Bangun Mentalitas Bangsa Lewat Kerja Keras
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0409/16/humaniora/1272281.htm
Jakarta, Kompas - Sebagai bangsa yang sedang berproses
menuju demokratisasi, masyarakat Indonesia pun sudah
seharusnya tumbuh seiring dengan tuntutan sebagai
masyarakat industri. Namun, cita-cita ideal tersebut
hanya bisa tercapai jika diimbangi mentalitas bangsa
yang mendukungnya, seperti menghargai usaha kerja
keras dan menghargai perbedaan pendapat.
Demikian pandangan sosiolog Ignas Kleden dan
Komaruddin Hidayat ketika dihubungi secara terpisah,
Rabu (15/9) di Jakarta. Keduanya dimintakan
tanggapannya terhadap Pemimpin Umum Harian Kompas
Jakob Oetama ketika tampil berbicara dalam seminar
"Rekonstruksi Kebudayaan Indonesia: Upaya Membangun
Karakter Bangsa", yang diadakan oleh Keluarga Alumni
Gadjah Mada (Kompas, 14/9).
"Dalam masyarakat demokrasi dan masyarakat industri,
penghargaan ditujukan bukan terpaku pada hasilnya,
tetapi lebih pada proses yang disertai upaya keras,"
ujar Ignas.
Ia melanjutkan, penghargaan terhadap proses dan hasil
kerja keras dengan sendirinya menumbuhkan iklim yang
kondusif terhadap gagasan-gagasan inisiatif. Sikap
inisiatif itulah yang mendorong lahirnya etos kerja
positif.
Ignas menilai, pendidikan dan penanaman nilai-nilai
keteladanan merupakan jalur strategis untuk memupuk
dan mengembangkan etos kerja masyarakat. Pendidikan di
sini bukan hanya dalam konteks persekolahan, tetapi
juga dalam lingkungan keluarga.
"Sejak kecil anak-anak sudah harus diberi contoh untuk
belajar dan bekerja keras mencapai prestasi tanpa
harus bergantung pada orangtuanya," kata Ignas.
Dari pengamatannya di kalangan orang dewasa pada
masyarakat demokratis, Ignas memberi contoh bagaimana
kebiasaan orang ketika dijamu saat bertamu. Saat
dijamu, sang tamu tak langsung menanyakan makanan mana
yang enak dan mahal. Sang tamu biasanya menanyakan dan
mencicipi makanan mana yang dibikin sendiri oleh tuan
rumah.
"Itu salah satu contoh hal-hal kecil bagaimana orang
menghargai kerja keras. Dalam memberikan penghargaan
kepada murid berprestasi pun, kalangan terkait
mestinya juga melihat sejauh mana murid bersangkutan
mencapai prestasi berdasarkan kerja kerasnya," urai
Ignas Kleden.
Menurut dia, dalam melangkah menuju tatanan
demokratis, bangsa Indonesia jangan cuma terjebak pada
penataan instrumen-instrumen demokrasi berupa
kelembagaan politik, tetapi juga harus menyediakan
perangkat lunak, seperti budaya kerja keras dan
bersaing secara sehat.
Dukungan pemerintah
Komaruddin Hidayat menambahkan, tuntutan budaya kerja
keras pada masyarakat harus diimbangi dengan dukungan
dari pemerintah. Sebagai contoh, dalam menumbuhkan
budaya kerja keras pada bidang pertanian, pemerintah
harus memberikan perlindungan terhadap hasil panen
petani. Pemerintah harus membatasi impor produk hasil
pertanian yang strategis, seperti padi, agar hasil
panen petani yang diperoleh dengan jerih payah
mendapatkan harga layak.
"Pemerintah Indonesia perlu meniru India tentang
bagaimana cara melindungi produk dalam negeri dengan
menekan impor," katanya.
Menyinggung tentang aktualisasi dari nilai-nilai
demokrasi itu sendiri, Komaruddin menilai terjadi
kesalahan adopsi. Ketika berbicara soal demokrasi,
masyarakat Indonesia cenderung memetik kebebasannya
semata, sementara aspek penegakan hukum dan hak asasi
manusia terlupakan.
"Ketika bicara soal modernisme, yang diambil cuma
aspek modal yang kemudian menumbuhkan kapitalistik.
Sementara aspek kerja keras dan keadilan
terkesampingkan," paparnya.
Dalam kaitan ini, ia menganjurkan agar nilai-nilai
tradisi lokal yang mengarahkan masyarakat bekerja
keras dan bersaing secara ksatria dihidupkan kembali.
(NAR)
=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
_______________________________
Do you Yahoo!?
Declare Yourself - Register online to vote today!
http://vote.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/