Wah, ganti alamat e-mail nih.... p;

Di sini malah blas, Mas. Penduduk pulau kecil
nan terpencil. Sebagian besar jadi petani
dan peternak sapi. Makannya kebanyakan diberi
babi.... weleh. Makanya masih dapat subsidi
dari Honshu yang lebih lagi... maksudnya lebih
jauh dari syariah, selain menjalankan kehidupan
tradisionalis religius campur aduk antara
Shinto, Buddha, Zen ... eh agak sama ya,
juga sisa-sisa Bushido. Itu pun juga kadang-
kadang ada yang sableng.

Kemarin diberitakan eksekusi hukuman mati atas
pesakitan yang membunuh 8 atau 9 anak SD gitu.
Waktu diwawancara (atau ditanya) mengapa membunuhi
anak SD, jawabannya malah kacau: "Seandainya saya
datang ke TK, mungkin malah lebih banyak lagi
yang dapat saya bunuh...." Eeeee ternyata dia
korban perasaan sejak kecil. Dia merasa "mengapa
orang lain dapat hidup enak dan kaya, sedang dia
dan keluarganya "awet" miskin. Lalu terobsesi oleh
dendam yang terpendam dalam alam bawah sadarnya untuk
sekali-sekali menyaksikan orang-orang enak-kepenak
itu merasakan penderitaan. Salah satunya penderitaan
kehilangan anak.... weleh.

Lho, malah ngelantur ke mana-mana. Intinya ya
ikut mengamini tulisan Mas Tampubolon, bahwa
kemakmuran tak ada sangkut-pautnya dengan agama.

--mbah soel--
[aku pernah dimaki-maki teman, ketika dia tanya
dengan heran: "kenapa sih Singapura bisa punya
GDP sampai 23.000 USD? (daya belinya). lalu tak
jawab cengengesan: "mereka pinter-pinter karena
kebutuhan asam amino hewaninya terpenuhi dan
merasa bebas makan daging hewan apa saja, terutama
babi dari P. Bulan..... hehehehehe]


--- In [EMAIL PROTECTED], "channey2004" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Exactly mas, exactly. 
> 
> Tulisan saya adalah reaksi terhadap pandangan mas Nur 
Rahmat: "Ingat 
> jiran kita yang mungkin kehidupan negaranya lebih banyak dipenuhi 
> syariahnya dengan kita sudah lebih maju daripada kita ....".
> 
> Jadi, kemajuan Malaysia, tidaklah seperti dikatakan mas Nur tadi, 
> seolah ada hubungannya dengan pemenuhan syariah. Saudara2 kita 
> serumpun di Malaysia yang Muslim memang hidup dinegara yang lebih 
> teratur dan makmur dari kita, ENTAHLAH mereka lebih melakukan 
syariah 
> atau tidak.
> 
> Justeru pendapat anda yang ingin saya tekankan: tak ada hubungan 
> agama dengan tingkat kemakmuran, karena yang memakmurkan Malaysia 
> adalah perusahaan2 besar dan kebanyakan pengusaha2 Tionghoa, yang 
> semuanya tak melakukan syariah. Jadi taak ada hubungan kausal.
> 
> Thanks mas, kita sependapat.
> 
> Salam
> 
> RM Danardono HADINOTO
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Mohammad-Riyadi Tampubolon" 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Waduh mas, ga ada hubungannya status agama yg dianut dengan 
tingkat
> > kesejahteraan.
> > Seperti status etnis Tionghoa, status agama yang dianut katolik 
dan 
> status
> > lainnya
> > 
> > 
> > Status kita sebagai warga negara Indonesia apakah menjamin kita 
> akan otomatis
> > mengikuti smua aturan yang ada di negara Indonesia ini?
> > Nah dengan logika demikian status penganut agama tidak otomatis
> > merepresentasikan
> > kemuliaan agama yang dianut.
> > 
> > Dalam Al Qur'an sendiri ada teguran untuk orang-orang yang 
> menggunakan sebagian
> > ajaran agama Islam dan melempar sebagian yang lain kebelakang 
> berdasarkan hawa 
> > nafsunya saja.
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: rm_danardono [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Wednesday, September 15, 2004 8:09 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [ppiindia] Tambahan mas Nur:Re: Situasi dalam negeri 
Israel
> > memanas
> > 
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> 
> > wrote:
> > 
> > >>>>>Ingat jiran kita yang mungkin kehidupan negaranya lebih 
banyak 
> > dipenuhi syariahnya dengan kita sudah lebih maju daripada kita 
yang 
> > banyak berwacana. Apa kuncinya? Apa salah kita? kalau dilihat 
bukan 
> > Islam yang jadi masalahnya, mungkin masalahnya tidak bisa 
> membedakan 
> > yang mana Islam dengan budaya orang Islam dengan kata lain muslim 
di
> > Indonesia adalah muslim yang jahiliyah (ignorant)<<<<<<<<
> > 
> > 
> > Sabar, sabar mas. saya kebetulan tahu sekali mengenai Malaysia, 
> > karena banyak proyek2 disini yang dibiayai oleh perusahaan 
banking 
> > dimana saya berkerja (dan melalui meja saya).
> > 
> > 1) Yang membuat maju Malysia adalah dua wilayah: Penang dan 
pantai 
> > barat semenanjung, serta Kalimantan utara (sabah dan Sarawak). 
Yang 
> > menentukan potensi ekonomi disini adalah: TIONGHOA. Motor ekonomi 
> > Malaysia antara lain adalah Kuok Group. TAK ADA satu group yang 
> gagah 
> > perkasa yang dikuasai pribumi Malayu. No one.
> > 
> > 2) Malaysia memakai bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi, ini 
> > memudahkan komunikasi untuk investasi, dan membuat penduduk 
> Malaysia 
> > lebih mudah dipakai di-perusahaan2 Multi National. 
> > 
> > 3) Dalam statistik kependudukan Malaysia, strata yang termiskin 
> > adalah penduduk Melayu yang kebetulan mayoritas Islam.
> > 
> > 4) Wilayah yang ekonomis terbelakang adalah DUA kesultanan, yang 
> > kebetulan dua2nya melaksanakan Syariah: Trengganu dan Kelantan. 
> > Economically sunyi senyap!
> > 
> > Partai Islam di Malaysia PAS tak mungkin mengambil alih 
kekuasaan. 
> > UMNO adalah persekutuan kekuatan2 ekonomi, dimana banyak juga 
orang 
> > India dan Tionghoa.
> > 
> > Salam
> > 
> > RM Danardono HADINOTO
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
**********************************************************************
> *****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> Indonesia yg
> > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
www.ppiindia.shyper.com
> > 
> 
**********************************************************************
> *****
> > 
> 
______________________________________________________________________
> ____
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >  
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> >  
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke