http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-188%7CN
Senin, 11 Oktober 2004

FOBMI Kecewa dengan Carut Marut Persoalan yang Menimpa Buruh Migran 
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com - Jakarta. Federasi Organisasi Buruh Migran Indonesia (FOBMI) yang 
terdiri dari 14 organisasi basis buruh migran di 8 propinsi di Indonesia merasa kecewa 
dengan kenyataan carut marutnya persolan buruh migran. Pemerintah yang berkuasa selama 
ini tidak bisa menanggulangi secara serius persoalan buruh migran. Gagalnya pemerintah 
dalam menangani persoalan buruh migran ini telah menoreh luka bagi masyarakat basis 
buruh migran sebagai bagian dari rakyat Indonesia. Demikian salah satu isi dari Surat 
Terbuka FOBMI yang ditujukan kepada pemerintahan Baru, yang dirilis dalam milis: 
[EMAIL PROTECTED] (Senin, 11/10/04) 

Dalam surat terbuka tersebut, FOBMI melihat bahwa buruh migran kadang hanya menjadi 
korban kebijakan yang tidak melindungi, bahkan korban untuk dijadikan komoditas untuk 
menanggulangi problema pengangguran yang hingga kini telah mencapai mencapai sekitra 
40 juta orang. Pemerintah menurut FOBMI telah gagal untuk menciptakan lapangan 
pekerjaan di tanah air. Pada kenyataannya buruh migran juga hanya menjadi target 
perolehan devisa bagi negara. Pada tahun 2003 buruh migran memberikan 2,1 triliun 
rupiah bagi negara berupa remitaance, jumlah yang sangat membantu perbaikan ekonomi di 
masyarakat pedesaan yang selama ini syarat dengan kemiskinan. 

FOBMI juga menyesalkan, bahwa jumlah devisa yang cukup besar tersebut ternyata tidak 
diimbangi dengan kewajiban pemerintah untuk memberikan perlindungan yang memadai untuk 
mambantu buruh migran dalam mengatasi persoalannya. Sebenarnya persoalan buruh migran 
bukan hal yang rahasia lagi. Buruh migran bekerja dalam suatu kondisi yang sangat 
rentan dengan persoalan kasus-kasus yang kadang diluar batas kemanusiaan. Seperti 
kasus penganiayaan, perkosaan, pelecehan seksual, gaji tidak dibayar, bekerja tidak 
sesuai kontrak hingga persoalan di dalam negeri sendiri yaitu pemerasan, pemalsuan 
dokumen kasus deportasi massal dan sebagainya. 

Menurut FOBMI, tanggung jawab untuk mengatasi persoalan tersebut harusnya menjadi 
tugas penting yang pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada warga negaranya. 
Bagaimana permerintah harus bisa membuat sebuah mekanisme perlindungan yang jelas, 
kepastian hukum untuk perlindungannnya yang bisa diwujudkan dengan membuat produk 
undang-undang yang mampu menjawab kebutuhan riil buruh migran karena Undang-undang 
Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Luar negri (UUPPTKILN) yang baru 
disahkan ternyata hanya mengatur penempatan dan malah eksploitatif terhadap buruh 
migran, MoU yang dibuat dengan pemerintah negara tujuanpun tidak mampu mengakomodir 
kebutuhan buruh migran dan lagi-lagi hanya sebagai acuan rekruitmen dan penempatan 
dari pada perlindungan. 

Berkaitan dengan sejumlah persoalan tersebut, FOBMI melalui surat terbuka yang 
dikeluarkan oleh Dina Nuriyati sebagai Ketua menyerukan kepada pemerintah yang baru 
dalam 100 hari pemerintah baru, untuk melakukan perubahan-perubahan yang berkaitan 
dengan perlindungan buruh migran yaitu; (1) Agar presiden tidak menandatangani 
UUPPTKILN yang nyata-nyata tidak memberikan perlindungan terhadap buruh migran 
Indonesia dan mengupayakan satu Undang-undang yang lebih kepada bruuh migran.(2) 
Memberikan advokasi yang maksimal untuk para buruh migran yang mengalami masalah di 
luar negeri. Dan juga persolan didalam negeri. (3) Membuat Memorandun Of Understanding 
dengan semua negara yang tempat tujuan BMI yang mengakomodir kebituhan BMI baik forml 
maupun informal. (4) Menempatkan atase tenaga kerja disemua negara tujuan bekerja dan 
menyediakan Tim-tim advokasi dan (5) Memberantas praktek-praktek percaloan dan 
pemalsuan dokumen serta rekruitmen sampai ke akar-akarnya. 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke