ass.wr.wb

kenapa ibnu sina dikatakan sesat, kalau antum membaca kitabnya yg berjudul
al qanun fil tabib mungkin antum akan kagum dengan daya intelektualnya yg
sangat tajam dan kuat namun membuka lembaran berikutnya khususnya dalam bab
himah ilahiyah maka antum mungkin merasa perlu mengkritisi pemikiran ibnu
sina yaitu ketika beliau menyebarkan aliran qaramithah menurut beliau bumi
ini adalah kekal.juga tulisannya mengenai al ittihad. (mohon koreksi jika
pemahaman ana salah).
bahkan al imam as syekhul islam ibnu taimiyah mengecap aliran qaramithah
maupun al ittihad dalam kitabnya al iman yg merupakan kumpulan dari al
fatawa-nya beliau

wass.wr.wb


----- Original Message -----
From: "the_sangkakala" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, September 02, 2004 8:54 PM
Subject: [ppiindia] Re: LIBERALISM KAPITALISME AKAN AMBRUK ! lah gitu
kok..Hizbut tahrir


Ketololan umat Islam nomor satu adalah menolak rasionalitas dan
empirisme...sehingga mereka menyingkirkan IBnu sina, al farabi dan
aferoes.. lebih memuja ritual yg melenakan.

Sangkakala





--- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Hidup Hizbut Tahrir....
>
>
>
> himawan sutanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salah satu metode berfikir yang sangat berbahaya bagi kaum muslim
adalah
> cara berfikir pragmatis (menjadikan fakta sebagai sumber hukum).
Cara
> berfikir semacam ini tidak hanya mengakibatkan lenyapnya kesucian
pemikiran
> Islam, lebih jauh dari itu, juga akan menghancurkan idealitas kaum
muslim.
> Bahkan, cara berfikir pragmatis akan menjerumuskan umat dalam
kungkungan
> fakta yang rusak. Bila kebangkitan didefinisikan dengan irtifaa' al-
fikr
> (ketinggian berfikir), maka umat tidak bisa bangkit untuk melakukan
sebuah
> perubahan, jika metodologi berfikir mereka adalah pragmatis.
Ironisnya lagi,
> fakta yang dijadikan sumber hukum adalah fakta rusak akibat
diterapkannya
> pranata-pranata kufur.
>
> Gagasan untuk menjadikan fakta sebagai dalil, pernah disampaikan
seorang
> orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher dalam bukunya The Introduction
to Islamic
> Law. Ia menyatakan, bahwa perubahan hukum tidak bisa diingkari lagi
dengan
> adanya perubahan tempat dan zaman. Untuk mendukung gagasannya itu,
ia
> mengklaim sebuah kaedah ushul yang disandarkan kepada Imam Ibnu
Taimiyyah,
> "Laa tunkir taghaiyyur al-hukm bi taghaiyyur al-zaman wa al-
makaan". Ia juga
> menyebutkan praktek-praktek para 'ulama yang berbeda dalam
memberikan fatwa
> untuk sebuah kasus pada zaman dan tempat yang berbeda. Misalnya,
qaul qadim
> dan qaul jadidnya Imam Syafi'iy.
> Agar kaum muslim tidak bisa keluar dari cara berfikir mereka, barat
mulai
> melansir berbagai gagasan yang ujung-ujungnya adalah menjadikan
fakta
> sebagai sumber hukum.
>
> Arkoun misalnya mengenalkan epistemologis baru untuk memaknai teks,
yang ia
> sebut dengan gagasan hermeneutika. Upaya-upaya Arkoun -yang banyak
> dipengaruhi oleh Jacques Derrida, Micahel Faocault, Ferdinand De
Saussure
> dan Bourdieu-tidak lain adalah upaya untuk mereduksi epistemologis
pembacaan
> al-Qur'an yang semakin menjauhkan umat dari cara berfikir yang
benar. Sorous
> juga mengenalkan model epistemologis baru bagi kaum muslim yang ia
sebut
> dengan teori "mengembang dan menyusut." Pada saat yang sama, dunia
Islam
> terus disapu dengan pemikiran-pemikiran demokrasi, HAM, pluralisme
dan
> lain-lain. Pemikiran-pemikiran ini semakin memojokkan kaum muslim di
> sudut-sudut epistemologis barat yang sangat bertentangan dengan
metode
> berfikir mereka yang lurus.
>
> Akibatnya sangatlah memiriskan hati. Sebagian kaum muslim mulai
> memformulasikan berbagai macam gagasan yang menunjukkan bahwa
mereka telah
> terkontaminasi dengan cara berfikir yang rusak ini. Tidak jarang
diantara
> mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan mengharamkan apa
yang
> dihalalkan Allah dengan dalih kondisi ataupun kemashlahatan.
Sebagian lagi
> melakukan perjuangan-perjuangan "pragmatis" yang hanya menguras
energi umat
> dan memalingkan mereka dari persoalan utamanya, yakni menegakkan
kembali
> Khilafah Islamiyyah. Tidak jarang juga mereka berdiam diri terhadap
arogansi
> kaum kafir dengan alasan kondisi yang tidak memungkinkan. Mereka
sering
> menyatakan; jika kita melawan mereka pasti kita akan mengalami
kesulitan
> akibat embargo ekonomi dan politik dari orang kafir. Sekali lagi
mereka
> ingin menyakinkan kita bahwa kondisi yang ada tidak memungkinkan
untuk
> memerangi kaum kafir. Padahal, nash-nash syara' jelas-jelas telah
> memerintahkan mereka untuk bersikap keras terhadap kaum kafir yang
memusuhi
> Islam dan kaum muslim.
>
> Akibat lain yang tak kalah berbahayanya adalah munculnya psikologi
medioker
> pada kaum muslim. Mereka menjadi orang-orang minimalis, dan mudah
kompromi
> dengan realitas rusak yang diciptakan oleh orang-orang kafir.
Mereka juga
> sering mencemooh perjuangan sebenarnya -menegakkan Khilafah
> Islamiyyah-dengan alasan perjuangan semacam ini sangat berat dan
sulit untuk
> diwujudkan. Sadisnya lagi, ada yang menyatakan bahwa perjuangan
menegakkan
> khilafah Islamiyyah hanyalah utopia dan romantisme sejarah yang
berlebihan.
> Mereka juga menyatakan, bahwa kaum muslim mesti realistis dalam
menatap
> fakta.
>
> Akibat yang paling berbahaya dari cara berfikir pragmatis adalah
langgengnya
> fakta rusak akibat adanya labelisasi Islam pada fakta-fakta
tersebut. Umat
> digiring untuk menyakini dan qanaa'ah terhadap fakta rusak dengan
cara
> memberikan label Islam pada produks-produk kufur. Labelnya memang
Islam,
> atau syariah, namun realitasnya yang mereka labeli itu tetap
realitas yang
> bertentangan dengan Islam. Jika mereka berdalih bahwa apa yang
mereka
> lakukan adalah islamisasi, namun faktanya tidak ada proses
Islamisasi. Yang
> ada hanyalah labelisasi Islam tapi faktanya tak berubah. Walaupun,
maksud
> mereka baik, akan tetapi dampak yang ditimbulkan justru sangat
berbahaya
> bagi umat.
>
> Mereka menyatakan, bahwa perubahan harus dilakukan secara bertahap,
dengan
> cara meng"islam"kan satu-satu persatu aspek kehidupan. Menurut
mereka,
> perubahan tidak bisa dilakukan secara serentak dan menyeluruh, akan
tetapi
> harus dilakukan secara gradasi. Akhirnya, mereka mulai memasuki
bank-bank
> ribawi untuk melakukan proses ishlah. Mereka juga terlibat dalam
parlemen
> kufur, bursa-bursa saham haram, pendidikan, peradilan, dan lain-
lain untuk
> melakukan 'islamisasi' secara bertahap. Bahkan tidak jarang kita
lihat
> mereka bersekongkol dengan partai-partai sekuler untuk mengegolkan
> tujuan-tujuan politiknya. Sebagaimana yang terjadi di negeri ini,
Gus Dur,
> seorang yang berhaluan sosialis-demokrat, dan dituduh seorang
Yahudis,
> berhasil menduduki tampuk kekuasaan karena persekongkolan partai-
partai
> sekuler dan Islam. Tatkala Gus Dur naik, mereka berteriak, inilah
kemenangan
> dan mashlahat terbesar bagi umat Islam. Akhirnya toh, mereka
sendiri yang
> ramai-ramai menurunkan Gus Dur, dengan alasan Gus Dur adalah
madlarat
> terbesar bagi umat Islam.
> Sayangnya, fakta tidak sejalan dengan gagasan mereka. Tidak ada
Islamisasi
> pada bidang-bidang tersebut, bahkan fakta menunjukkan terjadinya
> pencampuradukkan antara kebenaran dan kebathilan. Bank-bank yang
mereka
> nyatakan sebagai bank syariah, obligasi syariah, MLM syariah, amil
zakat,
> baitul maal syariah, koperasi syariah dan label-label syariah
lainnya
> hanyalah terhenti pada tataran label, namun dari sisi muamalahnya
tetap saja
> non syariah. Kalaupun ada lembaga-lembaga yang benar-benar syariah,
itupun
> harus keluar dari regulasi pemerintah. Sayangnya, ketika lembaga
syariah ini
> mandiri -keluar dari regulasi pemerintah--, mereka kalah bersaing.
Akan
> tetapi, tidak berarti bahwa seorang muslim tidak mungkin melakukan
muamalah
> yang syar'iyyah.
>
> Untuk mendukung pendapat mereka, mereka mengetengahkan kaedah
ushul,"ma la
> yudraku kulluhu la yutraku kulluhu" (jika tidak bisa meraih
semuanya jangan
> tinggalkan semuanya). Dalam kasus parlemen, berkecimpungnya
sebagian kaum
> muslim di parlemen ditujukan untuk proses islamisasi parlemen.
Meskipun
> semua pranata belum Islamiy, namun jangan sampai ditinggalkan
semuanya.
> Dengan kata lain, kaum muslim tidak boleh meninggalkan parlemen
meskipun
> pranatanya belum semua Islamiyy. Sebab, sesuatu yang belum dapat
diraih
> semuanya jangan ditinggalkan seluruhnya.
>
> Bantahannya adalah sebagai berikut. Kaedah ini (maa la yudraaku
kulluhu la
> yutraaku kulluhu: jika tidak bisa meraih semua maka jangan
tinggalkan
> semuanya) berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan dengan kaedah
ushul,
> "al-maisuur laa tusqaath bi al-ma'suur" (sesuatu yang mudah tidak
bisa
> dihapuskan dengan sesuatu yang susah).
>
> Maksud dari kaedah ini adalah jika anda tidak bisa mengerjakan
secara
> keseluruhan maka jangan anda tinggalkan seluruhnya. Konteks
pembicaraan
> kaedah ini adalah masalah-masalah ibadah sunnah yang telah
ditetapkan
> kuantitasnya yang apabila dikerjakan sebagian tidak mengapa.
Contohnya
> adalah sholah Tahajjud. Sholat Tahajjud lebih utama dikerjakan 12
rakaat.
> Namun, jika anda tidak bisa mengerjakan semua (12 rakaat), maka
janganlah
> tinggalkan semuanya. Anda bisa melaksanakan sholat Tahajuud 2
rakaat saja.
> Yang penting jangan sampai ditinggalkan semuanya, alias tidak
mengerjakan
> sholat Tahajjud.
>
> Adapun perkara-perkara wajib yang telah ditetapkan oleh Allah SWT
tidak
> boleh ditinggalkan seluruhnya, atau dikerjakan sebagian-sebagian
dengan
> alasan belum bisa dikerjakan semuanya. Contohnya, jika anda belum
bisa
> mengerjakan sholat lima waktu secara sempurna, maka anda bisa
mengerjakan
> dua atau tiga waktu saja. Kesimpulan semacam ini adalah kesimpulan
salah
> akibat menggunakan kaedah ini tidak pada tempatnya. Akibatnya, ada
sebagian
> kaum muslim menyatakan bahwa menegakkan syariat Islam bisa
dilakukan dengan
> cara berangsur-angsur. Padahal, kesimpulan semacam ini adalah
kesimpulan
> salah yang harus ditinggalkan.
>
> Penerapan syariat Islam harus dilakukan secara serentak dan
dilakukan dengan
> cara melakukan perubahan secara revolusioner dan mendasar, bukan
dengan cara
> berangsur-angsur.
>
>
> Posisi Fakta dalam Epistemologi Islam
>
> Dalam epistemology Islam, kedudukan fakta hanyalah sebagai obyek
berfikir
> dan penerapan hukum. Fakta bukanlah sumber hukum, akan tetapi
realitas yang
> mesti dihukumi. Sedangkan penetapan hukum, khair wa syarr (baik dan
buruk)
> dan hasan wa qabih (terpuji dan tercela) hanya hak Allah SWT.
Dengan kata
> lain, sumber untuk menetapkan hukum hanyalah wahyu (al-Qur'an,
Sunnah, Ijma'
> Shahabat dan Qiyas).
>
> Di bawah ini adalah bagan hubungan antara pola berfikir dan pola
sikap
> seorang muslim dengan wahyu dan fakta.
>
> WAHYU ===> *AQIDAH & SYARIAH = POLA PIKIR DAN POLA SIKAP MUSLIM
>
> AQIDAH & SYARIAH ===> FAKTA = OBJEK BUKAN SUMBER HUKUM
>
> Bagan di atas menunjukkan dengan sangat jelas, bahwa sikap dan
idelitas
> dibentuk oleh wahyu -aqidah dan syariah. Sedangkan fakta adalah
obyek yang
> akan disikapi dan dipikirkan oleh manusia. Fakta tidak bisa
melampaui
> kedudukannya sebagai obyek hukum. Ia bukan mashdar hukum.
>
> Menjadikan fakta sebagai hukum, adalah bentuk kesyirikan baru yang
bisa
> merusak keimanan dan aqidah seseorang. Sebab, yang menetapkan hukum
hanyalah
> Allah SWT, bukan fakta maupun akal manusia. Allah SWT berfirman,
artinya:
>
> "Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang
sebenarnya
> dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik." (Qs. al-An'aam [6]:
57).
>
> "Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan
Allah, maka
> mereka adalah orang-orang yang kafir." (Qs. al-Maa'idah [5]: 44).
>
> Ayat-ayat di atas, dan masih banyak lagi, telah menjelaskan dengan
sangat
> jelas bahwa pihak yang berhak menetapkan hukum hanyalah Allah SWT.
Tidak ada
> hak bagi manusia untuk menetapkan hukum. Sesungguhnya, menjadikan
fakta dan
> kemashlahatan sebagai sumber hukum merupakan bentuk penggeseran
> epistemologis yang sangat berbahaya bagi ajaran Islam. Atas dasar
itu, kaum
> muslim wajib menolak model berfikir seperti ini.
>
> Berkaitan dengan masalah ini, Imam Syafi'iy pernah berkomentar atas
> istihsaan-nya Imam Malik, "Siapa saja yang menggunakan istihsaan
> sesungguhnya ia telah mensyariatkan. Siapa saja yang mensyariatkan
> sesungguhnya ia telah kufur."
>
> Bila semesta pembicaraan kita adalah perubahan, maka wacana
perubahan yang
> harus digulirkan ke tengah-tengah umat adalah perubahan menyeluruh
dan
> menerapkan syariat Islam secara serentak, sempurna dan
komprehensif. Umat
> harus dijauhkan dari model perjuangan dan cara berfikir ishlah yang
> jelas-jelas sangat berbahaya bagi umat. Sebab, syara' telah meminta
kaum
> muslim untuk menerapkan Islam secara menyeluruh, bukan gradasi.
Nash-nash
> syara' telah menjelaskan masalah ini dengan sangat jelas. Allah SWT
> berfirman, artinya:
>
> "Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara
> menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.
Sesungguhnya
> setan itu musuh yang nyata bagi kamu." (Qs. al-Baqarah [2]: 208).
>
> Ayat ini adalah dalil yang jelas dan tegas tentang wajibnya kaum
muslim
> menerapkan hukum Allah SWT secara menyeluruh dan sempurna.
Diriwayatkan dari
> Ikrimah bahwa, ayat ini diturunkan pada kasus Tsa'labah, 'Abdullah
bin
> Salam, dan beberapa orang Yahudi. Mereka mengajukan permintaan
kepada
> Rasulullah Saw agar diberi ijin merayakan hari Sabtu sebagai hari
raya
> mereka. Selanjutnya, permintaan ini dijawab oleh ayat tersebut di
atas.
>
> Imam Thabariy menyatakan: "Ayat di atas merupakan perintah kepada
> orang-orang beriman untuk menolak selain hukum Islam; perintah untuk
> menjalankan syari'at Islam secara menyeluruh; dan larangan
mengingkari
> satupun hukum yang merupakan bagian dari hukum Islam." (Imam
Thabariy,
> Tafsir Thabariy, II/337).
>
>
> Khatimah
>
> Pemikiran Islam dan epistemologisnya yang lurus adalah kekayaan
terbesar
> umat Islam. Ini bisa dimengerti karena, eksistensi umat Islam dan
> kemampuannya dalam mereguk manisnya pemikiran Islam tergantung pada
dua
> factor tersebut.
>
> Selama umat Islam berpegang teguh kepada pemikiran Islam dan
berfikir
> sejalan dengan epistemologisnya, eksistensinya sebagai umat Islam
akan tetap
> terpelihara. Selain itu, umat juga akan terus menikmati manisnya
buah
> pemikiran Islam. Sebaliknya, tatkala umat Islam tidak lagi
berpegang kepada
> pemikiran Islam dan epistemologinya yang lurus, maka jati dirinya
sebagai
> umat Islam tidak mungkin lagi dipertahankan. Mereka juga tidak akan
pernah
> bisa merasakan lezatnya madu pemikiran Islam.
>
> Sayangnya, sebagian besar kaum muslim saat ini telah kehilangan
> keduanya --pemikiran Islam dan epistemologisnya. Akibatnya, jati
diri mereka
> sebagai kaum muslim lambat laun semakin samar dan akhirnya lenyap
sama
> sekali. Mereka tidak lagi mampu merasakan lezatnya buah pemikiran
Islam,
> bahkan memandangnya sebagai buah beracun yang harus dijauhi.
Sebagian besar
> diantara mereka berfikir dengan metodologi berfikir kaum kafir.
Mereka tidak
> lagi mengerti bagaimana cara seorang muslim berfikir. Mereka juga
terjauh
> dari sumber-sumber tsaqafah dan pemikiran Islam Mereka semakin
terasing dari
> pemikiran-pemikiran Islam. Mereka lebih mengerti pemikiran barat dan
> epistemologisnya.
>
> Pada kondisi semacam ini, sesungguhnya mereka "telah kehilangan
jati dirinya
> sebagai umat Islam."
>
>
> Mengembalikan Epistemologi Islam pada Kaum Muslim
>
> Salah satu metode berfikir yang sangat berbahaya bagi kaum muslim
adalah
> menjadikan fakta sebagai sumber hukum (pragmatis). Cara berfikir
semacam ini
> tidak hanya melenyapkan kesucian pemikiran Islam, lebih dari itu,
juga akan
> menghancurkan idealitas kaum muslim. Apalagi, fakta yang dijadikan
sumber
> hukum adalah fakta rusak akibat diterapkannya pranata-pranata kufur.
>
> ----- Original Message -----
> From: "dicky riyadi" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, August 31, 2004 9:27 PM
> Subject: Re: [ppiindia] LIBERALISM KAPITALISME AKAN AMBRUK ! lah
gitu kok..
>
>
> Galileo Galilei dipenggal karena menggunakan akal... jebule bener
lho.....
> bumi ternyata bulet.....yg memenggal bukannya minta ampun... malah
> mengatakan mengampuni Galiloe Galilei.... uaneh ora iku, Mas...
>
> Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Lha iyo to. Tanpo akal
ora
> ono peradaban tekhnology canggig sing kito nikmati, rak iyo to?
> Akal yo akal, mosok iyo di-cocok2ake? Dadi opo?
>
>
> dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> lah sampeyan memahami Islam dg akal juga kan.....rasionalisasi
Islam adalah
> bagaimana memahami Islam sehingga akal mampu memahaminya, bukan
mencocokkkan
> Islam dg akal....
>
> coba intip nih:
> '
> http://www.secretbeyondmatter.com/beyondmatter.html
>
> kalo akses internet-nya bagus, ada videonya...
>
>
>
> himawan sutanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> mereka yang mencoba menggagas rasionalisasi islam hanyalah kumpulan
orang2
> yang tidak mampu memahami islam dengan kaffah sungguh santun
perkataan imam
> asy syatibi dalam al muwafaqat yaitu sesungguhnya akal tidak akan
mampu
> mendahului syariat seandainya akal mampu melangkahi syariat maka ini
> merupakan sebuah kebatilan.
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "the_sangkakala" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, August 29, 2004 10:29 PM
> Subject: [ppiindia] LIBERALISM KAPITALISME AKAN AMBRUK !
>
>
> >
> > LIBERALIS KAPITALIS tidak lama lagi akan ambruk selaku ideologi.
> >
> > Tanda -tanda sudah amat banyak.
> >
> > Manusia tidak lebih bahagia didalam sistem liberal... penuh
> > perpecahan dan kemunafikan, kejahatan bersenjata, perceraian
> > keluarga, pembunuhan pribadi, obat bius, pelacuran, free sex,
aborsi,
> > gay-lesbianisme, pemujaan setan, anak jalanan, kehancuran fisik
> > akibat mabok, ketagihan sex, kekacauan dijalanan, senjata ilegal,
> > pornografi, nudisme, dan puncaknya adalah kegilaan ..madness.
> > depresi , tekanan bathin , frustrasi dan bunuh diri.
> >
> >
> > Kita akan menunggu kehancuran ... pembusukan dari dalam.
> >
> > dan mereka akan lari pada spiritualisme agama..
> > Sedang Kristen telah gagal memberi jalan keluar sebab tidak mampu
> > meluruskan umat dan penuh pertentangan dalam kitab Injil sendiri.
> >
> > maka inilah peluang bagi Islam untuk tampil menyelamatkan umat
dari
> > kehancuran jiwa ...
> >
> > dan ISlam yang akan tampil kedepan adalah Islam rasionalisme ...
> > bukan Islam Liberalisme.
> >
> > Islam yg tegak dgn berlatar belakang nilai-nilai rasio
filsafatism yg
> > kuat ....dan kita punya jalan kearah itu dgn telah banyaknya
> > bermunculan intelektual rasional Islam.....semacam Azyumardi Azra,
> > Nurkholish Madjid dll....
> >
> > Kita tunggu Islam Indonesia meledak bak big bang alam semesta.
> >
> > Islam Rasionalisme adalah Nilai - nilai spirituil Islam yang
> > ditegakkan dgn jalan pemikiran ilmiah rasionalis.... segala yg
tidak
> > masuk akal, termasuk dogma yg menyesatkan akan dibabat demi
pembaruan
> > Islam. Termasuk pemujaan para syekh, Aulia dan wali... mereka
perlu
> > dikritisi dan tidak begitu saja ditelan segala program ajaran.
> >
> > Al Ghazali seorang pencerah Islam yg dipuja umat Islam ....
nyatanya
> > punya kekeliruan yg fatal ...yaitu menyingkirkan rasio dan masuk
> > dalam ekstasi spirit nan melenakan...dan akhirnya umat Islam
> > tertinggal dlm hal sains dan tekhnologi dari Kapitalis
Kolonialism.
> >
> > Juga Ulama perlu berdialog langsung dgn umat , tidak hanya sekedar
> > semacam Monolog dari atas mimbar.. tetapi juga berdiskusi dan
kalau
> > perlu mengakui pendapat jemaah... seandainya benar tentunya.
> >
> > Rasional adalah sesuatu yg penting disaat sekarang....tetapi tidak
> > liberal yg membebaskan segala penafsiran dan bentuk-bentuk Islam
yg
> > membikin Islam kehilangan Nilai utama......
> >
> > Rasional adalah upaya pencerahan dgn jln sistem Ilmiah
> > berfikir ...tidakberpatokan pada empirism dan pragmatism sikap.
> >
> > Islam yg bisa menantang Liberalism Kapitalism adalah Islam
> > Rasionalism Kreatif yaitu dapat berlaku rasional serta Kreatif dlm
> > menghadapi Hidup, serta inovatif atas berbagai bidang kehidupan,
baik
> > itu Ekonomi, sosial dan budaya Islam...
> >
> > Kreatifitas ini ditegakkan dgn jalan metode Ilmiah yg
dikembangakna
> > Al farabi, Ibn Sina dan Al kindi ....yaitu rasionalim filsafati
> > Islam...
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
> >
>
**********************************************************************
*****
> >
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
> H�strusk och gr� moln - k�p en resa till solen p� Yahoo! Resor
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
>
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
>
> H�strusk och gr� moln - k�p en resa till solen p� Yahoo! Resor
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
www.ppi.4t.com
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Yahoo! Groups Sponsordocument.write('');
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
> H�strusk och gr� moln - k�p en resa till solen p� Yahoo! Resor
>
> [Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links












------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke