05.08l.2004

Biaya pendaftaran studi di Jerman  
   
  
Sejak awal Mei lalu banyak perguruan tinggi di Jerman
mengubah proses pendaftaran lamaran untuk mahasiswa
asing yang ingin kuliah di Jerman. Sekarang berkas
lamaran diperiksa oleh sebuah lembaga swasta. Seorang
pelamar dari Rusia atau Bulgaria sekurangnya harus
membayar biaya adminstrasi sebesar 50 Euro atau
sekitar 500 ribu rupiah untuk pemeriksaan berkas
lamarannya. Sekarang ada 50 perguruan tinggi yang ikut
serta dalam proses yang dilakukan oleh lembaga swasta
itu. Upaya itu mendapat pujian dari pihak perguruan
tinggi, namun dikritik oleh organisasi mahasiswa.

Sebuah peralatan listrik digunakan untuk membuka
sampul surat. Kemudian melalui scanner otomatis maka
data pengirim di digitalisasi. Setelah pemeriksaan
umum pertama, persyaratan yang tidak lengkap
disisihkan untuk kemudian dikembalikan kepada pelamar.
Pusat layanan yang mengurusi lamaran mahasiswa asing
yang ingin kuliah di Jerman atau "Assist" ini
merupakan lembaga swasta yang memeriksa kelengkapan
persyaratan bagi mahasiswa asing yang akan kuliah di
Jerman. Dari persyaratan yang ditetapkan biasanya ada
sekitar sepuluh persen yang tidak dipenuhi, kata
Thomas Liljeberg, pimpinan lembaga tersebut. Namun ada
juga yang kekurangannya hingga mencapai 60 persen.
Jika sudah begitu maka lamaran itu akan dikirim
kembali kepada pelamarnya. Namun hal itu sangat
sedikit jumlahnya dan juga memerlukan biaya untuk
mengirimkannya kembali.

Mula-mula "Assist" memeriksa apakah biaya lamaran
sebesar 50 Euro untuk seorang mahasiswa asing yang
berasal dari negara bukan anggota Uni Eropa telah
dibayar. Tanpa surat bukti pembayaran maka surat
lamaran itu tidak akan diproses. Pelamar dari negara
anggota Uni Eropa dan beberapa negara Eropa lainnya
hanya membayar 25 Euro. Setiap lamaran selanjutnya
kepada perguruan tinggi lainnya yang tergabung dalam
"Assist" dikenakan biaya sepuluh Euro. 57 perguruan
tinggi dari seluruhnya 348 pergurtuan tinggi di Jerman
merupakan anggota "Assist" yang memulai aktifitasnya
tanggal 1 Mei lalu.

"Assist" sebenarnya hanya melakukan pemeriksaan
formal, kata Liljeberg. Pemeriksaan dari segi isinya
dilakukan oleh perguruan tinggi masing-masing. Setiap
perguruan tinggi mempunyai persyaratan masing-masing
yang harus dipenuhi. Jika ada hal yang meragukan, maka
"Assist" akan menghubungi perguruan tinggi
bersangkutan untuk menanyakan masalah itu. Dengan
adanya "Assist" maka beban pekerjaan administrasi
universitas berkurang, terutama jika mahasiswa asing
sekaligus melamar ke sejumlah perguruan tinggi. Dalam
beberapa tahun terakhir jumlah mahasiswa asing yang
melamar untuk kuliah di Jerman meningkat pesat. Ini
sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh menteri
pendidikan Jerman sehubungan dengan politik
internasionalisasi perguruan tinggi Jerman. Sekitar
230 ribu mahasiswa asing yang tidak memiliki ijasah
SMU Jerman, kini berkuliah di perguruan tinggi Jerman.

Dua minggu sebelum tanggal 15 Juli lalu pada hari
terakhir penutupan lamaran, sebanyak 3500 lamaran
masuk ke "Assist". Bahkan sebagian besar lamaran baru
masuk awal Juli lalu. Jumlah itu bisa dibilang relatif
sedikit. Tahun lalu untuk semester musim dingin hanya
6000 mahasiswa asing yang melamar di Universitas
Humboldt, Berlin.

Oleh sebab itu organisasi mahasiswa mengritik seleksi
yang dilakukan "Assist". Dengan seleksi itu berarti
telah diberlakukan seleksi awal diantara mahasiswa,
yaitu siapa yang bisa membayar dan tidak, demikian
kata wakil dari organisasi mahasiswa Asta dari
Universitas Berlin. Ia juga mengatakan, banyak
mahasiswa asing yang menghadapi kesulitan untuk
menyelesaikan kuliahnya di Jerman karena tidak adanya
dukungan bagi para mahasiswa asing tersebut. Keputusan
untuk memulai pelaksanaan sistem Assist ini baru
dilakukan bulan November tahun lalu. Tentu saja tidak
ditemukan berita mengenai masalah ini dalam media
Jerman yang ketika itu tengah sibuk membahas tentang
pemberlakuan biaya kuliah untuk mahasiswa. Menurut
juru bicara organisasi mahasiswa Asta, yang dapat
dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah menyadarkan
masyarakat akan masalah itu. Sebab, kesulitannya
mahasiswa asing tidak punya lobby di Jerman yang dapat
membantu mereka.
 



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke