RW: plz, tanggapan point by point di bawahnya. 

tossi20 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
1. kalau sudah duduk satu koalisi, apalagi satu faksi di parlemen 
maka jumlah mereka yang dibawah ribuan dan perilaku mereka mudah 
dikontrol oleh elit koalisi Akbar cs, jadi lain dong dgn elektorat 
yang jutaan. Dengan kata lain, saya nggak ngerti relevansi point anda

Tentu itu tidak menutup kemungkinan pembelotan seperti yang anda 
kutip. Tapi ini artinya pembelot pembelot ini hanya melihat sisi 
orba di akbar dan koalisi kebangsaan doang, atau pembelot ybs memang 
titisan orba. jadi keluar dari kandang orba masuk kandang orba pula, 
selamat berkubang di dalam danau orba.

RW: Sorry anda tidak menangkep point saya. Terlalu panjang mengulas ulang. Lain kali 
aja sekalian kalo ada yg relevant. Gak apa2.


2. Idem ditto soal PKPB ikut Mega, bukan SBY, so what, nggak ngerti 
saya di mana persoalan anda. katanya sih pkpb ikut Mega tapi cendana 
ikut SBY. betapapun ini tidak mengubah masalah. keluar satu kandang 
lalu masuk kandang yang lain yang serupa. ngomong ngomong bukankah 
PKPB itu Partai Kaya Peninggalan Babe?

RW: Bukan itu point saya. Mungkin saya harus belajar menulis yg lebih jelas lagi.

3. anda bilang, Mega kurang self confident. betul, saya setuju. 
bahkan sebenarnya Mega melihat kursi presiden itu adalah sesuatu 
yang dia merasa dia "deserves", seolah itu adalah hak"nya", dia tak 
pernah mengerti bahwa politik itu bukan sekedar job, melainkan  
perjuangan sekaligus permainan.

itu dia yang membuat orang, juga saya, bingung melihat orang orang 
kiri rame rame dukung Mega ketika Mega secara basic dan elementer 
saja tidak pernah mengerti politik

RW: kayanya justru karena mega gak begitu cerdas dan cenderung "aleman", maka mudah 
dimanfaatkan, sehingga memungkinkan seseorang (yg secara irrasional mendukungnya), 
menjadi "raja tak bermahkota" baik di bidang ekonomi (termasuk penjualan bumn), maupun 
di bidang keamanan, anggaran dan juga penyelundupan.

Anda menulis:

> Halo Tossi AS, 
> di manapun anda berada (termasuk yg "klayaban" ya ?),

Ini nadanya seolah merendahkan mereka yang "klayaban".

Saya bukan org klayaban, juga tak punya keluarga yang klayaban, 
namun saya tak ingin merendahkan mereka, mereka kan kawan kawan 
sebangsa yang nasibnya lebih sial ketimbang anda atau saya, bahkan 
kaya pengalaman, dlm istilah Gus Dur mereka itu "wandering 
independence fighters", jadi tak perlu anda menggunakan istilah 
klayaban dengan nada merendahkan,

RW: Saya sama sekali tidak merendahkan. Anda saja yg barangkali terlalu introvert, 
mungkin (mungkin lho...mungkin juga tidak!) ada semacam psychological syndrome 
tertentu. Bahkan, bukankah istilah "klayaban" itu datangnya dari anda juga 'kan ? Koq 
malah nyalahin saya ?? Jadinya saya "takut" melanjutkan pembicaraan dgn anda.

Anyhow, sorry, karena saya tidak tahu seberapa fragile perasaan anda. Mungkin saya yg 
agak bebal. Salam persaudaraan untuk anda, sekali lagi maaf.

cukup segini sazha

RW: kalo saya mungkin seperti anda yg agak fragile ( sorry lagi), koment anda yg 3 
kata di atas bisa juga saya tafsirkan gak mau lagi komunikasi intelktual dgn saya. 
Tapi saya tidak begitu. Peace aja. OK, Tabik juga, RW.

tabik, tossi as



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



                
---------------------------------
 ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun!  
                
---------------------------------
 ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun!  
                
---------------------------------
 ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun!  
                
---------------------------------
 ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun!  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke