Iya bosen pakai nama Jawa terus mas. Tapi kalau Chenney pakai "e" jadi sodara sama tu manusia yang sok kuasa, jadi pakai "a". Shakespearre kan pernah bilang: "what's a name" atau kayak gitu. Besok2 pakai nama Jawa lagi "Dandangula", ha ha ha.
Banyak teman2 yang belum kenal Malaysia seringkali keliru,mas. Malaysia ini memang kental nuansa Islamyahnya, yang memang bagus begitu, terasa saleh dan diamalkan. Tetapi, kerangka negaranya sangat amat British. Konstitusinya adalah bertumpu pada system Inggris. Azasnya federalisme, dengan kedaulatan tertentu ditangan negara bagian (9 kesultanan dibawah Sultan2 Muslim dan 4 propinsi dibawah gubernur). Bahasa negara adalah bahasa Malaysia tetapi praktis dipakai bahasa komunikasi Inggris. System pendidikan juga Inggris, demuikian juga Hukum dan Administrasi Negara. Jadi, tak ada satupun dampak Hukum Islam atau Syariah dalam ketatanegaraan atau system pemerintahan Malaysia. Mas Tampubolon benar, memang tak ada keterkaitan antara agama dan kemakmuran. Jadi, disatu pihak, tak dapat dikatakan "Malaysia maju karena islami", tetapi juga tak dapat dikatakan "Islam menghalangi kemajuan ekonomi sosial". Islam dan demokrasi dapat berjalan sejajar. Tapi kontradiksinya, justeru bila hukum Islam tidak diberlakukan. Malaysia adalah contoh baik bagi keharmonisan system ex penjajah yang diamalkan dengan jatidiri budaya Malaysia, yakni Islam, Hindu dan Kongucu. Tidak seperti kita, mengutuk terus kesalahan penjajah, padahal kita yang gak mampu (penjajah sih memang selalu mau menjajah, ini jelaslah). Malaysia juga contoh baik, bagaimana azas sekularisme dapat berjalan sejajar dengan pengalaman agama menurut syariah masing2. Salam hangat RM D Hadinoto --- In [EMAIL PROTECTED], "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wah, ganti alamat e-mail nih.... p; > > Di sini malah blas, Mas. Penduduk pulau kecil > nan terpencil. Sebagian besar jadi petani > dan peternak sapi. Makannya kebanyakan diberi > babi.... weleh. Makanya masih dapat subsidi > dari Honshu yang lebih lagi... maksudnya lebih > jauh dari syariah, selain menjalankan kehidupan > tradisionalis religius campur aduk antara > Shinto, Buddha, Zen ... eh agak sama ya, > juga sisa-sisa Bushido. Itu pun juga kadang- > kadang ada yang sableng. > > Kemarin diberitakan eksekusi hukuman mati atas > pesakitan yang membunuh 8 atau 9 anak SD gitu. > Waktu diwawancara (atau ditanya) mengapa membunuhi > anak SD, jawabannya malah kacau: "Seandainya saya > datang ke TK, mungkin malah lebih banyak lagi > yang dapat saya bunuh...." Eeeee ternyata dia > korban perasaan sejak kecil. Dia merasa "mengapa > orang lain dapat hidup enak dan kaya, sedang dia > dan keluarganya "awet" miskin. Lalu terobsesi oleh > dendam yang terpendam dalam alam bawah sadarnya untuk > sekali-sekali menyaksikan orang-orang enak-kepenak > itu merasakan penderitaan. Salah satunya penderitaan > kehilangan anak.... weleh. > > Lho, malah ngelantur ke mana-mana. Intinya ya > ikut mengamini tulisan Mas Tampubolon, bahwa > kemakmuran tak ada sangkut-pautnya dengan agama. > > --mbah soel-- > [aku pernah dimaki-maki teman, ketika dia tanya > dengan heran: "kenapa sih Singapura bisa punya > GDP sampai 23.000 USD? (daya belinya). lalu tak > jawab cengengesan: "mereka pinter-pinter karena > kebutuhan asam amino hewaninya terpenuhi dan > merasa bebas makan daging hewan apa saja, terutama > babi dari P. Bulan..... hehehehehe] > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "channey2004" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Exactly mas, exactly. > > > > Tulisan saya adalah reaksi terhadap pandangan mas Nur > Rahmat: "Ingat > > jiran kita yang mungkin kehidupan negaranya lebih banyak dipenuhi > > syariahnya dengan kita sudah lebih maju daripada kita ....". > > > > Jadi, kemajuan Malaysia, tidaklah seperti dikatakan mas Nur tadi, > > seolah ada hubungannya dengan pemenuhan syariah. Saudara2 kita > > serumpun di Malaysia yang Muslim memang hidup dinegara yang lebih > > teratur dan makmur dari kita, ENTAHLAH mereka lebih melakukan > syariah > > atau tidak. > > > > Justeru pendapat anda yang ingin saya tekankan: tak ada hubungan > > agama dengan tingkat kemakmuran, karena yang memakmurkan Malaysia > > adalah perusahaan2 besar dan kebanyakan pengusaha2 Tionghoa, yang > > semuanya tak melakukan syariah. Jadi taak ada hubungan kausal. > > > > Thanks mas, kita sependapat. > > > > Salam > > > > RM Danardono HADINOTO > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Mohammad-Riyadi Tampubolon" > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Waduh mas, ga ada hubungannya status agama yg dianut dengan > tingkat > > > kesejahteraan. > > > Seperti status etnis Tionghoa, status agama yang dianut katolik > dan > > status > > > lainnya > > > > > > > > > Status kita sebagai warga negara Indonesia apakah menjamin kita > > akan otomatis > > > mengikuti smua aturan yang ada di negara Indonesia ini? > > > Nah dengan logika demikian status penganut agama tidak otomatis > > > merepresentasikan > > > kemuliaan agama yang dianut. > > > > > > Dalam Al Qur'an sendiri ada teguran untuk orang-orang yang > > menggunakan sebagian > > > ajaran agama Islam dan melempar sebagian yang lain kebelakang > > berdasarkan hawa > > > nafsunya saja. > > > > > > -----Original Message----- > > > From: rm_danardono [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > > Sent: Wednesday, September 15, 2004 8:09 PM > > > To: [EMAIL PROTECTED] > > > Subject: [ppiindia] Tambahan mas Nur:Re: Situasi dalam negeri > Israel > > > memanas > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]> > > > wrote: > > > > > > >>>>>Ingat jiran kita yang mungkin kehidupan negaranya lebih > banyak > > > dipenuhi syariahnya dengan kita sudah lebih maju daripada kita > yang > > > banyak berwacana. Apa kuncinya? Apa salah kita? kalau dilihat > bukan > > > Islam yang jadi masalahnya, mungkin masalahnya tidak bisa > > membedakan > > > yang mana Islam dengan budaya orang Islam dengan kata lain muslim > di > > > Indonesia adalah muslim yang jahiliyah (ignorant)<<<<<<<< > > > > > > > > > Sabar, sabar mas. saya kebetulan tahu sekali mengenai Malaysia, > > > karena banyak proyek2 disini yang dibiayai oleh perusahaan > banking > > > dimana saya berkerja (dan melalui meja saya). > > > > > > 1) Yang membuat maju Malysia adalah dua wilayah: Penang dan > pantai > > > barat semenanjung, serta Kalimantan utara (sabah dan Sarawak). > Yang > > > menentukan potensi ekonomi disini adalah: TIONGHOA. Motor ekonomi > > > Malaysia antara lain adalah Kuok Group. TAK ADA satu group yang > > gagah > > > perkasa yang dikuasai pribumi Malayu. No one. > > > > > > 2) Malaysia memakai bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi, ini > > > memudahkan komunikasi untuk investasi, dan membuat penduduk > > Malaysia > > > lebih mudah dipakai di-perusahaan2 Multi National. > > > > > > 3) Dalam statistik kependudukan Malaysia, strata yang termiskin > > > adalah penduduk Melayu yang kebetulan mayoritas Islam. > > > > > > 4) Wilayah yang ekonomis terbelakang adalah DUA kesultanan, yang > > > kebetulan dua2nya melaksanakan Syariah: Trengganu dan Kelantan. > > > Economically sunyi senyap! > > > > > > Partai Islam di Malaysia PAS tak mungkin mengambil alih > kekuasaan. > > > UMNO adalah persekutuan kekuatan2 ekonomi, dimana banyak juga > orang > > > India dan Tionghoa. > > > > > > Salam > > > > > > RM Danardono HADINOTO > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ********************************************************************** > > ***** > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > > Indonesia yg > > > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > www.ppiindia.shyper.com > > > > > > ********************************************************************** > > ***** > > > > > > ______________________________________________________________________ > > ____ > > > Mohon Perhatian: > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > > otokritik) > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > dikomentari. > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

