ehem ehem... numpang nanye mas....
ane mo kenalan tuh ama kaum neoliberal yg maksa negara ampe UI, UGM 
dan ITB naik dari 5 ampe 75 jetong.

terangin dong ke ane, caranye itu kaum ampe bisa maksa gitu dan amfe 
para negarawan kite nyang bodoh (ah masa iye bodo seh?)... fercaya 
ame tuh kaum trus naekin biaya pendidikan.

terangin nyang komplet nyak... ane belo'on bener tuh ama kaum2 
neolib gitu... sebutin dong nama2nya entu kaum.. hik hik hik..

kalo menulut yg aye baca...
naeknya biaya pendidikan utk penyesuaian gaji para ndosen ama 
perbaikan pasilitas2 pendidikan.
sayangnya gaji ndosen tetep aja kecil kayak kata si revrisond di 
kompas kemaren yg cuma 2,2 juta. (jadi ga boleh frotes kalo beliau2 
pada sibuk ngobyek).
sayangnya lagi pasilitas2 ditambah dgn beaya yg tinggi banget (hmm, 
ane yakin ada nyang ikutan nilep duit proyek disitu)

jadi ane kaget bener ternyata ane salah berat, rufanya bukan karena 
ulah pengurus2 univ. nyang lufa naekin gaji dosen ame nyang hanya 
inget ngembat duit proyek (dan nyang so pasti lupa mikirin sistem 
subsidi silang buat orang kecil) sampe2 kenaikan biaya pendidikan 
justru jadi bumerang bagi rakyat.

ternyata itu ngulah kaum neo liberalisssssssssss wehehehehehe....
kenalin dunkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!



--- In [EMAIL PROTECTED], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sesungguhnya naiknya uang pangkal Universitas Negeri
> seperti UI, UGM, dan ITB jadi Rp 5 sampai 75 juta, tak
> lepas dari ulah kaum Neoliberal yang memaksa Negara
> untuk tidak membiayai pendidikan melalui proyek
> privatisasi.
> 
> Kampus Negeri dipaksa mencari uang sendiri, sehingga
> akhirnya mahasiswa yang miskin menjadi korban.
> 
> Firdaus Ibrahim <[EMAIL PROTECTED]> 
> Subject: RE: [ekonomi-nasional] Kompas 20040922:
> Memangkas Birokrasi demi 
> Pertumbuhan Ekonomi (James D Wolfensohn)
> 
> Sebenarnya inilah bentuk neoliberalisme dimana
> sasarannya adalah dismantling peranan negara dalam
> bisnis. Negara harus dilucuti, serahkan semua kepada
> swasta (privatisasi), tidak peduli apakah sektor yang
> akan diprivatisasi tsb adalah sektor yang menyangkut
> hajat hidup orang banyak, misalnya kesehatan,
> pendidikan, utilities, dsb. Serahkan semuanya ke
> "pasar," TINA (There is no
> Alternative, kata Tatcher dan Reagan).
> 
> Pasar lah yang berdaulat, yang lain tidak ada
> daulahnya sama sekali (Pasar dimaksud adalah
> segelintir petualang di bursa saham yang mempunyai
> dana
> besar dimana mereka mempermainkan saham). Kedaulatan
> rakyat tidak diperlukan karena dalam iklim
> neoliberalisme seseoang harus bisa survival in the
> fittest. Cacat lahir seperti kebutaan, bisu, tuli, dll
> adalah salah sendiri, negara tidak perlu mensubsidi
> orang-orang seperti itu. Barang publik seperti
> air diubah jadi komoditi sehingga diharuskah
> privatisasi pengelolaan sumber
> daya air. Di Dhabol, India, petani harus bayar
> sejumlah uang untuk menampung air hujan yang turun
> dari langit yang akan mengairi sawah ladangnya karena
> air bukan barang publik tapi izin/hak pengelolaannya
> sudah dimiliki oleh Vivendi, Thames, Lyonaise, dll
> perusahaan raksasa yang gemar sekali mengkampanyekan
> privatisasi air -- termasuk melalui WB, IMF, WTO, dll
> -- di berbagai penjuru dunia.
> 
> Sayang butuh waktu yang panjang untuk mengelaborasikan
> wajah sangar
> neoliberalisme, karenanya saya sudahi disini dulu.
> 
> Firdaus
> 
> -----Original Message-----
> From: Imam Soeseno [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, September 22, 2004 10:07 AM
> To: ekonomi
> Subject: [ekonomi-nasional] Kompas 20040922: Memangkas
> Birokrasi demi
> Pertumbuhan Ekonomi (James D Wolfensohn)
> 
> 
> Bisnis & Investasi Rabu, 22 September 2004 
> 
> Memangkas Birokrasi demi Pertumbuhan Ekonomi 
> 
> James D Wolfensohn *
> 
> SETAHUN lalu, Grup Bank Dunia menerbitkan laporan
> berjudul "Doing Business",
> yang untuk pertama kalinya mengukur regulasi yang
> memberatkan dan lemahnya
> perlindungan hak milik (property rights) di banyak
> negara miskin, yang
> menghambat pertumbuhan pesat sektor bisnis. Dengan
> publikasi laporan "Doing
> Business" yang kedua, pekan lalu, kita bisa melihat
> terjadinya perubahan
> signifikan di negara-negara berkembang dalam 12 bulan
> terakhir di bidang
> penting ini. Contohnya, jumlah usaha baru di Etiopia
> yang melonjak hampir 50
> persen tahun lalu.
> 
> TAMPAKNYA seperti sebuah keajaiban. Namun, sebenarnya
> tidak ada sesuatu
> alasan yang aneh. Pemerintah Etiopia memangkas biaya
> untuk mendirikan usaha
> baru, hampir 80 persen, atau kira-kira setara empat
> tahun gaji. Turki dan
> Maroko juga menyederhanakan prosedur, dan hasilnya
> mereka menyaksikan jumlah
> usaha baru meningkat sekitar 20 persen.
> 
> Jelas bahwa mempermudah para wiraswasta memulai bisnis
> baru, akan baik bagi
> pertumbuhan. Hal yang sama juga berlaku untuk
> aktivitas lain yang ditelusuri
> dalam laporan ini, termasuk di dalamnya
> memperdagangkan properti,
> membolehkan penggunaan kolateral (agunan) untuk
> memperoleh kredit. Jadi,
> tidak mengejutkan bahwa negara-negara yang memiliki
> regulasi yang lebih
> ramping dan efisien menikmati pertumbuhan ekonomi yang
> lebih tinggi.
> 
> Yang belum begitu jelas- tetapi sama pentingnya-adalah
> bahwa regulasi yang
> tak efisien akan memukul kelompok masyarakat yang
> rentan. Di sejumlah besar
> dari 145 negara yang tercakup dalam riset kami, aturan
> hukum yang restriktif
> membuat pekerja wanita dan pekerja usia muda terlempar
> dari pasar kerja.
> 
> Upah minimum tinggi yang tidak realistis juga berarti
> pekerja tidak terampil
> hanya bisa bekerja di sektor informal-yang merupakan
> pasar gelap (black
> market)-tanpa membayar pajak atau mendapat
> perlindungan apa pun. Upaya-upaya
> untuk memaksakan prinsip pekerjaan untuk seumur hidup
> (jobs for life) juga
> membuat para majikan menjadi enggan mencoba pekerja
> baru, terutama pekerja
> wanita.
> 
> Sebaliknya, negara-negara yang memiliki aturan-aturan
> yang lebih fleksibel
> memiliki lebih banyak tenaga wanita dalam barisan
> angkatan kerja sektor
> swastanya dan penganggur usia muda juga jauh lebih
> sedikit. Perlindungan hak
> milik yang lebih baik juga menguntungkan kelompok
> miskin. Sebagai contoh,
> jika kreditor memiliki hak hukum lebih kuat, mereka
> juga akan lebih banyak
> memberikan pinjaman. Semua diuntungkan, namun dampak
> yang lebih besar dan
> lebih signifikan akan dirasakan perusahaan-perusahaan
> berskala paling kecil.
> 
> Begitu pula jika negara menyediakan pelayanan
> registrasi properti yang
> efisien, maka semua jenis perusahaan akan melaporkan
> bahwa hak mereka
> terlindungi lebih baik, tetapi perusahaan-perusahaan
> skala kecil tetap
> menikmati keuntungan terbesar.
> 
> Banyak negara ingin melindungi kelompok masyarakat
> miskinnya, namun
> merupakan mitos jika dianggap regulasi birokratis dan
> ruwet bisa mencapai
> tujuan itu.
> 
> Norwegia, Swedia, Denmark, dan Finlandia, semua negara
> itu berada dalam
> daftar 20 negara dengan regulasi bisnis paling simpel.
> Mereka hanya mengatur
> yang perlu: seperti melindungi hak milik (property
> rights) dan menyediakan
> pelayanan sosial. Mereka sudah menyadari bahwa
> pekerja, investor, dan bahkan
> otoritas pajak, semua menghendaki bebas dari belitan
> birokrasi (red tape)
> ruwet.
> 
> REGULASI yang efisien juga bukan milik kas negara kaya
> saja. Lituania,
> Slowakia, Botswana, dan Thailand juga masuk daftar
> teratas 20 negara dengan
> birokrasi paling efisien. Laporan "Doing Business"
> tahun ini menunjukkan,
> negara-negara seperti India, Polandia, Slowakia, dan
> Kolombia juga menemukan
> caranya sendiri-sendiri untuk menyederhanakan regulasi
> usaha, memperkuat
> perlindungan hak milik, atau mempermudah sektor usaha
> mendapatkan modal.
> 
> Kami juga menemukan dan mendokumentasikan belasan
> kebijakan reformasi yang
> sudah terbukti bisa berhasil, baik untuk negara maju
> maupun negara miskin.
> Keberhasilan Etiopia yang dramatis dicapai dengan
> menghapuskan
> persyaratan-persyaratan yang tidak perlu bagi
> perusahaan untuk
> memublikasikan pengumuman mengenai usahanya di surat
> kabar-surat kabar.
> 
> Di Tanzania, pengadilan- pengadilan kepailitan
> berfungsi jauh lebih baik
> setelah diisi hakim-hakim spesialis. Thailand kini
> mengizinkan para
> wiraswasta memulai bisnis tanpa harus menyediakan
> modal minimum. Sebagian
> besar langkah reformasi ini segera bisa dinikmati
> hasilnya, berupa pajak
> lebih rendah atau pelayanan publik yang lebih baik.
> 
> Mengingat karena solusinya sering kali begitu
> sederhana, sungguh membuat
> frustrasi melihat bisnis di negara-negara berkembang
> termiskin justru
> menghadapi biaya administrasi tiga kali lipat lebih
> mahal serta prosedur
> birokratis dan penundaan hampir dua kali lipat lebih
> banyak dibandingkan
> dengan di negara-negara industri.
> 
> Sebagai akibatnya, negara- negara yang paling banyak
> membutuhkan wiraswasta
> untuk menciptakan lapangan kerja dan mendongkrak
> pertumbuhan-dalam hal ini
> negara- negara termiskin-justru yang paling banyak
> menerapkan hambatan bagi
> tumbuhnya wiraswasta tersebut.
> 
> Untuk mereka yang berjuang memulai atau menumbuhkan
> bisnisnya, tahun lalu
> merupakan tahun yang bagus bagi lebih dari 58 negara,
> yang mengalami
> perbaikan dalam beberapa aspek iklim usaha mereka.
> Sayangnya, lebih dari 58
> negara itu bukan negara-negara miskin, tetapi justru
> negara kaya yang
> sistemnya yang tertata baik sudah berjalan baik.
> 
> Kami berharap negara-negara miskin yang sudah
> menunjukkan langkah-langkah
> reformasi yang simpel dan berhasil bisa menjadi sebuah
> pelajaran dan
> inspirasi bagi banyak negara miskin lainnya.
> 
> Perlindungan hak milik intelektual yang kuat serta
> regulasi yang efektif dan
> lebih simpel tidak lahir dari suatu keajaiban. Itu
> terbentuk jika
> negara-negara mengukur birokrasi, mempertajam gunting
> reformasi, dan membuka
> jalan bagi rakyat kebanyakan untuk berpartisipasi
> dalam kehidupan ekonomi
> bangsa.
> 
> * Penulis adalah Presiden Bank Dunia. Informasi lebih
> lengkap mengenai
> laporan ini bisa dibaca di situs www.worldbank.org
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> Kampanye open-source Indonesia -
> http://www.DariWindowsKeLinux.com
> <http://www.DariWindowsKeLinux.com> 
> Solusi canggih, bebas ikatan, dan bebas biaya
> 
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups Sponsor����� 
> 
> ADVERTISEMENT
> 
> 
> 
> 
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=129t691te/M=290381.5325508.6427771.43174
04/D=gr
> 
oups/S=1705001222:HM/EXP=1095908872/A=2077974/R=0/SIG=12t5pg2qs/*http
://www.
> knowx.com/servlet/com.kx.shared.util.ClickMan2?
site=1&clickid=30202278745001
> 1650> ����� 
> 
> 
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=129t691te/M=290381.5325508.6427771.43174
04/D=gr
> 
oups/S=1705001222:HM/EXP=1095908872/A=2077974/R=1/SIG=12t58oo0m/*http
://www.
> knowx.com/servlet/com.kx.shared.util.ClickMan2?
site=1&clickid=30230426242672
> 2306> ����� 
> 
> 
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=129t691te/M=290381.5325508.6427771.43174
04/D=gr
> 
oups/S=1705001222:HM/EXP=1095908872/A=2077974/R=2/SIG=12tl4i0m5/*http
://www.
> knowx.com/servlet/com.kx.shared.util.ClickMan2?
site=1&clickid=30258573740343
> 2962> ����� 
> 
> <http://us.adserver.yahoo.com/l?
M=290381.5325508.6427771.4317404/D=groups/S=
> :HM/A=2077974/rand=231665798> ����� 
> 
> 
> � _____� 
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> *����� To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/
> <http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/> 
> � 
> 
> *����� To unsubscribe from this group, send an email
> to:
> [EMAIL PROTECTED]
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]
subject=Unsubscribe>
> 
> � 
> 
> *����� Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> Yahoo! Terms of Service
> <http://docs.yahoo.com/info/terms/> . 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> Kampanye open-source Indonesia -
> http://www.DariWindowsKeLinux.com
> Solusi canggih, bebas ikatan, dan bebas biaya
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/
> � 
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> � 
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
> Terms of Service. 
> 
> 
> 
> 
> =====
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.geocities.com/nizaminz
> 
> 
>               
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
> http://promotions.yahoo.com/new_mail



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke