Maaf... Kita jangan melihat seandainya seseorang keliru dibeberapa titik pemikiran... lalu segala pendapat dia salah.
Nyatanya banyak pemikiran Ibnu Sina yg terpakai hingga sekarang..dan tidak mendulang kritik. Nah, rasionalitas bisa membawa kepada kekeliruan berfikir... tetapi ingat barat dan filosof mereka tercerahkan..dan mulailah era renaissance yg hingga sekarang barat masih mengHegemoni dunia. Sedang rasionalitas adalah bagian agama yg dipisahkan, dan tebentuklah filsafat dgn segala komponennya... Jadi jangan campakkan filosof Islam...dari mereka kita bisa mengetahui filosofi agama dan filsafat berfikir Islam. Kalau kita tetap dgn ritualitas agama, sholat, zikir dll...tapi tidal hirau dgn logika serta aspek pikir lainnya....kita umat Islam akan tetap dikangkangi oleh mereka dan tidak akan pernah bisa keluar dari cengkraman kekuatan militer dan ekonomi. Saya pastikan itu. Sangkakala --- In [EMAIL PROTECTED], "himawan sutanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ass.wr.wb > > kenapa ibnu sina dikatakan sesat, kalau antum membaca kitabnya yg berjudul > al qanun fil tabib mungkin antum akan kagum dengan daya intelektualnya yg > sangat tajam dan kuat namun membuka lembaran berikutnya khususnya dalam bab > himah ilahiyah maka antum mungkin merasa perlu mengkritisi pemikiran ibnu > sina yaitu ketika beliau menyebarkan aliran qaramithah menurut beliau bumi > ini adalah kekal.juga tulisannya mengenai al ittihad. (mohon koreksi jika > pemahaman ana salah). > bahkan al imam as syekhul islam ibnu taimiyah mengecap aliran qaramithah > maupun al ittihad dalam kitabnya al iman yg merupakan kumpulan dari al > fatawa-nya beliau > > wass.wr.wb > > > ----- Original Message ----- > From: "the_sangkakala" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Thursday, September 02, 2004 8:54 PM > Subject: [ppiindia] Re: LIBERALISM KAPITALISME AKAN AMBRUK ! lah gitu > kok..Hizbut tahrir > > > Ketololan umat Islam nomor satu adalah menolak rasionalitas dan > empirisme...sehingga mereka menyingkirkan IBnu sina, al farabi dan > aferoes.. lebih memuja ritual yg melenakan. > > Sangkakala > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Hidup Hizbut Tahrir.... > > > > > > > > himawan sutanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salah satu metode berfikir yang sangat berbahaya bagi kaum muslim > adalah > > cara berfikir pragmatis (menjadikan fakta sebagai sumber hukum). > Cara > > berfikir semacam ini tidak hanya mengakibatkan lenyapnya kesucian > pemikiran > > Islam, lebih jauh dari itu, juga akan menghancurkan idealitas kaum > muslim. > > Bahkan, cara berfikir pragmatis akan menjerumuskan umat dalam > kungkungan > > fakta yang rusak. Bila kebangkitan didefinisikan dengan irtifaa' al- > fikr > > (ketinggian berfikir), maka umat tidak bisa bangkit untuk melakukan > sebuah > > perubahan, jika metodologi berfikir mereka adalah pragmatis. > Ironisnya lagi, > > fakta yang dijadikan sumber hukum adalah fakta rusak akibat > diterapkannya > > pranata-pranata kufur. > > > > Gagasan untuk menjadikan fakta sebagai dalil, pernah disampaikan > seorang > > orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher dalam bukunya The Introduction > to Islamic > > Law. Ia menyatakan, bahwa perubahan hukum tidak bisa diingkari lagi > dengan > > adanya perubahan tempat dan zaman. Untuk mendukung gagasannya itu, > ia > > mengklaim sebuah kaedah ushul yang disandarkan kepada Imam Ibnu > Taimiyyah, > > "Laa tunkir taghaiyyur al-hukm bi taghaiyyur al-zaman wa al- > makaan". Ia juga > > menyebutkan praktek-praktek para 'ulama yang berbeda dalam > memberikan fatwa > > untuk sebuah kasus pada zaman dan tempat yang berbeda. Misalnya, > qaul qadim > > dan qaul jadidnya Imam Syafi'iy. > > Agar kaum muslim tidak bisa keluar dari cara berfikir mereka, barat > mulai > > melansir berbagai gagasan yang ujung-ujungnya adalah menjadikan > fakta > > sebagai sumber hukum. > > > > Arkoun misalnya mengenalkan epistemologis baru untuk memaknai teks, > yang ia > > sebut dengan gagasan hermeneutika. Upaya-upaya Arkoun -yang banyak > > dipengaruhi oleh Jacques Derrida, Micahel Faocault, Ferdinand De > Saussure > > dan Bourdieu-tidak lain adalah upaya untuk mereduksi epistemologis > pembacaan > > al-Qur'an yang semakin menjauhkan umat dari cara berfikir yang > benar. Sorous > > juga mengenalkan model epistemologis baru bagi kaum muslim yang ia > sebut > > dengan teori "mengembang dan menyusut." Pada saat yang sama, dunia > Islam > > terus disapu dengan pemikiran-pemikiran demokrasi, HAM, pluralisme > dan > > lain-lain. Pemikiran-pemikiran ini semakin memojokkan kaum muslim di > > sudut-sudut epistemologis barat yang sangat bertentangan dengan > metode > > berfikir mereka yang lurus. > > > > Akibatnya sangatlah memiriskan hati. Sebagian kaum muslim mulai > > memformulasikan berbagai macam gagasan yang menunjukkan bahwa > mereka telah > > terkontaminasi dengan cara berfikir yang rusak ini. Tidak jarang > diantara > > mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan mengharamkan apa > yang > > dihalalkan Allah dengan dalih kondisi ataupun kemashlahatan. > Sebagian lagi > > melakukan perjuangan-perjuangan "pragmatis" yang hanya menguras > energi umat > > dan memalingkan mereka dari persoalan utamanya, yakni menegakkan > kembali > > Khilafah Islamiyyah. Tidak jarang juga mereka berdiam diri terhadap > arogansi > > kaum kafir dengan alasan kondisi yang tidak memungkinkan. Mereka > sering > > menyatakan; jika kita melawan mereka pasti kita akan mengalami > kesulitan > > akibat embargo ekonomi dan politik dari orang kafir. Sekali lagi > mereka > > ingin menyakinkan kita bahwa kondisi yang ada tidak memungkinkan > untuk > > memerangi kaum kafir. Padahal, nash-nash syara' jelas-jelas telah > > memerintahkan mereka untuk bersikap keras terhadap kaum kafir yang > memusuhi > > Islam dan kaum muslim. > > > > Akibat lain yang tak kalah berbahayanya adalah munculnya psikologi > medioker > > pada kaum muslim. Mereka menjadi orang-orang minimalis, dan mudah > kompromi > > dengan realitas rusak yang diciptakan oleh orang-orang kafir. > Mereka juga > > sering mencemooh perjuangan sebenarnya -menegakkan Khilafah > > Islamiyyah-dengan alasan perjuangan semacam ini sangat berat dan > sulit untuk > > diwujudkan. Sadisnya lagi, ada yang menyatakan bahwa perjuangan > menegakkan > > khilafah Islamiyyah hanyalah utopia dan romantisme sejarah yang > berlebihan. > > Mereka juga menyatakan, bahwa kaum muslim mesti realistis dalam > menatap > > fakta. > > > > Akibat yang paling berbahaya dari cara berfikir pragmatis adalah > langgengnya > > fakta rusak akibat adanya labelisasi Islam pada fakta-fakta > tersebut. Umat > > digiring untuk menyakini dan qanaa'ah terhadap fakta rusak dengan > cara > > memberikan label Islam pada produks-produk kufur. Labelnya memang > Islam, > > atau syariah, namun realitasnya yang mereka labeli itu tetap > realitas yang > > bertentangan dengan Islam. Jika mereka berdalih bahwa apa yang > mereka > > lakukan adalah islamisasi, namun faktanya tidak ada proses > Islamisasi. Yang > > ada hanyalah labelisasi Islam tapi faktanya tak berubah. Walaupun, > maksud > > mereka baik, akan tetapi dampak yang ditimbulkan justru sangat > berbahaya > > bagi umat. > > > > Mereka menyatakan, bahwa perubahan harus dilakukan secara bertahap, > dengan > > cara meng"islam"kan satu-satu persatu aspek kehidupan. Menurut > mereka, > > perubahan tidak bisa dilakukan secara serentak dan menyeluruh, akan > tetapi > > harus dilakukan secara gradasi. Akhirnya, mereka mulai memasuki > bank-bank > > ribawi untuk melakukan proses ishlah. Mereka juga terlibat dalam > parlemen > > kufur, bursa-bursa saham haram, pendidikan, peradilan, dan lain- > lain untuk > > melakukan 'islamisasi' secara bertahap. Bahkan tidak jarang kita > lihat > > mereka bersekongkol dengan partai-partai sekuler untuk mengegolkan > > tujuan-tujuan politiknya. Sebagaimana yang terjadi di negeri ini, > Gus Dur, > > seorang yang berhaluan sosialis-demokrat, dan dituduh seorang > Yahudis, > > berhasil menduduki tampuk kekuasaan karena persekongkolan partai- > partai > > sekuler dan Islam. Tatkala Gus Dur naik, mereka berteriak, inilah > kemenangan > > dan mashlahat terbesar bagi umat Islam. Akhirnya toh, mereka > sendiri yang > > ramai-ramai menurunkan Gus Dur, dengan alasan Gus Dur adalah > madlarat > > terbesar bagi umat Islam. > > Sayangnya, fakta tidak sejalan dengan gagasan mereka. Tidak ada > Islamisasi > > pada bidang-bidang tersebut, bahkan fakta menunjukkan terjadinya > > pencampuradukkan antara kebenaran dan kebathilan. Bank-bank yang > mereka > > nyatakan sebagai bank syariah, obligasi syariah, MLM syariah, amil > zakat, > > baitul maal syariah, koperasi syariah dan label-label syariah > lainnya > > hanyalah terhenti pada tataran label, namun dari sisi muamalahnya > tetap saja > > non syariah. Kalaupun ada lembaga-lembaga yang benar-benar syariah, > itupun > > harus keluar dari regulasi pemerintah. Sayangnya, ketika lembaga > syariah ini > > mandiri -keluar dari regulasi pemerintah--, mereka kalah bersaing. > Akan > > tetapi, tidak berarti bahwa seorang muslim tidak mungkin melakukan > muamalah > > yang syar'iyyah. > > > > Untuk mendukung pendapat mereka, mereka mengetengahkan kaedah > ushul,"ma la > > yudraku kulluhu la yutraku kulluhu" (jika tidak bisa meraih > semuanya jangan > > tinggalkan semuanya). Dalam kasus parlemen, berkecimpungnya > sebagian kaum > > muslim di parlemen ditujukan untuk proses islamisasi parlemen. > Meskipun > > semua pranata belum Islamiy, namun jangan sampai ditinggalkan > semuanya. > > Dengan kata lain, kaum muslim tidak boleh meninggalkan parlemen > meskipun > > pranatanya belum semua Islamiyy. Sebab, sesuatu yang belum dapat > diraih > > semuanya jangan ditinggalkan seluruhnya. > > > > Bantahannya adalah sebagai berikut. Kaedah ini (maa la yudraaku > kulluhu la > > yutraaku kulluhu: jika tidak bisa meraih semua maka jangan > tinggalkan > > semuanya) berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan dengan kaedah > ushul, > > "al-maisuur laa tusqaath bi al-ma'suur" (sesuatu yang mudah tidak > bisa > > dihapuskan dengan sesuatu yang susah). > > > > Maksud dari kaedah ini adalah jika anda tidak bisa mengerjakan > secara > > keseluruhan maka jangan anda tinggalkan seluruhnya. Konteks > pembicaraan > > kaedah ini adalah masalah-masalah ibadah sunnah yang telah > ditetapkan > > kuantitasnya yang apabila dikerjakan sebagian tidak mengapa. > Contohnya > > adalah sholah Tahajjud. Sholat Tahajjud lebih utama dikerjakan 12 > rakaat. > > Namun, jika anda tidak bisa mengerjakan semua (12 rakaat), maka > janganlah > > tinggalkan semuanya. Anda bisa melaksanakan sholat Tahajuud 2 > rakaat saja. > > Yang penting jangan sampai ditinggalkan semuanya, alias tidak > mengerjakan > > sholat Tahajjud. > > > > Adapun perkara-perkara wajib yang telah ditetapkan oleh Allah SWT > tidak > > boleh ditinggalkan seluruhnya, atau dikerjakan sebagian-sebagian > dengan > > alasan belum bisa dikerjakan semuanya. Contohnya, jika anda belum > bisa > > mengerjakan sholat lima waktu secara sempurna, maka anda bisa > mengerjakan > > dua atau tiga waktu saja. Kesimpulan semacam ini adalah kesimpulan > salah > > akibat menggunakan kaedah ini tidak pada tempatnya. Akibatnya, ada > sebagian > > kaum muslim menyatakan bahwa menegakkan syariat Islam bisa > dilakukan dengan > > cara berangsur-angsur. Padahal, kesimpulan semacam ini adalah > kesimpulan > > salah yang harus ditinggalkan. > > > > Penerapan syariat Islam harus dilakukan secara serentak dan > dilakukan dengan > > cara melakukan perubahan secara revolusioner dan mendasar, bukan > dengan cara > > berangsur-angsur. > > > > > > Posisi Fakta dalam Epistemologi Islam > > > > Dalam epistemology Islam, kedudukan fakta hanyalah sebagai obyek > berfikir > > dan penerapan hukum. Fakta bukanlah sumber hukum, akan tetapi > realitas yang > > mesti dihukumi. Sedangkan penetapan hukum, khair wa syarr (baik dan > buruk) > > dan hasan wa qabih (terpuji dan tercela) hanya hak Allah SWT. > Dengan kata > > lain, sumber untuk menetapkan hukum hanyalah wahyu (al-Qur'an, > Sunnah, Ijma' > > Shahabat dan Qiyas). > > > > Di bawah ini adalah bagan hubungan antara pola berfikir dan pola > sikap > > seorang muslim dengan wahyu dan fakta. > > > > WAHYU ===> *AQIDAH & SYARIAH = POLA PIKIR DAN POLA SIKAP MUSLIM > > > > AQIDAH & SYARIAH ===> FAKTA = OBJEK BUKAN SUMBER HUKUM > > > > Bagan di atas menunjukkan dengan sangat jelas, bahwa sikap dan > idelitas > > dibentuk oleh wahyu -aqidah dan syariah. Sedangkan fakta adalah > obyek yang > > akan disikapi dan dipikirkan oleh manusia. Fakta tidak bisa > melampaui > > kedudukannya sebagai obyek hukum. Ia bukan mashdar hukum. > > > > Menjadikan fakta sebagai hukum, adalah bentuk kesyirikan baru yang > bisa > > merusak keimanan dan aqidah seseorang. Sebab, yang menetapkan hukum > hanyalah > > Allah SWT, bukan fakta maupun akal manusia. Allah SWT berfirman, > artinya: > > > > "Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang > sebenarnya > > dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik." (Qs. al-An'aam [6]: > 57). > > > > "Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan > Allah, maka > > mereka adalah orang-orang yang kafir." (Qs. al-Maa'idah [5]: 44). > > > > Ayat-ayat di atas, dan masih banyak lagi, telah menjelaskan dengan > sangat > > jelas bahwa pihak yang berhak menetapkan hukum hanyalah Allah SWT. > Tidak ada > > hak bagi manusia untuk menetapkan hukum. Sesungguhnya, menjadikan > fakta dan > > kemashlahatan sebagai sumber hukum merupakan bentuk penggeseran > > epistemologis yang sangat berbahaya bagi ajaran Islam. Atas dasar > itu, kaum > > muslim wajib menolak model berfikir seperti ini. > > > > Berkaitan dengan masalah ini, Imam Syafi'iy pernah berkomentar atas > > istihsaan-nya Imam Malik, "Siapa saja yang menggunakan istihsaan > > sesungguhnya ia telah mensyariatkan. Siapa saja yang mensyariatkan > > sesungguhnya ia telah kufur." > > > > Bila semesta pembicaraan kita adalah perubahan, maka wacana > perubahan yang > > harus digulirkan ke tengah-tengah umat adalah perubahan menyeluruh > dan > > menerapkan syariat Islam secara serentak, sempurna dan > komprehensif. Umat > > harus dijauhkan dari model perjuangan dan cara berfikir ishlah yang > > jelas-jelas sangat berbahaya bagi umat. Sebab, syara' telah meminta > kaum > > muslim untuk menerapkan Islam secara menyeluruh, bukan gradasi. > Nash-nash > > syara' telah menjelaskan masalah ini dengan sangat jelas. Allah SWT > > berfirman, artinya: > > > > "Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara > > menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. > Sesungguhnya > > setan itu musuh yang nyata bagi kamu." (Qs. al-Baqarah [2]: 208). > > > > Ayat ini adalah dalil yang jelas dan tegas tentang wajibnya kaum > muslim > > menerapkan hukum Allah SWT secara menyeluruh dan sempurna. > Diriwayatkan dari > > Ikrimah bahwa, ayat ini diturunkan pada kasus Tsa'labah, 'Abdullah > bin > > Salam, dan beberapa orang Yahudi. Mereka mengajukan permintaan > kepada > > Rasulullah Saw agar diberi ijin merayakan hari Sabtu sebagai hari > raya > > mereka. Selanjutnya, permintaan ini dijawab oleh ayat tersebut di > atas. > > > > Imam Thabariy menyatakan: "Ayat di atas merupakan perintah kepada > > orang-orang beriman untuk menolak selain hukum Islam; perintah untuk > > menjalankan syari'at Islam secara menyeluruh; dan larangan > mengingkari > > satupun hukum yang merupakan bagian dari hukum Islam." (Imam > Thabariy, > > Tafsir Thabariy, II/337). > > > > > > Khatimah > > > > Pemikiran Islam dan epistemologisnya yang lurus adalah kekayaan > terbesar > > umat Islam. Ini bisa dimengerti karena, eksistensi umat Islam dan > > kemampuannya dalam mereguk manisnya pemikiran Islam tergantung pada > dua > > factor tersebut. > > > > Selama umat Islam berpegang teguh kepada pemikiran Islam dan > berfikir > > sejalan dengan epistemologisnya, eksistensinya sebagai umat Islam > akan tetap > > terpelihara. Selain itu, umat juga akan terus menikmati manisnya > buah > > pemikiran Islam. Sebaliknya, tatkala umat Islam tidak lagi > berpegang kepada > > pemikiran Islam dan epistemologinya yang lurus, maka jati dirinya > sebagai > > umat Islam tidak mungkin lagi dipertahankan. Mereka juga tidak akan > pernah > > bisa merasakan lezatnya madu pemikiran Islam. > > > > Sayangnya, sebagian besar kaum muslim saat ini telah kehilangan > > keduanya --pemikiran Islam dan epistemologisnya. Akibatnya, jati > diri mereka > > sebagai kaum muslim lambat laun semakin samar dan akhirnya lenyap > sama > > sekali. Mereka tidak lagi mampu merasakan lezatnya buah pemikiran > Islam, > > bahkan memandangnya sebagai buah beracun yang harus dijauhi. > Sebagian besar > > diantara mereka berfikir dengan metodologi berfikir kaum kafir. > Mereka tidak > > lagi mengerti bagaimana cara seorang muslim berfikir. Mereka juga > terjauh > > dari sumber-sumber tsaqafah dan pemikiran Islam Mereka semakin > terasing dari > > pemikiran-pemikiran Islam. Mereka lebih mengerti pemikiran barat dan > > epistemologisnya. > > > > Pada kondisi semacam ini, sesungguhnya mereka "telah kehilangan > jati dirinya > > sebagai umat Islam." > > > > > > Mengembalikan Epistemologi Islam pada Kaum Muslim > > > > Salah satu metode berfikir yang sangat berbahaya bagi kaum muslim > adalah > > menjadikan fakta sebagai sumber hukum (pragmatis). Cara berfikir > semacam ini > > tidak hanya melenyapkan kesucian pemikiran Islam, lebih dari itu, > juga akan > > menghancurkan idealitas kaum muslim. Apalagi, fakta yang dijadikan > sumber > > hukum adalah fakta rusak akibat diterapkannya pranata-pranata kufur. > > > > ----- Original Message ----- > > From: "dicky riyadi" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Tuesday, August 31, 2004 9:27 PM > > Subject: Re: [ppiindia] LIBERALISM KAPITALISME AKAN AMBRUK ! lah > gitu kok.. > > > > > > Galileo Galilei dipenggal karena menggunakan akal... jebule bener > lho..... > > bumi ternyata bulet.....yg memenggal bukannya minta ampun... malah > > mengatakan mengampuni Galiloe Galilei.... uaneh ora iku, Mas... > > > > Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Lha iyo to. Tanpo akal > ora > > ono peradaban tekhnology canggig sing kito nikmati, rak iyo to? > > Akal yo akal, mosok iyo di-cocok2ake? Dadi opo? > > > > > > dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > lah sampeyan memahami Islam dg akal juga kan.....rasionalisasi > Islam adalah > > bagaimana memahami Islam sehingga akal mampu memahaminya, bukan > mencocokkkan > > Islam dg akal.... > > > > coba intip nih: > > ' > > http://www.secretbeyondmatter.com/beyondmatter.html > > > > kalo akses internet-nya bagus, ada videonya... > > > > > > > > himawan sutanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > mereka yang mencoba menggagas rasionalisasi islam hanyalah kumpulan > orang2 > > yang tidak mampu memahami islam dengan kaffah sungguh santun > perkataan imam > > asy syatibi dalam al muwafaqat yaitu sesungguhnya akal tidak akan > mampu > > mendahului syariat seandainya akal mampu melangkahi syariat maka ini > > merupakan sebuah kebatilan. > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: "the_sangkakala" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Sunday, August 29, 2004 10:29 PM > > Subject: [ppiindia] LIBERALISM KAPITALISME AKAN AMBRUK ! > > > > > > > > > > LIBERALIS KAPITALIS tidak lama lagi akan ambruk selaku ideologi. > > > > > > Tanda -tanda sudah amat banyak. > > > > > > Manusia tidak lebih bahagia didalam sistem liberal... penuh > > > perpecahan dan kemunafikan, kejahatan bersenjata, perceraian > > > keluarga, pembunuhan pribadi, obat bius, pelacuran, free sex, > aborsi, > > > gay-lesbianisme, pemujaan setan, anak jalanan, kehancuran fisik > > > akibat mabok, ketagihan sex, kekacauan dijalanan, senjata ilegal, > > > pornografi, nudisme, dan puncaknya adalah kegilaan ..madness. > > > depresi , tekanan bathin , frustrasi dan bunuh diri. > > > > > > > > > Kita akan menunggu kehancuran ... pembusukan dari dalam. > > > > > > dan mereka akan lari pada spiritualisme agama.. > > > Sedang Kristen telah gagal memberi jalan keluar sebab tidak mampu > > > meluruskan umat dan penuh pertentangan dalam kitab Injil sendiri. > > > > > > maka inilah peluang bagi Islam untuk tampil menyelamatkan umat > dari > > > kehancuran jiwa ... > > > > > > dan ISlam yang akan tampil kedepan adalah Islam rasionalisme ... > > > bukan Islam Liberalisme. > > > > > > Islam yg tegak dgn berlatar belakang nilai-nilai rasio > filsafatism yg > > > kuat ....dan kita punya jalan kearah itu dgn telah banyaknya > > > bermunculan intelektual rasional Islam.....semacam Azyumardi Azra, > > > Nurkholish Madjid dll.... > > > > > > Kita tunggu Islam Indonesia meledak bak big bang alam semesta. > > > > > > Islam Rasionalisme adalah Nilai - nilai spirituil Islam yang > > > ditegakkan dgn jalan pemikiran ilmiah rasionalis.... segala yg > tidak > > > masuk akal, termasuk dogma yg menyesatkan akan dibabat demi > pembaruan > > > Islam. Termasuk pemujaan para syekh, Aulia dan wali... mereka > perlu > > > dikritisi dan tidak begitu saja ditelan segala program ajaran. > > > > > > Al Ghazali seorang pencerah Islam yg dipuja umat Islam .... > nyatanya > > > punya kekeliruan yg fatal ...yaitu menyingkirkan rasio dan masuk > > > dalam ekstasi spirit nan melenakan...dan akhirnya umat Islam > > > tertinggal dlm hal sains dan tekhnologi dari Kapitalis > Kolonialism. > > > > > > Juga Ulama perlu berdialog langsung dgn umat , tidak hanya sekedar > > > semacam Monolog dari atas mimbar.. tetapi juga berdiskusi dan > kalau > > > perlu mengakui pendapat jemaah... seandainya benar tentunya. > > > > > > Rasional adalah sesuatu yg penting disaat sekarang....tetapi tidak > > > liberal yg membebaskan segala penafsiran dan bentuk-bentuk Islam > yg > > > membikin Islam kehilangan Nilai utama...... > > > > > > Rasional adalah upaya pencerahan dgn jln sistem Ilmiah > > > berfikir ...tidakberpatokan pada empirism dan pragmatism sikap. > > > > > > Islam yg bisa menantang Liberalism Kapitalism adalah Islam > > > Rasionalism Kreatif yaitu dapat berlaku rasional serta Kreatif dlm > > > menghadapi Hidup, serta inovatif atas berbagai bidang kehidupan, > baik > > > itu Ekonomi, sosial dan budaya Islam... > > > > > > Kreatifitas ini ditegakkan dgn jalan metode Ilmiah yg > dikembangakna > > > Al farabi, Ibn Sina dan Al kindi ....yaitu rasionalim filsafati > > > Islam... > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > > Mohon Perhatian: > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > dikomentari. > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg > > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com > > > ********************************************************************** > ***** > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Groups Links > > > > To visit your group on the web, go to: > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service. > > > > > > H�strusk och gr� moln - k�p en resa till solen p� Yahoo! Resor > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg > > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com > > > ********************************************************************** > ***** > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Groups Links > > > > To visit your group on the web, go to: > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service. > > > > > > > > --------------------------------- > > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg > > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com > > > ********************************************************************** > ***** > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Groups Links > > > > To visit your group on the web, go to: > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service. > > > > > > > > H�strusk och gr� moln - k�p en resa till solen p� Yahoo! Resor > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg > > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com > > > ********************************************************************** > ***** > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > www.ppi.4t.com > > > ********************************************************************** > ***** > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > Yahoo! Groups Sponsordocument.write(''); > > > > --------------------------------- > > Yahoo! Groups Links > > > > To visit your group on the web, go to: > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of > Service. > > > > > > H�strusk och gr� moln - k�p en resa till solen p� Yahoo! Resor > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > ********************************************************************** ***** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com > ********************************************************************** ***** > ______________________________________________________________________ ____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

