Digusur, Ibu-ibu Panjat Buldoser 


MANADO - Terjadi perlawanan dramatis terhadap penggusuran di Manado 
kemarin. Seorang perempuan korban penggusuran tiba-tiba memanjat 
buldoser. Sesampai di dekat kabin, dia menendang-nendang pengemudi 
buldoser itu. Sembari bergelantungan, dia juga memekik-mekik 
histeris. 

Adegan yang berlangsung beberapa menit itu membuat suasana kisruh 
dalam penggusuran tersebut makin menjadi. Perlawanan perempuan itu 
membuat petugas kerepotan. Mereka tak bisa begitu saja menarik ibu 
itu turun karena di bawahnya berserakan batu, kayu, dan bara api dari 
permukiman yang sudah diruntuhkan. 

Tiga personel polisi kemudian menyusul naik dan membujuk perempuan 
yang kemudian diketahui bernama Uto itu. Agar tak terpelanting jatuh, 
seorang polisi merangkul dan membawa turun Uto secara perlahan-lahan. 

Peristiwa itu menjadi puncak kemarahan warga dalam eksekusi kedua 
oleh Pemkot Manado terhadap 400 KK warga Maasing, Karangria. Warga 
menentang keras petugas yang menjalankan perintah Wali Kota Manado 
Wempie Frederik itu dengan melempari mereka yang akan menggasak 
rumahnya. Polisi sempat meletuskan enam tembakan peringatan. 

Akibat bentrokan antara petugas dan warga miskin itu, sedikitnya enam 
warga, tujuh petugas satuan polisi pamong praja, seorang anggota 
Sabhara Polresta Manado, dan seorang wartawan televisi nasional luka-
luka. Penggusuran sebelumnya, Kamis lalu, juga dilawan warga. 

Pasukan penggusur yang dipimpin Kasubsdin Talaktib Dinas Tibum Pemkot 
Manado Alharun Gagundali itu membawa kekuatan 250 polisi pamong praja 
dan lima peleton polisi. Sekitar pukul 09.30 Wita, mereka merangsek 
masuk ke kompleks perumahan yang semuanya sudah permanen itu. 

Di sisi lain, puluhan warga, pria dan wanita, menghadang di tengah 
jalan. Benturan fisik pun tak terhindar antara warga dan petugas. 
Situasi tambah kisruh karena warga membakar kayu dan sisa-sisa puing 
rumah. 

Di tengah asap dan api yang mulai membesar, polisi mengeluarkan enam 
tembakan peringatan sembari mengejar warga sampai ke sudut-sudut 
rumah. Sebagian warga Maasing, Karangria, yang ikut menonton kocar-
kacir.

Pasukan penggusur tak menghiraukan protes dan tangisan warga yang 
berbaur jadi satu. Di tengah nelangsa warga, buldoser dan aparat 
memorak-porandakan satu demi satu bangunan rumah yang dianggap ilegal 
itu. 

Istirahat sejenak, sekitar pukul 14.00 Wita dilanjutkan pembongkaran. 
Kontak fisik hampir terulang antara warga dan penggusur. Sebab, 
masjid yang terletak di tengah kediaman warga hampir jadi sasaran 
penggusuran. 

Warga yang sudah panik dan marah tersulut emosinya. Untung, polisi 
sudah sigap melerai. "Biar rumah kami yang dihancurkan, tapi jangan 
sampai masjid dirobohkan," teriak Aladin Tahirun dan ratusan warga 
kepada polisi.

Sesudah penggusuran, warga memprotes tindakan petugas. "Salah seorang 
polisi pakai seragam seperti Bapak, menodong suami dan anak saya. 
Beruntung, saya cepat dorong dia," adu seorang ibu paruh baya kepada 
petugas provos Polda Lettu Joutje setelah bentrok.

Para warga juga tidak antusias menyambut alternatif yang diberikan 
wali kota untuk tinggal di pantai yang merupakan tanah negara. "Kami 
tahu, rumah di bagian pantai nanti dibongkar. Nanti Boulevard so mo 
beking (Nanti kalau Boulevard sudah mau dikerjakan), bukan sekarang," 
kata salah seorang warga yang shock menatap reruntuhan rumahnya.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke