DANIEL SIBURIAN, ORANG2 BERSELERA RENDAH SEPERTI KAMU INILAH MAHLUK2 YANG MERASA DIRINYA BERCITA RASA SENI TINGGI... padahal yang di ekspose cuma kebodohan dan keamatiran semata....tak lebih. saya melihat di Indonesia ini pendobrakan ketabuan akan semakin memperoleh nilai jual tinggi dan sini akan diliat sebagai proses kreativitas yang mumpuni dan breaktrough padahal cuma berkelas rendah. shame on you then.
ptP [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ----- From: Daniel Siburian <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, August 15, 2004 9:19 AM Subject: [SPAM] - [ppiindia] Kontroversi Buruan Cium Gue - Email found in subject > > Baca detik.com hari ini, membuat gua miris. MUI yang meminta BCG segera diturunkan dari layar bioskop, Aa Gym yang dengan "gagah"-nya turun ke lapangan mo monitor situasi bioskop yang sedang memutar BCG karena menurutnya film tersebut tidak pantas, merusak moral bangsa. Ia sendiri ogah untuk nonton. (Hmm... nggak nonton, tapi komentar!! :P) > > Nggak kebayang, Aa Gym yang biasanya arif bijaksana, sekarang ikut kebablasan. Mari kita lihat duduk persoalan BCG dalam porsi yang lebih komprehensif. Dalam sebuah industri, termasuk perfilman, tentunya harus selalu menurut aturan main yang sudah ada. BCG telah mengikuti aturan main tersebut. Mereka telah lolos sensor LSF. Apakah MUI dan Aa Gym ingin mengatakan bahwa orang-orang yang ada di LSF kurang bermoral sehingga meloloskan film tersebut? > > Kedua, apa hak MUI untuk meminta film tersebut diturunkan? Mari kita ikuti aturan main yang telah ada. Kewajiban moral? Akh... nggak usah cari sensasi? Mari kita berkaca pada diri sendiri. Gua nggak yakin bahwa para anggota MUI tidak tahu bahwa di antara anak-anak mereka, sebelum menikah juga udah pada ciuman segala!! (Maaf kalo kesannya emosian... memang pantas emosi nih... heheehe) > > Ketiga, apakah kita pantas menyalahkan para filmmaker yang telah memproduksi BCG tersebut? Tidak pantas sama sekali! Mari kita jujur pada diri sendiri. Apa yang diangkat oleh BCG adalah sebuah fenomena, realitas yang memang ada di masyarakat kita. Mengenai pantas atau tidaknya hal tersebut dipertontonkan, ikutin aja aturan mainnya. Saya kurang tau pasti, LSF memasukkan film tersebut kategori Remaja atau Dewasa, karena kurang memerhatikan. Nah, persoalannya sekarang, tinggal apakah bioskop yang memutar film tersebut mengikuti "fatwa"-nya LSF. Sudah menjadi pemandangan jamak kalo pengelola bioskop kita tutup mata terhadap aturan batas usia. Dalam berbagai kesempatan, gua sampe miris ketika melihat suami-istri membawa anaknya yang masih bayi dan atau yang kecil-kecil untuk menonton film dewasa. Mungkin, karena mereka kasihan kalo anaknya ditinggal di rumah. Tapi apakah mereka sadar akibatnya ntar-ntar? Di sinilah pihak bioskop harus memegang peran penting! > > Sekali lagi, gua nggak abis pikir, kenapa kita harus memasung kreativitas atas nama moral, padahal apa yang dihasilkan kreativitas itu adalah "hanya" serpih-serpih kenyataan. Sepertinya para penjaga moral bangsa ini masih terpaku dengan Teori Peluru yang sudah usang itu, mengganggap "kita-kita" ini orang-orang goblok, yang akan menerima begitu saja apa yang disodorkan media (baca: film). > > Bangkitlah Perfilman Indonesia. Tetap Semangat, Bro!! > > > salam, > Daniel Siburian > PT Matamata Interaktif Indonesia > Graha BIP Lt.3 > Jl. Gatot Subroto Kav. 23 Jakarta > Phone (021) 5201261 > Fax (021) 5201262 > Email: [EMAIL PROTECTED] > http://www.matamata.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

