http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-126%7CP Jumat, 13 Agustus 2004 Ruth Indiah Rahayu: �Saya Ngak Percaya Megawati� Jurnalis : Eko Bambang S Jurnalperempuan.com - Jakarta. Bagi sejumlah kalangan Megawati mungkin presiden yang dalam kampanyenya akan memperjuangkan nasib perempuan, khususnya berkaitan dengan masalah buruh migran perempuan. Megawati dinilai juga mempunyai kepedulian terhadap perempuan karena telah menurunkan Ampres KDRT yang berguna bagi perlindungan perempuan korban kekerasan. Namun tidak demikian dengan Ruth Indiah Rahayu, seorang aktivis perempuan ini. Dia tidak percaya Megawati, disamping dinilai lambat, Megawati juga tidak pernah bertanggungjawab terhadap kasus-kasus yang menimpa partainya. Untuk mengetahui bagaimana pandangannya tentang Pilpres putaran II nanti? Berikut petikan wawancara jurnalis Eko Bambang S dengan Ruth Indiah Rahayu beberapa waktu lalu di Jakarta.
JP: Bagaimana Pandangan anda tentang Pemilihan Presiden dalam Pemilu 2004 ini? Ruth: Rakyat selama ini, baik laki-laki maupun perempuan selalu menjadi objek partai politik untuk memilih siapa yang tidak jelas. Rakyat selama ini hanya di mobilisir saja suaranya untuk mendukung partai politik. Dengan sistem pemilihan yang baru ini saya mesti berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah merubahnya karena dengan ini rakyat akan menjadi subyek yang akan menentukan pemimpinnya sesuai dengan hati nuraninya tanpa mesti melalui partai yang kadangkala mereduksi keinginan rakyat. JP: Menurut anda apa yang menjadi pertimbangan penting dalam memilih presiden? Ruth: Saya termasuk orang yang memilih dengan hati nurani. Waktu pilpres putaran pertama masih enak ada 5 pasangan capres, kita bisa memilih dengan lima calon. Namun saat ini karena ada 2 capres saja pilihan ini menjadi buah simalakama. Kalau saya masih bersandarkan pada pilihan karena saya perempuan dan memilih presiden perempuan ini repot. Karena selama Megawati menjadi presiden, kita ini juga bingung ngak tahu akan di bawa kemana. Jangankan masalah perempuan, masalah yang lain-lain pun ngak dilaksanakan oleh Megawati, meskipun tetap saja ada yang dihasilkan oleh Megawati dan kita tidak bisa mengabaikannya. Kasus 27 Juli menurut saya mengherankan, itukan sebenarnya warga PDIP, warganya Megawati yang menjadi korban. Tapi setelah 8 tahun kasus tersebut tidak pernah di utak-atik, apalagi dia menjadi presidenpun tidak menggunakan powernya untuk menuntaskan kasus ini. Kok baru sekarang, jadi kelihatan sekali ini ada politisasi. Ini saja bisa dijadikan contoh. Ada masalah didalam keluarga sendiri kok ngak bisa dibela apalagi membela orang lain. Hal yang lebih meragukan kita terhadap Megawati adalah sudah selusin aset infrasutruktur negara itu di jual, mulai dari air, listrik, perkebunan. Pasal 33 itukan mengatakan sebagai hajat hidup orang banyak, harusnya dipegang negara tetapi dilepas. Jadi menurut saya kita ini jadi repot kalau memilih berdasarkan karena sesama perempuan, ternyata Megawati seperti itu, saya ngak percaya Megawati. Kalau ngak pakai laki atau perempuan, harapannya kan yang belum memerintah hanya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). JP: Kalau SBY, bagaimana dengan faktor militernya yang selama ini dipersoalakan banyak pihak? Ruth: Memang yang menjadi masalah adalah banyak orang yang mengatakan SBY itu dari kalangan militer. Tetapi ternyata isu itu juga tidak signifikan, karena dibelakang Megawati, isinya juga militer yang lebih kuat bahkan. Jadi kalau bicara sipil dan militer tidak signifikan bagi saya. Faktor militer atau militeristik tidak kena kalau kita bicara lapisan masyarakat kelas bawah. Masalah militeristik itu hanya ada dikepala kelas menengah, para aktivis, anak sekolahan, mahasiswa, kelompok profesional. Kalau di masyarakat bawah, meskipun semua bicara seradikalnya seperti apa tidak akan mempan. Kenapa kalau militer, kalau memang membawa perbaikan. Sipil buat apa kalau tidak membawa perbaikan, malah membuat kita bingung. JP: Jadi Anda Akan Memilih SBY dalam putaran II? Ruth: Daripada mempersoalkan siapa yang harus dipilih, Megawati atau SBY, saya lebih suka mempertimbangkan atau mengedepankan apa maksudnya rakyat di balik semua ini. Menurut saya ada dua keinginan rakyat yang perlu dipertimbangkan pertama mereka ingin menjadi subjek dan kedua mereka ingin ada perubahan, dan perubahan itu dipimpin oleh pemimpin yang kuat, pintar dan bersih, ini hasil yang saya formulasikan di bawah. Kalau bersih ini relatif ya, tetapi kebutuhan akan pemimpin yang kuat dan pintar itu yang lebih menonjol itulah yang saya dapatkan dari sejumlah pembicaraan yang saya lakukan dengan para ibu-obu di kampung-kampung. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

