Surat Kembang Kemuning:

DARI PRAMOEDYA HINGGA KE JOHN LE CARRE [1].


Pada tanggal 9 Oktober 2004 yang akan datang, Lembaga Persahabatan Perancis-Indonesia 
"Pasar Malam" yang dipimpin oleh Johanna Lederer, penari  kelahiran Malang, Indonesia, 
akan melangsungkan "Hari Sastra Indonesia" [La Journ�e Litt�raire de l'Indon�sie"] 
bertempat di l'Institut N�erlandais", 121 rue de Lille, 75007 Paris. Kegiatan budaya 
tentang sastra Indonesia seperti ini merupakan hal langka dan sejauh pengetahuanku 
merupakan kegiatan pertama di Paris. Dari Indonesia bisa dipastikan akan hadir Joesoef 
Isak dari Hastra Mitra, penerbit karya-karya Pram terutama karya-karya Pulau Buru. 
Sebagai penerbit dan editor, Joesoef Isak seperti diketahui telah mendapat penghargaan 
internasional dari Amerika Serikat atas jasa-jasanya menerobos kekangan 
otoritarianisme Orba Soeharto.

Berkat lobbi istimewa dari Johanna Lederer, Lembaga Pesahabatan Perancis-Indonesia 
"Pasar Malam" berhasil merebut dukungan Kedubes Perancis di Jakarta, pemerintah 
Belanda, para Indonesianis Perancis, penulis-penulis terkemuka dalam dan luar negeri. 
Dari pengarang dalam negeri dukungan kuat datang dari Pramoedya A.Toer yang telah 
mengirimkan pesan melalui adiknya Kusalah S.Toer, sebagai berikut:

"Kepada Yth.
Johanna Lederer
Perancis
Jakarta, 20 Mei 2004 

Dengan hormat,

Inilah apa yang diucapkan oleh Pramoedya Ananta Toer kepada saya pada 17 Mei 2004 jam 
10.00 di rumahnya di Jalan Warung Ulan No. 9, Bojong Gede, Bogor, untuk pertemuan 
Asosiasi "Pasar Malam" tanggal 9 Oktober 2004 di Paris. Karena respons ini bersifat 
spontan, barangkali ada hal-hal lain yang masih perlu disampaikannya. Tapi saya sudah 
berpesan kepadanya, supaya apabila ada tambahan, saya dipanggilnya:

 "Saya minta maaf tidak dapat ikut menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi 
"Pasar Malam" di Paris tanggal 9 Oktober 2004. Pada waktu ini kesehatan saya tidak 
lagi memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

Saya terbawa oleh ucapan Bung Karno tentang perlunya natioan and character building 
bagi bangsa Indonesia, tidak hanya lewat tulisan tapi juga dalam kehidupan 
sehari-hari. Agar bangsa Indonesia tidak lagi menjadi bangsa kuli. Sampai sekarang ini 
bangsa Indonesia masih menjadi bangsa kuli.

Sesudah Bung Karno, bangsa Indonesia tidak punya pemimpin. Pada waktu ini di Indonesia 
banyak calon presiden dan calon wakil presiden, tapi saya yakin mereka umumnya tidak 
mengenal geografi Indonesia. Indonesia negeri lautan, tetapi dikuasai oleh angkatan 
darat. Tiap hari kekayaan laut Indonesia dijarah orang dari seluruh dunia, tidak ada 
yang bicara apa-apa. Dua ribu pulau di Indonesia tanpa nama. Hutan Indonesia dibabat 
3,8 juta hektar tiap tahun, atau 7,2 hektar per menit.

Sejarah Indonesia adalah sejarah pemuda Indonesia, dari sejak Perhimpunan Indonesia di 
Belanda, Sumpah Pemuda, Revolusi Agustus 1945, sampai penggulingan Suharto. Banyak 
mereka menjadi korban. Hanya sayang mereka tidak melahirkan pemimpin. Saya sudah 
lansir kepada para pemuda untuk mengadakan kongres pemuda lagi, tapi sampai sekarang 
tak ada gaungnya. Saya tak punya media.

Sehubungan dengan imperialisme, saya bangga, Indonesia bersama Vietnam menjadi bangsa 
pertama yang melepaskan diri dari imperialisme. Sayang bangsa Indonesia tidak berwatak 
produktif, sebaliknya konsumtif. Bagaimana mengubahnya, saya tidak tahu.

Sebagai bangsa baru, bangsa Indonesia harus membangun budaya baru dengan meninggalkan 
budaya lama yang merugikan. Dan saya sebagai pengarang dari bangsa baru tidak bisa 
disamakan dengan pengarang dari bangsa yang sudah ratusan tahun merdeka. Karena itu 
untuk saya sastra merupakan kewajiban pribadi dan nasional. Tidak ada di sini masalah 
hiburan.

Pada waktu ini saya sudah tidak menulis apa-apa lagi, karena semua yang ingin saya 
tulis sudah saya tuliskan. Saya tak punya hutang terhadap diri sendiri. 
Tulisan-tulisan saya sudah diterjemahkan dalam 38 bahasa dunia, kecuali dalam 
bahasa-bahasa Afrika. Tahun ini akan terbit terjemahan buku saya dalam bahasa 
Polandia, Yunani, dan Catalan. Di Amerika buku "Cerita dari Blora" langsung mendapat 
resensi, dan resensinya bagus-bagus.

Selamat kepada Asosiasi "Pasar Malam".

Koesalah S.Toer"



Dukungan kuat serupa juga datang dari sejarawan terkemuka Inggris Hobsbawn dan 
pengarang terkemuka bertaraf dunia dari  Inggris John Le Carr�, seperti yang 
dikemukakannya dalam suratnya berikut:

  
"I send you my wholehearted support, both to the writers brave enough to tell the 
truth, and the publishers brave enough to print it. 
"In the last year alone, the world has witnessed how free speech, even in democratic 
countries, has been eaten away. In the war of lies which was the war in Iraq, embedded 
Western journalists became instruments of their countries' propaganda machines. In 
both Britain and the United States the power of the corporate media to drown out the 
truth, suppress debate, and finally believe their own distortions, has become a clear 
and present threat to human liberty. 

"When the bully can present himself as victim, the invader as liberator, and the 
torturer as the misunderstood and overworked servant of his nation, we know that the 
libertarian ideal has been stolen from us by the very people to whom it was 
entrusted." 

John le Carr�, July 2004. 


Dukungan kuat tidak kurang datang pula dari para penerbit terkemuka Perancis seperti 
Bertrand Py, pimpinan redaksi penerbit "Actes Sud" yang mengkhususkan diri dalam 
penerbitan karya-karya asing di Perancis. Beberapa karya yang sudah diterbitkan oleh 
Actes Sud sudah mendapat penghargaan Nobel Sastra. 

Lengkapnya surat dukungan  Bertrand Py berbunyi sebagai berikut: 


Kawan-kawan,
Di pertemuan sastra Perancis-Belanda-Indonesia ini memberikan kepada saya tiga konteks 
khusus. Yang paling dekat kepada hati saya adalah penyertaan terbitnya dalam bahasa 
Perancis "Rantai Kunci" [l'Aneau de la Clef], sebuah roman yang memukau karya  Hella 
Haasse, yang menuturkan kenangan penulis atas apa yang oleh imperialisme Barat dahulu 
sebagai ""Les Indes N�erlandaises" [Nederlands Indie].

Hal kedua, yaitu Pameran Buku Internasional di Frankfurt yang pernah menghalang para 
editor yang sekarang hadir di sisi Anda, karena Pameran tersebut merupakan sebuah 
titik jumpa [rendez-vous] saling tukar sastra internasional yang tidak tergegahkan. 

Sedangkan soal ketiga, yang juga Anda sekalian tidak lupa memberikan hormat yaitu 
pemberi Hadiah Penerbit  dari Jeri Laber International  Freedom kepada saudara kita 
dari Penerbit Hasta Mitra, Joesoef Isak. 

Tiga peristiwa ini memang berlangsung di saat-saat yang berbeda-beda, tetapi bagi saya 
sudah cukup untuk menempatkannya dalam suatu perspektif guna memahami makna pertemuan 
seperti yang Anda-anda laksanakan hari ini.

Tanpa kepekaan penulis-penulis roman seperti Hella Haase atau Adrian van Dis, yang 
berani membeberkan apa yang tidak dikatakan dalam sejarah koloniual, maka pertemuan 
dua budaya dan ketiba-ketibaan bahagia atau tragis dari suatu percampuran [m�ttisages] 
tidak bakal memperoleh tempat pengungkapan diri. Mereka akan tenggelam dalam 
penyederhanaan Sejarah     atau ide-ide nasionalistis. Dalam hubungan ini maka roman 
menegaskan diri sebagai tempat di mana suatu paradok dan kontradiksi memperoleh wadah 
diri, menyodorkan sebuah etika pengalaman ketika menghadapi teoritisasi ideologi. 

Perjuangan untuk kebebasan mengungkap diri dan kebebasan menerbitkan yang 
diperlihatkan oleh Saudara  Joesoef Isak menjadi saksi bahwa pekerjaan penerbit 
merupakan kunci perlawanan terhadap  semua bentuk totalitarisme atau ketidaktoleransi 
politik.Dan bahwa perjuangan untuk demokrasi serta "Hak asasi manusia" bukanlah 
monopoli suatu negeri, atau peradaban. 

Buku merupakan sebuah wadah esensial bagi perjuangan ini, karenanya kemerdekaan buku 
[la libert� du livre] merupakan suatu  keperluan bagi demokrasi. Merupakan salah satu 
unsur yang paling penting bagi temu_temu sastra dan merupakan nilai acuan,  bagi bagi 
pertemuan yang sekarang berlangsung di Paris, untuk Perancis dan Indonesia di Paris 
ataupun di pertemuan tingkat dunia seperti di F Frankfurt.

Tapi buku juga adalah merupakan suatu barang dagangan yang tidak lepas dari 
perkembangan dahsyat   konsentrasi editorial, dari bahya produktivisme dan globalisasi 
ekonomi.  



Dalam menulis, mengedit dan berbicara kita menggunakan bahasa-bahasa berbeda: yang 
disebut kutukan Babel ini sesungguhnya merupakan suatu kemewahan. Adalah suatu peluang 
dan kebanggaan bagi kita, orang-orang buku, ketika menghdapi 500 kata bahasa 
Anglo-Amerika yang membentuk semua leksik pertukaran ekonomi skala dunia.Bahasa dari 
500 kata inilah yang diinginkan oleh dunia perdagangan yang bahkan di Frankfurt, semua 
 kita telah menterapkannya.

 

Kita telah menerima warisan daama� berbagai bahasa, yang berarti berbagai budaya. 
Memang terkadang bahasa merupakan rem bagi pertukaran ide, tetapi ia juga merupakan 
pemutusan terhadap aenyeragaman global. Kalau dunia memerlukan pertukaran, dunia tidak 
ingin diseragamkan.





Karena bahasa merupakan bahan pertama dan terakhir seni mereka, maka sastrawan dan 
para editor merupakan penjamin bagi keragaman yang diperkenalkan oleh para penterjemah 
sebagai suatu khazanah berharga seperti yang diperlihatkan tak kunjung henti oleh 
kesusasteraan. Pada kenyataannya, sastra mengandung  keinginan ganda kita yang tak 
kunjung puas: keinginan untuk terbuka terhadap yang lain dan keinginan bahwa kita 
tidak bisa diseragamkan.





Atas kehadiran Anda di tempat ini sekarang, saya menyampaikan hormat bersamaan dengan 
menyampaikan pikiran dan rasa persahabatan penuh kehangatan kepada saudara saya yang 
tercinta Saudara Joeosoef Isak, tamu kehormatan Anda sekalian.

Bertrand Py 

Kepala Redaksi Acted Sud

Paris, September 2004.

---------------------

JJ.KUSNI

[Bersambung...]



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke