Sebaiknya, SBY Diberi Kesempatan Jadi Presiden Jakarta, Rabu 14/04/2004, 15:53 wib
Pakar Politik Indonesia, William Liddle, mengatakan sebaiknya mantan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono diberi kesempatan untuk menjadi presiden RI. "Sebaiknya SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) diberi kesempatan sebagai presiden," kata William Liddle dalam diskusi di The Habibie Center dengan tema "Konstalasi Kekuatan Politik Pasca Pemilu dan Prediksi Pencalonan Presiden" di Jakarta, Rabu (14/4). Tanpa bermaksud untuk berkampanye, William mengatakan bahwa apa yang dikemukannya itu merupakan "titipan" dari masyarakat Brosot, Kulonprogo DIY tempat ia melakukan penelitian. Selain itu, dari hasil penelitiannya SBY menjadi tokoh yang sangat diharapkan oleh masyarakat. Sementara mengenai keinginan Amien Rais untuk tetap mencalonkan diri sebegai presiden, William mengatakan bahwa era Amien Rais telah berlalu. "Zaman Amien Rais sudah lewat. Kecil kemungkinan dia terpilih," katanya. Menurut William, seharusnya Amien Rais tahu diri untuk tidak mencalonkan diri. Kalau pun masih ada cita-cita untuk reformasi sebaiknya Amien bergabung dengan Susilo B Yudhoyono saja. Dalam pandangan lainnya, William menekankan bahwa pasangan cawapres yang akan mendampingi capres dalam pemilu 5 Juli nanti tidak terlalu penting dan tidak usah dipikirkan. Pasangan cawapres, tambahnya, tidak terlalu berpengaruh terhadap perolehan suara dari capres yang ada. Sementara, mengenai kemungkinan Megawati atau Akbar Tandjung menjadi presiden, William menilai berat. Untuk kasus Megawati, memang dari segi sosok, dan ketokohan memiliki hal itu. Namun, mesin politik yang digunakan yakni partai PDI Perjuangan justru "jeblok". Sedangkan dalam kasus Akbar Tandjung, di satu sisi mesin politik yang digunakan yakni partai Golkar memang bagus. Akan tetapi, dari segi sosok, pribadinya, Akbar kurang disukai. Sebelumnya hasil survey Lembaga Survey Indonesia (LSI) juga mengunggulkan SBY sebagai capres. Hasil survey LSI dalam kompetisi lebih dari 10 capres itu menunjukkan nama SBY mengalahkan Megawati secara tipis dengan prosentasi 20,0 persen dibanding 17,4 persen. Sementara itu Akbar Tandjung, meski diperkirakan Partai Golkar keluar sebagai pemenang pemilu, hanya berada di urutan ke empat (8,4 persen) di bawah Amien Rais yang mengantongi dukungan sebesar 9,9 persen. Dalam kompetisi capres dengan jumlah yang lebih sedikit, enam capres, keunggulan atas Megawati bertambah besar. Dalam kompetisi enam capres, ke dua tokoh ini dipertarungkan dengan kandidat lain seperti Akbar Tandjung, Amien Rais, Siti Hardiyanti Rukmana dan Siswono. SBY, yang menjadi capres dari Partai Demokrat, unggul dengan 30, 6 persen, sementara dukungan kepada Megawati hanya 20,6 persen. SBY kembali menggungguli Megawati dengan angka lebih dari 10 persen jika kompetisi diikuti oleh lebih sedikit capres. Jika Megawati didukung oleh 21,0 persen responden maka SBY mengantongi 31,7 persen. Amien Rais tetap berada di urutan ke tiga dengan 15,2 persen, Akbar Tandjung ke empat (12,3), dan Siswono Yudohusodo (1,4). (Ant/prim) http://www.kompas.co.id __________________________________ Do you Yahoo!? New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages! http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

