Date: Wed, 25 Aug 2004 19:38:33 -0700 (PDT)
   From: kopbumi jambi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: tki disiksa sebelum dideportasi

Testimoni Buruh Migran: �Kami Disiksa Sebelum
Dideportasi�
[25/8/04]
Malaysia sudah memutuskan untuk menunda deportasi
buruh migran asal Indonesia hingga Januari 2005. Ada
yang mengaku mendapat perlakuan kekerasan sebelum
dipulangkan ke Indonesia.


Salah seorang buruh migran yang dideportasi pada
pertengahan Agustus lalu adalah Ahmad Rifai. Di depan
aktivis Koalisi Anti Deportasi Buruh Migran dan
wartawan, buruh migran asal Lombok Nusa Tenggara Barat
itu mengaku mengalami dan menyaksikan penyiksaan
selama dalam masa tahanan aparat Malaysia. �Buruh
migran sering mendapat perlakuan kasar,� ujar Rifai
dalam testimoninya di Jakarta, Rabu (25/8) siang. 

 

Hinaan dan cacian sudah menjadi menu sehari-hari
disamping baris berbaris dan berhitung. Jika melakukan
kesalahan, bisa dihukum dengan tendangan atau pukulan,
bisa pula dijemur menghadap matahari selama lebih
kurang dua jam. Harta yang mereka pakai saat ditangkap
dilucuti dan tidak dikembalikan saat dideportasi. 

 

Itu pula yang dialami langsung Ahmad Rifai. Duit 300
ringgit yang ada di kantongnya saat tertangkap di
Kuantan, Pahang, tidak dikembalikan hingga ia
dipulangkan lewat Tanjungpriok. Akibatnya, hingga saat
ini Rifai tak bisa pulang ke Lombok. Toh ia merasa
masih beruntung karena luput dari hukuman cambuk. 

 

Rifai mengakui berangkat dan bekerja di Malaysia tanpa
dokumen lengkap. Semula, saat mendatangi Johor Baru
pada Agustus 1999, ia memang punya izin masuk yang ia
sebut permit. Tetapi setelah masa berlaku permitnya
habis ia pindah ke Kuantan, Pahang. Di sana ia bekerja
sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit. 

 

Toh bencana itu datang juga. Bersama 14 orang temannya
ia tertangkap karena tidak memiliki dokumen lengkap.
Sejak ditahan hingga dibawa ke kamp, Rifai mengaku
mengalami perlakuan tidak manusiawi. Ia pun harus
menghadapi hukuman penjara selama dua bulan delapan
hari. Ia harus masuk ke dalam penjara berkapasitas
50-60 orang tapi diisi 100-150 orang. 

 

Resolusi PBB

Ahmad Rifai hanya salah satu dari ratusan buruh migran
yang sudah datang ke shelter yang dibuka Koalisi di
Tanjungpriok. Ada sejumlah buruh yang harus dibawa ke
rumah sakit begitu tiba di Indonesia. Koalisi menduga
bahwa para buruh itu mengalami penyiksaan di Malaysia.
Bahkan Kopbumi berani menyebut angka 80 persen dari
buruh migran di negeri jiran itu yang mengalami
penyiksaan, tidak manusiwai dan merendahkan martabat
manusia. 

 

Koalisi berharap agar Malaysia menjalankan prinsip
dasar Kode Perilaku Petugas Penegak Hukum yang diatur
dalam Resolusi PBB no. 34/169 Tahun 1979 terutama
pasal 5. Pasal ini menegaskan bahwa �tidak seorang pun
petugas penegak hukum yang boleh melakukan,
menganjurkan atau mentolerir setiap tindak penyiksaan
atau perlakuan atau hukuman lain yang kejam, tidak
manusiawi dan merendahkan martabat�. 

 

Lebih lanjut disebutkan �Petugas penegak hukum juga
tidak boleh menggunakan perintah atas atau
keadaan-keadaan khusus misalnya keadaan perang atau
ancaman perang, ancaman terhadap keamanan nasional,
ketidakstabilan politik atau keadaan darurat umum
lainnya sebagai alat pembenar dilakukannya penyiksaan
atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi dan
merendahkan martabat�. 

 

Dalam pernyataan sikapnya, Koalisi juga meminta
Malaysia menghormati Konvensi Anti Penyiksaan yang
sudah diratifikasi Indonesia. Masalahnya, apakah
Malaysia merupakan anggota Konvensi itu? Koalisi
sendiri tidak yakin. 

(Mys)


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke