Semakin dekat ke Pemilihan Presiden semakin terang
kalau SBY-JK bakalan menang.


From: "HINU E. SAYONO" <[EMAIL PROTECTED]>  Add to
Address Book 
Date: Wed, 4 Aug 2004 15:57:59 -0700 (PDT) 
Subject: [nasional-list] Putaran II Pilpres : Kans
para capres-cawapres 

    
OTONOMI INDIVIDU DI PILPRES PUTARAN KEDUA 

Oleh Toto Sugiarto
KCM � 5 Agustus 2004
(http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0408/05/opini/1188979.htm)

SUARA signifikan yang diperoleh pasangan calon
presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla di
putaran pertama pemilihan umum presiden menggambarkan
bahwa rakyat telah keluar dari kepompong kultural dan
strukturalnya. Mereka seakan terbebas dari kungkungan
dinding tebal yang sekian lamanya "memenjarakan"
kebebasan. Dalam atmosfer kebebasan ini terbuka
kesempatan untuk mengaktualisasikan potensi otonom
yang ada dalam diri setiap manusia.
Apakah fenomena meroketnya dukungan terhadap Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY)-Kalla memperlihatkan bahwa
rakyat telah otonom? Dalam arti bahwa cenderamata
reformasi, yaitu kebebasan, telah dapat dipergunakan
oleh rakyat untuk melakukan pemilihan capres
berdasarkan alasan rasional. Ataukah dukungan ini
hanya cerminan dari terseretnya emosi publik oleh arus
deras iklan SBY-Kalla di media, baik iklan yang secara
jujur tampil sebagai dirinya sendiri maupun iklan
terselubung yang dibungkus format acara televisi?

Iklan-iklan yang bersifat homofili tersebut sangat
efektif untuk menciptakan kebersamaan, seolah-olah ada
kesatuan antara kepribadian audience dengan SBY-Kalla,
tidak ada lagi perbedaan partai, aliran, suku bangsa,
dan atribut-atribut kepribadian lainnya. Dengan kata
lain, rakyat hanyalah korban iklan.
Apa kaitan antara otonomi pemilih dengan kemenangan di
pemilu presiden putaran kedua di mana terjadi
pertempuran head to head SBY-Kalla versus
Megawati-Hasyim Muzadi?

Otonomi dan putaran kedua

Jika perolehan suara pasangan SBY-Kalla di putaran
pertama merupakan hasil pilihan rasional para pemilih,
maka suara sebesar 39.838.184 (33,574 persen) tersebut
dapat dianggap sebagai modal di putaran kedua. Pilihan
bebas yang didasarkan pada alasan rasional dari
individu otonom merupakan pilihan yang kokoh karena
dilandasi keyakinan akan kebenaran rasio. Individu
otonom percaya bahwa hasil olahan rasionya adalah
suatu kebenaran.
Sementara jika pilihan tersebut tidak didasari alasan
rasional, melainkan hanya aktualisasi dorongan emosi
sesaat sebagai akibat terseretnya pemilih oleh arus
deras iklan homofili SBY-Kalla, maka dukungan tersebut
sangat rapuh. Dalam kondisi seperti ini, pemilih
sangat mungkin berpindah ke kubu Mega-Hasyim di
putaran kedua. Pencoblosan terhadap pasangan SBY-Kalla
di putaran pertama tidak lebih dari sebuah "ejakulasi
prematur" dari pemilih yang kesengsem akan penampilan
tokoh yang memancarkan citra kepribadian menarik,
kalem, dan lemah lembut.
Sedangkan pemilih Mega-Hasyim yang di putaran pertama
mencapai 31.569.104 suara (26,60 persen) lebih kokoh
dari pendukung SBY-Kalla karena mayoritas pendukung
Mega-Hasyim adalah pendukung PDI-P yang captive.
Mereka adalah pemilih lama yang telah mengetahui
kekurangan Megawati dan dapat mengabaikan kekurangan
tersebut. Bahkan kekurangan tersebut bagi beberapa
pemilih menjadi bernilai positif, misalnya kelemahan
Megawati dalam hal retorika dinilai sebagai kelebihan
alamiah yang bisa menghindarkannya dari produksi
statement kontroversial. Kelemahan lain Megawati,
yaitu sering kali lambat dalam bertindak dinilai
sebagai kelebihan karena memberi ruang yang luas
kepada masyarakat untuk berdiskursus, dan ini dianggap
positif bagi demokrasi.
Jadi, otonom atau tidaknya pemilih di putaran pertama
sangat berpengaruh pada perolehan suara pasangan
SBY-Kalla di putaran kedua. Sementara bagi pasangan
Mega-Hasyim, kriteria tersebut tidak berpengaruh.
Pemilih Mega-Hasyim di putaran pertama, baik otonom
maupun tidak, kemungkinan besar akan tetap memilih
Mega-Hasyim di putaran kedua.

Bebas namun tidak otonom

Realitasnya, rakyat yang telah lepas dari ikatan
kultural dan struktural serta memiliki kapasitas rasio
yang memadai, sebagian besar tidak mampu menjadi
otonom. Alasannya, karena tidak tersedianya informasi
yang baik tentang para capres-cawapres. Mayoritas
pemilih tidak mengetahui rekam jejak (track record)
para kontestan beserta rencana program aksi. Hal ini
terjadi karena tidak tersosialisasinya informasi
tersebut. Informasi yang tersedia hanyalah berupa
iklan, baik yang jujur maupun terselubung, yang tidak
lain merupakan alat rekayasa sosial. Berdasarkan
kondisi seperti ini, dapat dikatakan bahwa rakyat
tampaknya hanya menjadi instrumen bagi pihak yang
sedang mengejar kekuasaan.

Penyebab lain tidak berkembangnya rasionalitas
sebagian rakyat sehingga mereka tidak bisa dikatakan
otonom adalah karena adanya kenyataan bahwa dalam
arena kampanye pun tidak berisi diskursus program
capres secara memadai, melainkan didominasi musik
dangdut dan nyanyi bersama. Perbedaan mencolok
terlihat apabila kita membandingkannya dengan kampanye
politik di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu,
seperti yang kita lihat dalam konvensi Partai Demokrat
pekan lalu, kampanye sepenuhnya diisi dengan pemaparan
dan penjelasan program-program John Kerry. Kalaupun
ada alunan musik, hanyalah pada saat salah satu
pembicara mengakhiri orasinya dan diganti pembicara
berikutnya, itu pun tidak lebih dari satu atau dua
menit saja.
Kampanye politik di Amerika Serikat benar-benar telah
berfungsi sebagai ajang public relations, di mana
kesempatan tersebut sepenuhnya dipergunakan untuk
menyampaikan program dan gagasan kepada publik
sehingga setiap individu yang mencermati proses
kampanye tersebut mendapatkan informasi yang mencukupi
sebagai bahan bagi pengolahan rasio. Hasilnya, pada
saat hari pemungutan suara, individu dapat membuat
keputusan berdasarkan alasan rasional tertentu.
Sementara itu, dalam kampanye partai-partai kita,
dangdut dan nyanyi bersama merupakan acara khusus dan
dianggap penting untuk menarik massa. Bagaimana kita
bisa berharap munculnya individu-individu otonom kalau
tidak ada kesempatan untuk mendapatkan informasi yang
memadai sebagai bahan bagi rasio dalam membuat
keputusan?

Jadi, tampaknya angka perolehan suara yang diraih
SBY-Kalla bukan merupakan hasil dari pilihan rasional
individu-individu otonom. Angka tersebut hanyalah
akumulasi dari keterpesonaan, decak kagum, dan mimpi
akan perubahan yang belum jelas isinya. Banyak pemilih
yang tidak tahu bagaimana bentuk pemerintahan
SBY-Kalla kelak apabila berhasil meraih kekuasaan
eksekutif, siapa saja jajaran menteri-menterinya, dan
seberapa besar kekuatan pemerintahannya dalam
mengimbangi legislatif. Hal ini penting mengingat
SBY-Kalla hanya didukung sedikit kursi di DPR.

Suara di putaran kedua

Berdasarkan kenyataan tersebut, dapat dikatakan bahwa
dukungan terhadap SBY-Kalla di putaran pertama bukan
merupakan dukungan yang captive. Karena itu, suara
yang telah diperoleh pasangan tersebut tidak dapat
dijadikan modal untuk bertempur di putaran kedua.
Suara terhadap SBY-Kalla adalah suara yang volatile
dan diragukan kesetiaannya. Kecenderungan lain adalah
peningkatan perolehan suara SBY-Kalla di pemilu
putaran kedua tidak akan sepesat peningkatan perolehan
suara Mega-Hasyim. Akan lebih mungkin terjadi
perpindahan pemilih SBY-Kalla ke kubu Mega-Hasyim
daripada sebaliknya. Pendukung Mega-Hasyim adalah
pemilih captive. Sementara pemilih SBY-Kalla, karena
belum bisa dikatakan sebagai pemilih otonom, adalah
"pemilih yang terseret arus".

Sedangkan kemampuan menarik pendukung baru akan lebih
dimiliki kubu Mega-Hasyim karena memiliki mesin
politik yang jauh lebih baik dibandingkan mesin
politik SBY-Kalla. Selain itu, kemampuan kubu
Mega-Hasyim lebih diperkuat oleh kedudukan Megawati
sendiri sebagai incumbent president. Namun hal ini
terpulang pada kemampuan komunikasi Megawati sendiri.



Toto Sugiarto Peneliti pada Departemen Politik-Soegeng
Sarjadi Syndicated (SSS)





                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke