http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-113%7CX
Kamis, 5 Agustus 2004 Ani Sutjipto: �Megawati yang Pertamakali Adopsi Tindakan Afirmatif� Jurnalis : Eko Bambang S Jurnalperempuan.com - Jakarta. Presiden Megawati yang juga capres pada pemilu presiden putaran kedua adalah ketua partai politik yang pertama kali mengadopsi tindakan afirmatif di partainya serta mendorong tampilnya perempuan dalam jabatan publik. Demikian pendapat Ani Sutjipto dari Cetro yang disampaikan di Jakarta. Namun demikian menurut Ani sampai saat ini kedua capres tersebut tidak mempunyai daya tarik untuk dipilih menyangkut komitmennya terhadap isu perempuan. Untuk lebih lengkapnya, berikut petikan wawancara jurnalis jurnalperempuan.com Eko Bambang S dengan Ani Sutjipto di Jakarta. JP: Dari kedua Capres, mana yang lebih mempunyai komitmen terhadap isu perempuan? Ani : Dua-duanya bukan pilihan yang menarik. Kalau kita melihat dari sisi platform dan program-program yang ditawarkan, kedua-duanya gagal karena tidak memberikan tawaran yang komprehensif bagaimana mereka akan memperjuangkan isu-isu perempuan. Mereka cuma berhenti pada pada isu-isu besar seperti pendidikan, kesehatan, penegakan hukum, anti korupsi tapi mereka tidak berbicara bagaimana isu-isu besar itu berimplikasi kepada perempuan. Memang ditempatnya Susilo Bambang Yudhoyono memberikan partisipasi yang luas bagi perempuan. Dia kan keyword-nya adil, makmur dan sejahtera. Namun, bagaimana memaknai partisipasi yang luas dari perempuan itu seperti apa itu yang belum jelas. JP: Apa yang diharapkan dari mereka? Ani: Kita pingin mereka itu punya solusi konkrit terhadap persoalan perempuan yang terjadi di Indonesia misalkan masalah HDI kita yang rendah, AKI (Angka Kematian Ibu) yang masih tinggi, kesehatan buruh perempuan, tingkat kekerasan terhadap perempuan yang tinggi, masalah perdagangan perempuan dan msalah buruh migran perempuan. Pertanyaanya adalah bagaimana para capres ini menawarkan solusi terhadap persoalan tersebut. Itu kan ngak ada. Jadi untuk sementara ini kita tidak mengendors kedua pasangan sampai pada akhirnya mereka memasukkan sejumlah persoalan itu pada platform mereka. JP: Bila memang sampai pada tahap pemilihan platform mereka tidak ada yang memasukkan isu perempuan, apa pemilih perempuan sebaiknya Golput? Ani: Kita akan memberikan penjelasan kepada publik, plus minusnya dari masing-masing capres ini. Secara pribadi kalau boleh saya mengevalusi kinerja ibu megawati, misalnya waktu kampaye pilpres putaran I. Dia bilang sangat peduli dengan isu buruh migran, isu kekerasan dan iklannya mengatakan pilih saya sebagai perempuan karena saya memahami aspirasi anda. Tetapi kalau kita lihat selama 3 tahun pemerintahannya, Megawati sangat lambat, soal TKI di Nunukan, soal Ampres misalnya, kalau dia tidak mendapat tekanan itu juga dia ngak bergerak. Megawati juga tidak mempunyai empati kepada masalah-masalah kemanusian seperti masalah korban penggusuran. Terhadap masalah seperti itu Megawati tidak bergerak. Namun demikian ada sisi positifnya, kalau kita mau hitung sejarahnya Megawati adalah orang yang pertama kali mengadopsi tindakan afirmatif di partainya PDIP. Megawati adalah orang yang mendorong perempuan untuk bisa tampil di jabatan-jabatan publik. Kita bisa lihat misalnya PAW (Pergantian Antar Waktu) anggota legislatif laki-laki yang jadi menteri maka Megawati menggantikannya dengan perempuan, Banyak bupati perempuan dari PDIP, jadi hal-hal positif seperti itu ada pada Megawati. Jp: Bagaimana dengan Susilo Bambang Yudhoyono? Ani: Kalau SBY ini, personalitynya baik, santun dan sebagainya. Tetapi kita belum melihat pengalamannya teruji dalam politik. Ketika pada masa pak SBY memegang jabatan, yang terekam buat teman-teman kita perempuan ini adalah masalah Aceh, Papua dan Poso. Dia yang menyatakan kebijakan darurat militer. Kita akan lebih mudah menilai ibu Mega daripada SBY karena dia pendatang baru, dia belum berbuat dan baru menjanjikan akan melakukan perubahan. Kalau Megawati kita sudah bisa melakukan evaluasi. Selanjutnya kita juga tidak melihat tim sukses dibelakang SBY itu mempunyai kapasitas yang memadai untuk isu perempuan. Apalagi kita masih sakit hati dengan pernyataan Yusuf Kalla di KPU yang sangat antipati dan membatasi partisipasi yang luas untuk perempuan di jabatan publik. Perempuan bisa berpartisipasi dalam jabatan publik tetapi harus dibatasi pada koridor budaya dan agama �kita kan bukan Amerika, kita punya cara sendiri perempuan boleh berpartisipasi asal kodratnya sebagai ibu tidak ditinggalkan� kata Yusuf. JP: Soal Aceh Papua dan Poso, bukankah itu termasuk kebijakan Presiden Megawati? Ani: SBY sebagai Menkopolkam waktu itu dan kalau dia peduli pada isu ini, seharusnya dia bisa memberi pandangan ketika di Sidang Kabinet tentang implikasi penerapkan darurat militer seperti apa. JP: Untuk isu perempuan, apa yang bisa diambil dari situasi seperti sekarang? Ani: Kita harus menyelamatkan apa yang harus diselamatkan bagi kepentingan perempuan. Misalkan sekarang isu yang sangat strategis itu adalah buruh migran, KDRT, kesehatan perempuan dan perdagangan perempuan. Dari sejumlah RUU Ampresnya ada yang sudah turun dan ada yang belum turun. Nah ini terserah saja Megawati, dia mau menggunakan kesempatan ini sekarang maka akan mendapat simpati dari publik, dan kalaupun Megawati tidak menggunakan isu ini, kita tetap bisa mendesak DPR saat ini untuk bisa menyelesaikan tugasnya. Jadi, kita sekarang menurut saya tidak perlu memikirkan siapa capres yang akan dipilih, tetapi kita harus berfikir apa yang bisa diselamatkan sekarang. Saya berkeyakinan isu-isu seperti KDRT, kesehatan reproduksi akan sulit disahkan dikemudian hari. Buat partai-partai yang konservatif berbasis agama ke depan lebih sulit lagi untuk memperjuangkan isu tersebut. Kalau kita bicara kesehatan reproduksi perempuan misalnya, maka pikirannya selalu sempit hanya sebatas aborsi. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

