Dari Notes Belajar Seorang Awam:



CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [16].

Penelitian & Pembaruan [2]



Apa bagaimana hasil penelitian setahun itu? 

Penelitian serentak di seluruh kabupaten Jateng memperlihatkan terdapat tujuh bentuk 
kesenian yang paling populer dalam arti dijadikan alat pengungkap diri masyarakat. 
Tujuh bentuk kesenian ini antara lain: ketoprak, wayang, reog, kerajinan tangan, 
tembang, tari, sastra Jawa.

Menindak lanjut hasil penelitian ini maka di Semarang kemudian diterbitkan mingguan 
berbahasa Jawa: "Suara Persatuan" yang menyalurkan karya-karya kaum tani. Cara 
mengumpulkan karya-karya kaum tani dilakukan  dengan membentuk grup-grup pembaca 
"Suara Persatuan" di kalangan kaum tani. Aku masih ingat, Guk, betapa grup-grup baca 
ini ketika jeda sebentar dari memacul dan membajak sawah berkumpul di pematang 
mengerumuni mingguan "Suara Persatuan", pemandangan yang tak lagi kusaksikan ketika 
mengelilingi kabupaten Klaten di tahun 2000an yang disebut "modern" tapi penduduknya 
jadi pendiam dibandingkan dengan masa remajaku.Mereka akan makin pendiam jika tidak 
mengenal siapa yang diajaknya bicara. 

Grup-grup baca inilah kemudian yang mengirimkan karya-karya mereka berupa tembang 
tentang kehidupan mereka sendiri lalu diedit oleh redaksi sebelum disiarkan. Apakah 
bisa kau bayangkan, Guk,  betapa gembira dan terdorongnya para petani ketika membaca 
tulisan mereka disebarluaskan?

Bersamaan dengan itu, untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan menjadi aktor 
pemberdayaan diri sendiri oleh Lekra Bang telah diselenggarakan kursus-kursus kejuruan 
 tingkat Cabang untuk para  anggota dari tingkat ranting, membentuk grup-grup ketoprak 
dan cabang-cabang kesenian lainnya di berbagai kecamatan dan kampung serta membuka 
peluang kepada mereka untuk melakukan pementasan sampai kepada festival tingkat 
kabupaten yang direncanakan secara periodik dan hanya terpotong oleh Tragedi Nasional  
September 1965. 

Sesudah penelitian dan tindak lanjut berikut yang menyertainya, maka nampak benar 
kegiatan kesenian yang semuanya menyebut diri sebagai kegiatan Lekra makin meningkat 
berkali lipat. Tidak pernah ada kegiatan politik atau kampung apapun yang meninggalkan 
kegiatan kesenian, terutama ketoprak.Ketoprak boleh dikatakan menjadi alat ekspresi 
penting masyarakat pedesaan yang utama pada waktu itu. Kegiatan ketoprak rakyat jauh 
mengunguli kegiatan kesenian yang diselenggarakan oleh Jawatan Penerangan. 

Dari kenyataan ini aku saksikan bagaimana penduduk desa dengan grup-grup kesenian 
Lekra ranting dan cabang secara berprakasa  berusaha melayani  keperluan mereka 
sendiri akan kesenian. Yang menarik juga bahwa isi antara pertunjukan kesenian yang 
diselenggarakan oleh Jawatan Penerangan dan Lekra sering bertolak belakang. Yang satu 
membela dan menyuarakan kepentingan kaum tani yang sedang melangsungkan aksi, 
sedangkan yang lain "menghantam" aksi. Sehingga nampak padaku bahwa panggung kesenian, 
khususnya ketoprak, juga merupakan gelanggang pertarungan dua kepentingan berbeda. 
Siapakah yang memberi petunjuk bagi orang kampung untuk menjawab "hantaman" Jawatan 
Penerangan? PKI kah? Mengapa kau begitu  tidak percaya pada orang kampung dan grup 
ketoprak kampung? Apakah karena kau merasa modern dan berkesempatan menempuh sekolah 
tinggi? Negeri ini tidakkah banyak dirusaki oleh mereka yang bangga dengan gelar 
akademi mereka tapi asing dari kehidupan dan masyarakatnya dan yang juga begitu bangga 
dengan gaya selebritis, jas dan dasi serta rambut klimis mereka di tivi?

Ketika kembali berada di Indonesia, aku saksikan  betapa ketoprak di kampung-kampung 
nampak sudah tidak sesemarak dahulu. Peranan ketoprak kampung sudah digantikan oleh 
siaran ketoprak  RCTI di akhir pekan. Apakah keadaan ini merupakan kemajuan ataukah 
kemunduran, kuserahkan kepadamu menilainya, Guk. Yang jelas, ketoprak kampung sudah 
tidak sesemarak dahulu.Semuanya seakan tergantung pada Jakarta dan alat komunikasi 
mutakhir.Ketergantungan dalam banyak hal, terkesan padaku sebagai salah satu ciri 
lapisan masyarakat terpinggir, terutama orang kampung. Dan keadaan tergantung ini 
mewujudkan diri pula dalam pola pikir dan mentalitas anak bangsa dan negeri terpinggir 
tapi secara "mentereng" disebut sebagai "manusia modern" dan "modernisasi". Sedangkan 
Lekra berangkat dari ajakan dan menanamkan kepada orang terpinggir bahwa mereka mampu 
melakukan sesuatu secara mandiri. Tidakkah ini dua konsep hidup yang bertolakbelakang. 
Kadaluwarsakah konsep yang mempercayai manusia dan kemampuannya ini?

Agar apa yang kututurkan di atas mempunyai kesimpulan maka yang ingin kukatakan tidak 
lain bahwa pembaharuan yang dicoba dilakukan oleh Lekra adalah pembaharuan di atas 
dasar kehidupan yang sudah ada dan untuk itu kehidupan dan kenyataan dicoba dikenal 
melalui penelitian. Pembaharuan bukanlah sesuatu yang mengasingkan diri dan membuat 
kita jadi lepas akar, tapi pembaharuan yang tanggap zaman dan aspiratif. Tanggap dan 
aspiratif karena ia mengakar. Dari segi pandangan sejarah, di sinilah terletak arti 
membangun hari ini dan haridepan atas dasar masa silam. Ini pulalah yang kunamakan 
sebagai pandangan sejarah dan perlunya memiliki pandangan sejarah yang tanggap.

Melalui penelitian ini pulalah Lekra mengenal keragaman bangsa, saling hubungan antar 
faktor luar dan dalam. Bagaimana kongkretnya?


Paris, Agustus 2004
-------------------
JJ. Kusni

[Bersambung]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke