indonesia, yang membacakan sajak tersebut, serta menyatakan terimakasih beliau kepada masyarakat Indonesia disekitar Restoran Indonesia dan juga kepada Restoran Jakarta-Bali [milik keluarga A.M. Hanafi, mantan Republik Indonesia Soekarno untuk Kuba --JJK], yang dengan caranya sendiri telah berbuat untuk kebaikan Indonesia. > > Sebelum membaca sajak, Soejoso mengucapkan terima kasih kepada KBRI yang telah mengundang Keluarga Besar Koperasi Restoran Indonesia ke Malam Perpisahan tersebut. Dan menyatakan bahwa kelompok masyarakat ini sejak lebih 20 tahun yang lalu berada di Paris dan membuka restoran INDONESIA yang pertama di Perancis untuk hidup dan buat memprogandakan Indonesia lewat penyajian makanan serta kegiatan kebudayaan. > > Pada kesempatan itu telah kita serahkan kepada Pak Dubes, sepucuk Surat Penghargaan dan Selamat Jalan dari Koperasi SCOP Fraternit�/Resindo serta puisi "MENEGASKAN MAKNA INDONESIA " tsb. > > Dalam menutup acara pembacaan puisi tersebut, pengacara menggaris bawahi agar kita mengakhiri pertikaian untuk kepentingan membangun Indonesia -- menyitir dua baris terakhir dari salah satu bait puisi Bung Emil itu. > > Satu hal lagi yang patut kita catat, adalah apa yang berlangsung pada acara terakhir,yaitu pemberian buket bunga kenangan dari masyarakat Indonesia kepada kedua Ibu Dubes. Pada saat itu, secara mengejutkan, pengacara memanggil Ibu UMAR SAID untuk tampil ke depan guna menyerahkan satu Buket Bunga kepada Ibu Bambang /Dubes Unesco, sedangkan kepada Ibu Dubes KBRI diberikan oleh seorang Ibu Tertua dari masyarakat Indonesia di Paris. Apakah makna dari kejadian ini? Marilah kita telaah bersama. > > Malam perpisahan diakhiri dengan Ucapan Selamat Jalan kepada kedua Dubes dan keluarganya, yang segera akan berangkat ke Jakarta, hari Sabtu siang dan Minggu siang (31/07 dan 01/08/04). Pada saat itu, sekali pak Dubes merangkul pak Umar dan juga S.Soejoso. Kepada Pak Umar, beliau mengatakan : "Restoran Indonesia harus tetap hidup dan dipertahankan".Kepada Soejoso, Pak Duta sekali lagi menyatakan terima kasih kepada seluruh anggota Kooperasi RESINDO dan kepada Pak KUSNI atas puisinya dan harapan beliau agar "Restoran terus sukses dan maju selalu". Ibu Duta menyampaikan salam kepada kita semua, dan khususnya terima kasih atas puisi yang ditulis khusus untuk Pak Dubes. > > Akan meninggalkan pintu, kita bersalaman dengan Kepala Bagian Poilitik KBRI (Imam Santoso, yang ternyata sudah kita kenal, karena pernah menghadiri pameran foto Sini Cedercreutz [antropolog Finlandia,sahabat dekat Koperasi Restoran Indonesia -JJK],"Tentang Nelayan Amurang/Manado" di Restoran INDONESIA, 3 tahun yang lalu); dan dengan Ibu Kuasa Usaha Sementara, yang berpesan:"Sering-sering datang ke KBRI ya..... Sekarang situasinya sudah lain ......". > > Demikianlah sedikit laporan saya kepada semua teman tentang pembacaan puisi Bung Emil. Si pembaca minta maaf, kalau tidak bisa mengekspresikan isinya, karena memang hanya orang awam (bukan seniman ) , dan yang persiapanyapun hanya dilakukan baca di metro , di saat perjalanan pulang pergi kerja di Vaugirard . > > Salam sampai jumpa . Mudah-mudahan semua itu akan ada buahnya di waktu mendatang. > > S.Soejoso > > Paris,31 Juli 2004. > > > > Lampiran: > > > > MENEGASKAN MAKNA INDONESIA > > > > [Kepada Adian Silalahi,Dubes RI di Perancis & Andora]. > > > > > > > > kabut di atas sungai > > di dua tebing penduduk sekampung terberai > > > > dari tebalnya lumut > > orang tahu lamanya perpisahan > > > > > > lantas kau tiba membangun titian > > tanganmu membidas jalan > > membangun titian sepaha > > masih sepaha saja memang > > kerna kau memang hanya seorang adian > > > > > > di ujung titian di mana lama kami menunggu > > mata kita menyala menyaingi matahari dan bulan langit > > nyala ini diam-diam tanpa predikat > > kita ketahui bernama cinta bangsa dan negeri tak pernah binasa > > dan bukan pula monopoli > > bersarang di hati kita > > bedanya kau sanggup memelukku mengucapkannya tanpa malu > > seine dan vaugirard tahu makna pelukanmu > > seperti kau pun paham makna wedang jahe > > kami hidangkan mengganti champagne menyambutmu > > > > > > indonesia memang milik kita > > milikmu > > milikmu > > milikmu > > tapi juga milikku > > milik kita > > > > > > masing-masing mengucapkan janji setia kepadanya > > kau pun paham tanpa kau ucapkan > > kami pun paham > > seine dan vaugirard mencatat merekam selamanya > > kendati waktu sering memaksa kita bicara dengan bahasa tangan seribu tanda > > > > > > ini malam kita berjumpa tidak untuk berpisah > > tapi untuk selamanya bersatu di negeri milik bersama > > di mana kita berlomba dalam mencintai > > kerna sama-sama setuju > > sama-sama anak bangsa putra-puteri negeri > > kerna kita sama-sama di atasnya membangun harapan > > mengalahkan keterlontaan > > maka pertikaian patut diselesaikan > > > > > > kau bangun sudah sebuah titian > > titian sepaha menyambung dua tebing > > siapa gerangan pernah berani merangkul orang-orang terbuang > > sementara tank dan meriam belum ditarik dari tebing basah darah > > kaulah yang gagah berkata: > > "stop pertempuran!" > > lalu hangat merangkulku > > > > > > vaugirard > > seine > > hatiku > > mungkin juga hatimu > > mungkin juga hati orang-orang > > yang lapang seluas padang > > seluas langit dan cakrawala > > mencatat cinta ini > > sedangkan esok > > senantiasa halaman putih > > masih patut ditulis > > dan malam ini kuterakan tandatanya > > > > > > ini malam kita berjumpa tidak untuk berpisah > > tapi menegaskan janji > > indonesia milik kita > > rumah bersama > > di mana kita pulang > > dan hidup membangun harapan > > di mana pertikaian kita tuntas usaikan > > > > > > ini malam kita tegaskan > > makna indonesia > > arti keindonesiaan > > kernanya pintuku > > pintu kami > > tak pernah terpalang, adian > > > > > > > > Paris, Juli 2004. > > --------------- > > JJ. KUSNI ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

