Ketololan umat Islam nomor satu adalah menolak rasionalitas dan 
empirisme...sehingga mereka menyingkirkan IBnu sina, al farabi dan 
aferoes.. lebih memuja ritual yg melenakan.

Sangkakala





--- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Hidup Hizbut Tahrir....
>  
> 
> 
> himawan sutanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salah satu metode berfikir yang sangat berbahaya bagi kaum muslim 
adalah
> cara berfikir pragmatis (menjadikan fakta sebagai sumber hukum). 
Cara
> berfikir semacam ini tidak hanya mengakibatkan lenyapnya kesucian 
pemikiran
> Islam, lebih jauh dari itu, juga akan menghancurkan idealitas kaum 
muslim.
> Bahkan, cara berfikir pragmatis akan menjerumuskan umat dalam 
kungkungan
> fakta yang rusak. Bila kebangkitan didefinisikan dengan irtifaa' al-
fikr
> (ketinggian berfikir), maka umat tidak bisa bangkit untuk melakukan 
sebuah
> perubahan, jika metodologi berfikir mereka adalah pragmatis. 
Ironisnya lagi,
> fakta yang dijadikan sumber hukum adalah fakta rusak akibat 
diterapkannya
> pranata-pranata kufur.
> 
> Gagasan untuk menjadikan fakta sebagai dalil, pernah disampaikan 
seorang
> orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher dalam bukunya The Introduction 
to Islamic
> Law. Ia menyatakan, bahwa perubahan hukum tidak bisa diingkari lagi 
dengan
> adanya perubahan tempat dan zaman. Untuk mendukung gagasannya itu, 
ia
> mengklaim sebuah kaedah ushul yang disandarkan kepada Imam Ibnu 
Taimiyyah,
> "Laa tunkir taghaiyyur al-hukm bi taghaiyyur al-zaman wa al-
makaan". Ia juga
> menyebutkan praktek-praktek para 'ulama yang berbeda dalam 
memberikan fatwa
> untuk sebuah kasus pada zaman dan tempat yang berbeda. Misalnya, 
qaul qadim
> dan qaul jadidnya Imam Syafi'iy.
> Agar kaum muslim tidak bisa keluar dari cara berfikir mereka, barat 
mulai
> melansir berbagai gagasan yang ujung-ujungnya adalah menjadikan 
fakta
> sebagai sumber hukum.
> 
> Arkoun misalnya mengenalkan epistemologis baru untuk memaknai teks, 
yang ia
> sebut dengan gagasan hermeneutika. Upaya-upaya Arkoun -yang banyak
> dipengaruhi oleh Jacques Derrida, Micahel Faocault, Ferdinand De 
Saussure
> dan Bourdieu-tidak lain adalah upaya untuk mereduksi epistemologis 
pembacaan
> al-Qur'an yang semakin menjauhkan umat dari cara berfikir yang 
benar. Sorous
> juga mengenalkan model epistemologis baru bagi kaum muslim yang ia 
sebut
> dengan teori "mengembang dan menyusut." Pada saat yang sama, dunia 
Islam
> terus disapu dengan pemikiran-pemikiran demokrasi, HAM, pluralisme 
dan
> lain-lain. Pemikiran-pemikiran ini semakin memojokkan kaum muslim di
> sudut-sudut epistemologis barat yang sangat bertentangan dengan 
metode
> berfikir mereka yang lurus.
> 
> Akibatnya sangatlah memiriskan hati. Sebagian kaum muslim mulai
> memformulasikan berbagai macam gagasan yang menunjukkan bahwa 
mereka telah
> terkontaminasi dengan cara berfikir yang rusak ini. Tidak jarang 
diantara
> mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan mengharamkan apa 
yang
> dihalalkan Allah dengan dalih kondisi ataupun kemashlahatan. 
Sebagian lagi
> melakukan perjuangan-perjuangan "pragmatis" yang hanya menguras 
energi umat
> dan memalingkan mereka dari persoalan utamanya, yakni menegakkan 
kembali
> Khilafah Islamiyyah. Tidak jarang juga mereka berdiam diri terhadap 
arogansi
> kaum kafir dengan alasan kondisi yang tidak memungkinkan. Mereka 
sering
> menyatakan; jika kita melawan mereka pasti kita akan mengalami 
kesulitan
> akibat embargo ekonomi dan politik dari orang kafir. Sekali lagi 
mereka
> ingin menyakinkan kita bahwa kondisi yang ada tidak memungkinkan 
untuk
> memerangi kaum kafir. Padahal, nash-nash syara' jelas-jelas telah
> memerintahkan mereka untuk bersikap keras terhadap kaum kafir yang 
memusuhi
> Islam dan kaum muslim.
> 
> Akibat lain yang tak kalah berbahayanya adalah munculnya psikologi 
medioker
> pada kaum muslim. Mereka menjadi orang-orang minimalis, dan mudah 
kompromi
> dengan realitas rusak yang diciptakan oleh orang-orang kafir. 
Mereka juga
> sering mencemooh perjuangan sebenarnya -menegakkan Khilafah
> Islamiyyah-dengan alasan perjuangan semacam ini sangat berat dan 
sulit untuk
> diwujudkan. Sadisnya lagi, ada yang menyatakan bahwa perjuangan 
menegakkan
> khilafah Islamiyyah hanyalah utopia dan romantisme sejarah yang 
berlebihan.
> Mereka juga menyatakan, bahwa kaum muslim mesti realistis dalam 
menatap
> fakta.
> 
> Akibat yang paling berbahaya dari cara berfikir pragmatis adalah 
langgengnya
> fakta rusak akibat adanya labelisasi Islam pada fakta-fakta 
tersebut. Umat
> digiring untuk menyakini dan qanaa'ah terhadap fakta rusak dengan 
cara
> memberikan label Islam pada produks-produk kufur. Labelnya memang 
Islam,
> atau syariah, namun realitasnya yang mereka labeli itu tetap 
realitas yang
> bertentangan dengan Islam. Jika mereka berdalih bahwa apa yang 
mereka
> lakukan adalah islamisasi, namun faktanya tidak ada proses 
Islamisasi. Yang
> ada hanyalah labelisasi Islam tapi faktanya tak berubah. Walaupun, 
maksud
> mereka baik, akan tetapi dampak yang ditimbulkan justru sangat 
berbahaya
> bagi umat.
> 
> Mereka menyatakan, bahwa perubahan harus dilakukan secara bertahap, 
dengan
> cara meng"islam"kan satu-satu persatu aspek kehidupan. Menurut 
mereka,
> perubahan tidak bisa dilakukan secara serentak dan menyeluruh, akan 
tetapi
> harus dilakukan secara gradasi. Akhirnya, mereka mulai memasuki 
bank-bank
> ribawi untuk melakukan proses ishlah. Mereka juga terlibat dalam 
parlemen
> kufur, bursa-bursa saham haram, pendidikan, peradilan, dan lain-
lain untuk
> melakukan 'islamisasi' secara bertahap. Bahkan tidak jarang kita 
lihat
> mereka bersekongkol dengan partai-partai sekuler untuk mengegolkan
> tujuan-tujuan politiknya. Sebagaimana yang terjadi di negeri ini, 
Gus Dur,
> seorang yang berhaluan sosialis-demokrat, dan dituduh seorang 
Yahudis,
> berhasil menduduki tampuk kekuasaan karena persekongkolan partai-
partai
> sekuler dan Islam. Tatkala Gus Dur naik, mereka berteriak, inilah 
kemenangan
> dan mashlahat terbesar bagi umat Islam. Akhirnya toh, mereka 
sendiri yang
> ramai-ramai menurunkan Gus Dur, dengan alasan Gus Dur adalah 
madlarat
> terbesar bagi umat Islam.
> Sayangnya, fakta tidak sejalan dengan gagasan mereka. Tidak ada 
Islamisasi
> pada bidang-bidang tersebut, bahkan fakta menunjukkan terjadinya
> pencampuradukkan antara kebenaran dan kebathilan. Bank-bank yang 
mereka
> nyatakan sebagai bank syariah, obligasi syariah, MLM syariah, amil 
zakat,
> baitul maal syariah, koperasi syariah dan label-label syariah 
lainnya
> hanyalah terhenti pada tataran label, namun dari sisi muamalahnya 
tetap saja
> non syariah. Kalaupun ada lembaga-lembaga yang benar-benar syariah, 
itupun
> harus keluar dari regulasi pemerintah. Sayangnya, ketika lembaga 
syariah ini
> mandiri -keluar dari regulasi pemerintah--, mereka kalah bersaing. 
Akan
> tetapi, tidak berarti bahwa seorang muslim tidak mungkin melakukan 
muamalah
> yang syar'iyyah.
> 
> Untuk mendukung pendapat mereka, mereka mengetengahkan kaedah 
ushul,"ma la
> yudraku kulluhu la yutraku kulluhu" (jika tidak bisa meraih 
semuanya jangan
> tinggalkan semuanya). Dalam kasus parlemen, berkecimpungnya 
sebagian kaum
> muslim di parlemen ditujukan untuk proses islamisasi parlemen. 
Meskipun
> semua pranata belum Islamiy, namun jangan sampai ditinggalkan 
semuanya.
> Dengan kata lain, kaum muslim tidak boleh meninggalkan parlemen 
meskipun
> pranatanya belum semua Islamiyy. Sebab, sesuatu yang belum dapat 
diraih
> semuanya jangan ditinggalkan seluruhnya.
> 
> Bantahannya adalah sebagai berikut. Kaedah ini (maa la yudraaku 
kulluhu la
> yutraaku kulluhu: jika tidak bisa meraih semua maka jangan 
tinggalkan
> semuanya) berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan dengan kaedah 
ushul,
> "al-maisuur laa tusqaath bi al-ma'suur" (sesuatu yang mudah tidak 
bisa
> dihapuskan dengan sesuatu yang susah).
> 
> Maksud dari kaedah ini adalah jika anda tidak bisa mengerjakan 
secara
> keseluruhan maka jangan anda tinggalkan seluruhnya. Konteks 
pembicaraan
> kaedah ini adalah masalah-masalah ibadah sunnah yang telah 
ditetapkan
> kuantitasnya yang apabila dikerjakan sebagian tidak mengapa. 
Contohnya
> adalah sholah Tahajjud. Sholat Tahajjud lebih utama dikerjakan 12 
rakaat.
> Namun, jika anda tidak bisa mengerjakan semua (12 rakaat), maka 
janganlah
> tinggalkan semuanya. Anda bisa melaksanakan sholat Tahajuud 2 
rakaat saja.
> Yang penting jangan sampai ditinggalkan semuanya, alias tidak 
mengerjakan
> sholat Tahajjud.
> 
> Adapun perkara-perkara wajib yang telah ditetapkan oleh Allah SWT 
tidak
> boleh ditinggalkan seluruhnya, atau dikerjakan sebagian-sebagian 
dengan
> alasan belum bisa dikerjakan semuanya. Contohnya, jika anda belum 
bisa
> mengerjakan sholat lima waktu secara sempurna, maka anda bisa 
mengerjakan
> dua atau tiga waktu saja. Kesimpulan semacam ini adalah kesimpulan 
salah
> akibat menggunakan kaedah ini tidak pada tempatnya. Akibatnya, ada 
sebagian
> kaum muslim menyatakan bahwa menegakkan syariat Islam bisa 
dilakukan dengan
> cara berangsur-angsur. Padahal, kesimpulan semacam ini adalah 
kesimpulan
> salah yang harus ditinggalkan.
> 
> Penerapan syariat Islam harus dilakukan secara serentak dan 
dilakukan dengan
> cara melakukan perubahan secara revolusioner dan mendasar, bukan 
dengan cara
> berangsur-angsur.
> 
> 
> Posisi Fakta dalam Epistemologi Islam
> 
> Dalam epistemology Islam, kedudukan fakta hanyalah sebagai obyek 
berfikir
> dan penerapan hukum. Fakta bukanlah sumber hukum, akan tetapi 
realitas yang
> mesti dihukumi. Sedangkan penetapan hukum, khair wa syarr (baik dan 
buruk)
> dan hasan wa qabih (terpuji dan tercela) hanya hak Allah SWT. 
Dengan kata
> lain, sumber untuk menetapkan hukum hanyalah wahyu (al-Qur'an, 
Sunnah, Ijma'
> Shahabat dan Qiyas).
> 
> Di bawah ini adalah bagan hubungan antara pola berfikir dan pola 
sikap
> seorang muslim dengan wahyu dan fakta.
> 
> WAHYU ===> *AQIDAH & SYARIAH = POLA PIKIR DAN POLA SIKAP MUSLIM
> 
> AQIDAH & SYARIAH ===> FAKTA = OBJEK BUKAN SUMBER HUKUM
> 
> Bagan di atas menunjukkan dengan sangat jelas, bahwa sikap dan 
idelitas
> dibentuk oleh wahyu -aqidah dan syariah. Sedangkan fakta adalah 
obyek yang
> akan disikapi dan dipikirkan oleh manusia. Fakta tidak bisa 
melampaui
> kedudukannya sebagai obyek hukum. Ia bukan mashdar hukum.
> 
> Menjadikan fakta sebagai hukum, adalah bentuk kesyirikan baru yang 
bisa
> merusak keimanan dan aqidah seseorang. Sebab, yang menetapkan hukum 
hanyalah
> Allah SWT, bukan fakta maupun akal manusia. Allah SWT berfirman, 
artinya:
> 
> "Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang 
sebenarnya
> dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik." (Qs. al-An'aam [6]: 
57).
> 
> "Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan 
Allah, maka
> mereka adalah orang-orang yang kafir." (Qs. al-Maa'idah [5]: 44).
> 
> Ayat-ayat di atas, dan masih banyak lagi, telah menjelaskan dengan 
sangat
> jelas bahwa pihak yang berhak menetapkan hukum hanyalah Allah SWT. 
Tidak ada
> hak bagi manusia untuk menetapkan hukum. Sesungguhnya, menjadikan 
fakta dan
> kemashlahatan sebagai sumber hukum merupakan bentuk penggeseran
> epistemologis yang sangat berbahaya bagi ajaran Islam. Atas dasar 
itu, kaum
> muslim wajib menolak model berfikir seperti ini.
> 
> Berkaitan dengan masalah ini, Imam Syafi'iy pernah berkomentar atas
> istihsaan-nya Imam Malik, "Siapa saja yang menggunakan istihsaan
> sesungguhnya ia telah mensyariatkan. Siapa saja yang mensyariatkan
> sesungguhnya ia telah kufur."
> 
> Bila semesta pembicaraan kita adalah perubahan, maka wacana 
perubahan yang
> harus digulirkan ke tengah-tengah umat adalah perubahan menyeluruh 
dan
> menerapkan syariat Islam secara serentak, sempurna dan 
komprehensif. Umat
> harus dijauhkan dari model perjuangan dan cara berfikir ishlah yang
> jelas-jelas sangat berbahaya bagi umat. Sebab, syara' telah meminta 
kaum
> muslim untuk menerapkan Islam secara menyeluruh, bukan gradasi. 
Nash-nash
> syara' telah menjelaskan masalah ini dengan sangat jelas. Allah SWT
> berfirman, artinya:
> 
> "Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara
> menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. 
Sesungguhnya
> setan itu musuh yang nyata bagi kamu." (Qs. al-Baqarah [2]: 208).
> 
> Ayat ini adalah dalil yang jelas dan tegas tentang wajibnya kaum 
muslim
> menerapkan hukum Allah SWT secara menyeluruh dan sempurna. 
Diriwayatkan dari
> Ikrimah bahwa, ayat ini diturunkan pada kasus Tsa'labah, 'Abdullah 
bin
> Salam, dan beberapa orang Yahudi. Mereka mengajukan permintaan 
kepada
> Rasulullah Saw agar diberi ijin merayakan hari Sabtu sebagai hari 
raya
> mereka. Selanjutnya, permintaan ini dijawab oleh ayat tersebut di 
atas.
> 
> Imam Thabariy menyatakan: "Ayat di atas merupakan perintah kepada
> orang-orang beriman untuk menolak selain hukum Islam; perintah untuk
> menjalankan syari'at Islam secara menyeluruh; dan larangan 
mengingkari
> satupun hukum yang merupakan bagian dari hukum Islam." (Imam 
Thabariy,
> Tafsir Thabariy, II/337).
> 
> 
> Khatimah
> 
> Pemikiran Islam dan epistemologisnya yang lurus adalah kekayaan 
terbesar
> umat Islam. Ini bisa dimengerti karena, eksistensi umat Islam dan
> kemampuannya dalam mereguk manisnya pemikiran Islam tergantung pada 
dua
> factor tersebut.
> 
> Selama umat Islam berpegang teguh kepada pemikiran Islam dan 
berfikir
> sejalan dengan epistemologisnya, eksistensinya sebagai umat Islam 
akan tetap
> terpelihara. Selain itu, umat juga akan terus menikmati manisnya 
buah
> pemikiran Islam. Sebaliknya, tatkala umat Islam tidak lagi 
berpegang kepada
> pemikiran Islam dan epistemologinya yang lurus, maka jati dirinya 
sebagai
> umat Islam tidak mungkin lagi dipertahankan. Mereka juga tidak akan 
pernah
> bisa merasakan lezatnya madu pemikiran Islam.
> 
> Sayangnya, sebagian besar kaum muslim saat ini telah kehilangan
> keduanya --pemikiran Islam dan epistemologisnya. Akibatnya, jati 
diri mereka
> sebagai kaum muslim lambat laun semakin samar dan akhirnya lenyap 
sama
> sekali. Mereka tidak lagi mampu merasakan lezatnya buah pemikiran 
Islam,
> bahkan memandangnya sebagai buah beracun yang harus dijauhi. 
Sebagian besar
> diantara mereka berfikir dengan metodologi berfikir kaum kafir. 
Mereka tidak
> lagi mengerti bagaimana cara seorang muslim berfikir. Mereka juga 
terjauh
> dari sumber-sumber tsaqafah dan pemikiran Islam Mereka semakin 
terasing dari
> pemikiran-pemikiran Islam. Mereka lebih mengerti pemikiran barat dan
> epistemologisnya.
> 
> Pada kondisi semacam ini, sesungguhnya mereka "telah kehilangan 
jati dirinya
> sebagai umat Islam."
> 
> 
> Mengembalikan Epistemologi Islam pada Kaum Muslim
> 
> Salah satu metode berfikir yang sangat berbahaya bagi kaum muslim 
adalah
> menjadikan fakta sebagai sumber hukum (pragmatis). Cara berfikir 
semacam ini
> tidak hanya melenyapkan kesucian pemikiran Islam, lebih dari itu, 
juga akan
> menghancurkan idealitas kaum muslim. Apalagi, fakta yang dijadikan 
sumber
> hukum adalah fakta rusak akibat diterapkannya pranata-pranata kufur.
> 
> ----- Original Message -----
> From: "dicky riyadi" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, August 31, 2004 9:27 PM
> Subject: Re: [ppiindia] LIBERALISM KAPITALISME AKAN AMBRUK ! lah 
gitu kok..
> 
> 
> Galileo Galilei dipenggal karena menggunakan akal... jebule bener 
lho.....
> bumi ternyata bulet.....yg memenggal bukannya minta ampun... malah
> mengatakan mengampuni Galiloe Galilei.... uaneh ora iku, Mas...
> 
> Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Lha iyo to. Tanpo akal 
ora
> ono peradaban tekhnology canggig sing kito nikmati, rak iyo to?
> Akal yo akal, mosok iyo di-cocok2ake? Dadi opo?
> 
> 
> dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> lah sampeyan memahami Islam dg akal juga kan.....rasionalisasi 
Islam adalah
> bagaimana memahami Islam sehingga akal mampu memahaminya, bukan 
mencocokkkan
> Islam dg akal....
> 
> coba intip nih:
> '
> http://www.secretbeyondmatter.com/beyondmatter.html
> 
> kalo akses internet-nya bagus, ada videonya...
> 
> 
> 
> himawan sutanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> mereka yang mencoba menggagas rasionalisasi islam hanyalah kumpulan 
orang2
> yang tidak mampu memahami islam dengan kaffah sungguh santun 
perkataan imam
> asy syatibi dalam al muwafaqat yaitu sesungguhnya akal tidak akan 
mampu
> mendahului syariat seandainya akal mampu melangkahi syariat maka ini
> merupakan sebuah kebatilan.
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "the_sangkakala" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, August 29, 2004 10:29 PM
> Subject: [ppiindia] LIBERALISM KAPITALISME AKAN AMBRUK !
> 
> 
> >
> > LIBERALIS KAPITALIS tidak lama lagi akan ambruk selaku ideologi.
> >
> > Tanda -tanda sudah amat banyak.
> >
> > Manusia tidak lebih bahagia didalam sistem liberal... penuh
> > perpecahan dan kemunafikan, kejahatan bersenjata, perceraian
> > keluarga, pembunuhan pribadi, obat bius, pelacuran, free sex, 
aborsi,
> > gay-lesbianisme, pemujaan setan, anak jalanan, kehancuran fisik
> > akibat mabok, ketagihan sex, kekacauan dijalanan, senjata ilegal,
> > pornografi, nudisme, dan puncaknya adalah kegilaan ..madness.
> > depresi , tekanan bathin , frustrasi dan bunuh diri.
> >
> >
> > Kita akan menunggu kehancuran ... pembusukan dari dalam.
> >
> > dan mereka akan lari pada spiritualisme agama..
> > Sedang Kristen telah gagal memberi jalan keluar sebab tidak mampu
> > meluruskan umat dan penuh pertentangan dalam kitab Injil sendiri.
> >
> > maka inilah peluang bagi Islam untuk tampil menyelamatkan umat 
dari
> > kehancuran jiwa ...
> >
> > dan ISlam yang akan tampil kedepan adalah Islam rasionalisme ...
> > bukan Islam Liberalisme.
> >
> > Islam yg tegak dgn berlatar belakang nilai-nilai rasio 
filsafatism yg
> > kuat ....dan kita punya jalan kearah itu dgn telah banyaknya
> > bermunculan intelektual rasional Islam.....semacam Azyumardi Azra,
> > Nurkholish Madjid dll....
> >
> > Kita tunggu Islam Indonesia meledak bak big bang alam semesta.
> >
> > Islam Rasionalisme adalah Nilai - nilai spirituil Islam yang
> > ditegakkan dgn jalan pemikiran ilmiah rasionalis.... segala yg 
tidak
> > masuk akal, termasuk dogma yg menyesatkan akan dibabat demi 
pembaruan
> > Islam. Termasuk pemujaan para syekh, Aulia dan wali... mereka 
perlu
> > dikritisi dan tidak begitu saja ditelan segala program ajaran.
> >
> > Al Ghazali seorang pencerah Islam yg dipuja umat Islam .... 
nyatanya
> > punya kekeliruan yg fatal ...yaitu menyingkirkan rasio dan masuk
> > dalam ekstasi spirit nan melenakan...dan akhirnya umat Islam
> > tertinggal dlm hal sains dan tekhnologi dari Kapitalis 
Kolonialism.
> >
> > Juga Ulama perlu berdialog langsung dgn umat , tidak hanya sekedar
> > semacam Monolog dari atas mimbar.. tetapi juga berdiskusi dan 
kalau
> > perlu mengakui pendapat jemaah... seandainya benar tentunya.
> >
> > Rasional adalah sesuatu yg penting disaat sekarang....tetapi tidak
> > liberal yg membebaskan segala penafsiran dan bentuk-bentuk Islam 
yg
> > membikin Islam kehilangan Nilai utama......
> >
> > Rasional adalah upaya pencerahan dgn jln sistem Ilmiah
> > berfikir ...tidakberpatokan pada empirism dan pragmatism sikap.
> >
> > Islam yg bisa menantang Liberalism Kapitalism adalah Islam
> > Rasionalism Kreatif yaitu dapat berlaku rasional serta Kreatif dlm
> > menghadapi Hidup, serta inovatif atas berbagai bidang kehidupan, 
baik
> > itu Ekonomi, sosial dan budaya Islam...
> >
> > Kreatifitas ini ditegakkan dgn jalan metode Ilmiah yg 
dikembangakna
> > Al farabi, Ibn Sina dan Al kindi ....yaitu rasionalim filsafati
> > Islam...
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
> >
> 
**********************************************************************
*****
> > 
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> 
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
> 
> 
> H�strusk och gr� moln - k�p en resa till solen p� Yahoo! Resor
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> 
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> 
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
> 
> 
> 
> H�strusk och gr� moln - k�p en resa till solen p� Yahoo! Resor
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
www.ppi.4t.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups Sponsordocument.write('');
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> H�strusk och gr� moln - k�p en resa till solen p� Yahoo! Resor
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke