Salam,
 
Belakangan ini saya sering melihat media kita mempublikasikan berita-berita berkenaan 
sek, pemerkosaan dsj secara vulgar dan terang-terangan. Misal, seorang kakek2 
memperkosa anak dibawah usia. Lucunya, yang diekspos tersebut bukanlah hukuman buat 
kakek yang telah memperkosa, tapi jalan ceritanya pula yang diberitakan secara rinci. 
Kalau pemberitaannya semacam ini, tentulah kakek2 yang lainpun akan timbul rasa 
penasarannya. Terus, kalau yang kakek2 aja masih penasaran, apalagi yang belum kakek2, 
pasti lebih penasaran lagi.
 
Seyogyanya, yang perlu ditekankan lagi adalah hukuman yang ditimpakan kepada pelaku 
pemerkosa tersebut. Sehingga diharapkan dengan demikian akan muncul rasa takut dan 
selalu menjaga diri dari hal-hal yang tidak berfaedah tersebut. 
 
Menyimpang dikit
 
Salah satu harian India menuliskan bahwa hampir 500 gadis India datang ke Bollywood 
setiap harinya untuk menjadi actress. Tapi ada satu hal yang membuat saya cukup kaget, 
bahwa setiap gadis yang diterima untuk membintangi sebuah film, harus bersedia untuk 
"bobo" bersama film maker atau sang produser. Dan itu kabarnya sudah merupakan 
ketentuan umum yang berlaku dalam "dunia perbintangan" . Benarkah demikian? Dan 
bagaimana dengan actress2 di Indonesia. Kalau memang "bobo bersama" tersebut sudah 
merupakan ketentuan umum yang berlaku, berarti semua actrees (India), -mungkin juga- 
(Indonesia) sudah tak seru lagi. Sedih juga coy memperisterikan actress. Mendingan 
mencari isteri yang berasal dari anak desa aja ah.... 
 
Wassalam,
 
IzaM-
 

Eko Bambang Subiyantoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-114%7CX

Kamis, 5 Agustus 2004
Dunia Pariwisata Dapat Mencegah Perluasan Eksploitasi Seksual Anak 
Jurnalis : Sofia Kartika
Jurnalperempuan.com - Jakarta. Komitmen dunia pariwisata diharapkan dapat mencegah 
perluasan eksploitasi seksual terhadap anak. Komitmen dari dunia pariwisata dianggap 
perlu karena eksploitasi seksual anak yang membawa anak ke dunia prostitusi, salah 
satunya adalah karena efek aktivisme kepariwisataan, misalnya yang terjadi di Bali, 
Jakarta dan Batam. Demikian salah satu point yang dibahas pada seminar �Pencegahan 
Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Lingkungan Pariwisata� di Jakarta (Kamis 
5/08/04). 
..............."



Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia, New Delhi, India 110 025
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website: http://www.melayuni.cjb.net
 

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke