LINGUA FRANCA oleh: Ki Denggleng Pagelaran Cyrus Camande nDungu adalah orang Kenya ndeles sehingga kulitnya hitam kelabu, lebih hitam dibanding semir sepatu Cololite. Dia fasih sekali berbahasa Inggris, dan nul-puthul dengan bahasa Perancis apalagi Denemarken. Tidak seperti Chriesteene Lotte teman kursus di International Language Center di Balai Kota Okayama. Lotte gadis Denmark yang lebih banyak hidup di luar negeri sebagai anggota duta kebudayaan negerinya, meski umurnya baru 25 tahun (Juli 1996, lho, ketika aku ngobrol dengannya sembari berangkat kursus bahasa).
Lain lagi dengan Muhamad Sandia, yang asli Senegal. Tipe postur tubuhnya yang negro kearab-araban menandakan postur tubuh dari alam gurun sahara, ceking-semampai. Dia fasih berbahasa Inggris dan sekaligus Prancis. Pagi-pagi minggu di beranda International Student House (Kokusai Gakusei Kaikan), nDungu bertanya kepada Denggleng, "Nggleng-san, di negerimu apa bahasanya? Apakah seperti orang Jepang sini punya Nihon-go? Atau kaya saya pakai bahasa Inggris? Atau yang lainnya, kayak Sandia-san itu yang pakai bahasa Prancis?" "Iya lho Nggleng-san aku mau tahu juga, soalnya 10 tahun yang lalu aku ke Bali, kok bahasa orangnya lain dengan bahasa orang-orang di Jakarta. Bali itu masih Indonesia kan?" Lotte ikutan nimbrung... Gadis tinggi besar ini membuat Denggleng harus mendongak.... "Ah, kami punya kok bahasa pergaulan seluruh negeri. Sebutannya Bahasa Indonesia. Bahasa is language... bahasa wa go desu...." "Lho kok, kayak di negeriku saja, Senegal. Kami juga pakai bahasa Prancis itu kan untuk pergaulan nasional... sedang kami punya bahasa sendiri- sendiri.. ada kalau 20 bahasa barangkali...." "Hehehee.. sama dengan di Kenya juga. Malah di Kenya lebih banyak lagi. Mungkin ratusan bahasa. Tapi biar satu, kami pakai bahasa Inggris. Sayang juga itu bahasa penjajah...." "Di Indonesia tercatat ada 300 suku bangsa lho.... jadi mungkin paling banyak ragamnya. Belum lagi bentuknya yang kepulauan.... Eh tapi yang enak tetap Lotte-chan itu kali... sejak kecil sudah diajari 4 macam bahasa, Denmark, Swedia, Prancis dan Inggris... atau milih lagi Latin... lha kita- kita ini negerinya punya puluhan bahkan ratusan bahasa harus berbahasa satu yang baku dan kaku.. Tapi masih mending negeriku, pakai Bahasa Indonesia.... hehehe... yang asalnya dari kepulauan Melayu yang kuecciiiiil sekali...." "Ah, berarti anda-anda ini pologlot ya?" "Lotte-chan salah.... kami pakai bahasa pergaulan nasional itu karena nggak ngerti dengan bahasa-bahasa antar suku kami...." "Ooooo..... jadi lingua francae itu gunanya agar suku- suku anda itu tidak saling perang...?" "Hehehe.. makanya di negeriku ada sumpah pemuda.... Menjunjung bahasa kebangsaan, Bahasa Indonesia....." "Iya ya, jadi berbahasa itu yang penting saling tahu. Seperti aku dan nDungu ini. Coba saja jarak kami di benua Afrika sana bermil-mil, orang Saya di tepi Barat, nDungu di Timur.... tapi di sini dapat akrab dengan Denggleng, Lotte, Nguyen, Chan, Han... Paolo... karena pakai satu bahasa... BAHASA JEPANG, hahahaa...." [Sandia tertawa-tawa ngeloyor pergi meraih sepeda balap yang dia ambil dari tempat sampah malam harinya... yang menyandar di pagar asrama] (KDP - 7 Agustus 2001) --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > mBah Soel > > menurut saya bahasa itu menjadi penting, > kalau kedudukannya dibuat agar semua orang mengerti > maksud dan tujuannya. (sorry, saya bukan ahli bahasa) > > anak saya yang di SD biasanya sering bertanya > tentang kata-kata seperti pada bahasa sansekerta > tersebut yang tidak pernah di ajarkan di sekolah. > > yah bagaimana mungkin suatu bahsa dan slogan-slogan > yang sangat bermakna kok tidak di ajarkan disekolah ? > padahal bahasa tersebut merupakan kekayaan bahasa > dari bangsa yang beragam ini? > > kalau mungkin untuk membantu penyerapan > bahasa kawi/sansekerta ke dalam > bahasa indonesia, mengapa kata-kata tersebut > tidak dibuat sebagai mata pelajaran di sekolah ? > > saya takut bahsa tersebut hanya buat para dalang > yang sering memainkan perang bharata yudha > dan lain-lain cerita, yang nggak dikenal oleh > seluruh rakyat indonesia sebagai cara komunikasi > antar etnis tertentu saja > > padahal cerita-cerita tersebut hanya merupakan > dongeng yang moral ceritanya kadang-kdang tidak jelas > seperti yang biasa mBah Soel ceritakan di millis ini > > dan yang kita tahu biasanya dongeng cerita tersebut > biasanya sebagai pengantar agar anak cepat tidur, > tapi kok digunakan untuk melek semalam suntuk he..he ..he.. > > Salam > > Yustam ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

