Puji-pujian tidak selalu gratis. Tagihannya datang belakangan. > > Fr�n: Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> > Datum: 2004/09/28 Tue PM 01:42:09 CEST > Till: [EMAIL PROTECTED] > �mne: [ppiindia] Presiden SBY dan Terobosan Timteng > > Presiden SBY dan Terobosan Timteng > > Christianto Wibisono > DALAM acara diskusi, Selasa 21 September, di Voice of America (Radio Amerika) Prof > Dan Lev (Daniel Lev) menyatakan kagum dengan pemilih Indonesia yang lebih pintar dan > lebih bijak dari pemilih AS. Dan Lev termasuk pengagum Indonesia yang sering > melecehkan Presiden AS sebagai kalah maverick dari Presiden Indonesia. Deputi Menhan > Dr Paul Wolfowitz yang berbicara di depan mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas dkk > Rabu (22/9) malam, memuji Indonesia sebagai the third largest democracy after India > and the US, and the largest Moslem democracy yang membuktikan bahwa Islam bisa > compatible dengan democracy. > Sejak era globalisasi yang dinodai dengan ancaman teror, pemilu di seluruh dunia > saling mempengaruhi. Banyak pakar dan lembaga sudah mulai memperkenalkan teori > universal pilpres AS. Karena besarnya dampak dan pengaruh kekuasaan yang dimiliki > oleh Presiden AS sebagai superpower tunggal maka semua negara berkepentingan untuk > mencermati siapa yang akan terpilih jadi Presiden AS. Karena itulah orang sudah > mulai meluncurkan survei pilihan masyarakat pelbagai negara dalam persaingan Bush > lawan Kerry. Jika dunia boleh ikut memilih maka yang akan terpilih sebagai Presiden > AS 2 November nanti pastilah John Kerry. Karena dalam survei University of Maryland > (UoM) 32 dari 35 negara memilih Kerry dan hanya 3 negara yang memilih Bush, yaitu > Filipina, Polandia dan Nigeria. > Melihat besarnya pengaruh opini dunia terhadap pilpres AS saya justru melihat bahwa > pilpres di luar AS juga bisa mempengaruhi pilpres AS. Artinya, siapa pemenang pemilu > di Spanyol, Indonesia, India, Australia akan turut mempengaruhi pemilih AS. Memang > dalam survei UoM yang dikembalikan ke rakyat AS, 74% menyatakan cuek dan tidak > terpengaruh oleh pendapat dunia luar. Mereka sudah mantap dengan pilihan > masing-masing. Tapi dari 25%, sekitar 18% menyatakan akan mengikuti kecenderungan > global. Artinya, kalau dunia lebih suka Kerry, maka mereka akan rela menyesuaikan > diri sedang 7% menyatakan hanya sedikit terpengaruh. > > Pilpres Indonesia dipuji oleh The Wall Street Journal sebagai the anti-Spain model. > Pemilih RI tidak terpengaruh oleh bom Kuningan, dan mengharapkan Presiden SBY > sebagai mantan jenderal akan lebih tegas menindak teroris. Sebenarnya posisi RI > sebagai the largest Islamic democracy, bisa dikelola secara dinamik untuk > meluncurkan profile RI sebagai juru damai Israel-Palestina. > Di tengah kesibukan sidang Majelis Umum PBB ke-59 di New York sedang berlangsung > pertemuan antara G-8 dengan negara-negara Arab untuk meningkatkan proses perdamaian > Timur Tengah. Forum for the Future itu diketuai oleh Menlu AS Colin Powell dan Menlu > Marokko Mohamad Benaissa dan akan dilanjutkan dengan semacam KTT G-8 Liga Arab yang > diperluas dengan RRT setelah Sidang Tahunan Bank Dunia-IMF di Washington DC minggu > depan. > Presiden Megawati sebenarnya sedang antusias untuk memperingati 50 tahun Konferensi > Asia-Afrika di Bandung April 2005. Barangkali ini sekadar nostalgia untuk mengingat > kejayaan masa lalu. Walaupun konferensi itu sebetulnya diselenggarakan oleh PM Ali > Sastroamidjojo dalam sistem kabinet parlementer dan pihak oposisi Masyumi cs tidak > begitu antusias dengan gebrakan itu. Tapi nyatanya KAA Bandung dianggap menjadi > sumber inspirasi perjuangan bangsa Asia-Afrika untuk memperoleh kemerdekaan dari > bekas penjajah Eropa Barat. KAA merupakan salah satu war of ideas yang dimenangkan > oleh Dunia Ketiga dalam perjuangan memperoleh kedaulatan politik. > Sekarang setelah 50 tahun kenapa malah Irak dan Afghanistan harus mengalami > pendudukan kembali. Kenapa setelah 50 tahun, negara-negara Afrika justru terpuruk > berat ke lembah otoriterisme, KKN dan malapetaka serta democide seperti di Darfur. > Democide adalah pembunuhan atau pembiaran pembunuhan karena pemerintah tidak berdaya > dan Sudan menjadi failed-state (negara-gagal). > Salah satu alasan terorisme ialah konflik Israel-Palestina. Dan sekarang semua pihak > berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika PM Ali Sastroamidjojo dan Bung > Karno di tahun 1955 bisa menggalang diplomasi dan tekanan pendapat umum untuk > menghormati Semangat Bandung untuk self determination, maka sekarang Presiden SBY > diharapkan bisa memimpin suatu terobosan politik luar negeri Indonesia yang > proaktif. > Posisi atau citra sebagai the largest Islamic Democracy, mestinya menjadi modal > untuk bisa tampil sebagai salah satu mediator utama di samping Quartet (AS, Uni > Eropa, Rusia dan PBB) dalam mendorong perdamaian Timteng. Aset nasional Indonesia > seperti Gus Dur bisa dimanfaatkan sebagai Co-Chair bersama Amien Rais untuk memimpin > Tim Asia-Afrika untuk Perdamaian Timteng. Tim itu harus siap misalnya dengan > logistik pasukan perdamaian ASEAN sebagai bagian dari pasukan perdamaian Asia Afrika > untuk mengawasi pelaksanaan transisi perdamaian Israel-Palestina. > Dengan merangkul dua tokoh Islam tersebut maka Presiden SBY yang "sekuler" bisa > membuktikan bahwa RI benar-benar mempelopori Islam yang bukan hanya demokratis tapi > juga peaceloving ideology dan peace seekers yang menghormati perundingan ke arah > perdamaian sebagai lawan dari kelompok teroris yang membajak agama secara destruktif > nihilis. > > Jika perdamaian Israel-Palestina terwujud maka salah satu alasan atau akar teroris > telah ditiadakan sehingga siapa pun termasuk Azahari dan Noordin M Top yang masih > berkeliaran menghasut untuk mengebom sebagai balas dendam Palestina, tidak lagi > mempunyai alasan dan dalih untuk melanjutkan terorisnya.. Juga generasi muda yang > akan direkrut tidak akan berminat lagi untuk mengikuti panggilan biadab untuk bunuh > diri sambil bumi hangus yang tidak keruan juntrungan dan hanya menghancurkan bangsa > dan orang yang tidak berdosa menjadi korban bom dan teror model Beslan atau > Kuningan. > > Jika elite Indonesia bisa bersatu padu melakukan trobosan politik momentum kritis > proses perdamaian Timteng yang sekarang sedang berlangsung, maka ini akan merupakan > kinerja positif yang pasti berdampak luas bagi kepresidenan SBY. Dan yang lebih > penting lagi, martabat Indonesia akan melejit terhormat. Bukan sarang teroris, > karena Indonesia adalah korban teroris dan bertekad melawan dan memerangi terorisme > sampai ke akar akarnya. > Untuk itu akar masalah Israel Palestina harus dibenahi dan sebagai the largest > Islamic democracy, Indonesia terpanggil untuk menyumbangkan kebijakan cinta damai > dan cinta kemerdekaan itu secara konstruktif dan kreatif. Ini untuk mengejar > ketertinggalan kita dari Forum for the Future dan juga lobi negara-negara seperti > Brazil, India, Jepang, Jerman yang berjuang menjadi anggota tetap Dewan Keamaman > PBB. > Kita tidak perlu minder atau inferior, bila Presiden SBY dan tokoh kaliber global > seperti Gus Dur yang diterima oleh Israel maupun Arab demikian pula Amien Rais yang > kabarnya akan menjadi pembicara dalam Council of American Islamic Relations di > Washington DC minggu depan, bisa menjadi asset nasional untuk memantapkan RI di peta > geopolitik global. > Melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan selamat kepada Presiden SBY dan > Wapres Jusuf Kalla atas kemenangan mereka dalam pilpres 20 September. Kepada > Presiden Megawati dan Bung Taufiq Kiemas, yang telah menyelenggarakan pemilu yang > fair, saya juga mengucapkan selamat atas sportivitas Anda. Winston Churchill yang > memenangkan perang melawan Hitler dalam pemilu 1945 dikalahkan oleh Clement Atllee, > Mikhail Gorbachev adalah pelopor Glasnost dan Perestroika, malah kehilangan jabatan > Presiden, karena negaranya Uni Soviet bubar. > Lech Walesa memimpin Serikat Buruh Solidaritas membubarkan rezim diktatur Partai > Komunis Polandia, tapi hanya menjadi presiden satu periode. Anda (Megawati) akan > dicatat sebagai presiden yang memelopori pilpres langsung demokratis, dengan risiko > kekalahan yang diterima secara ksatria. Inilah pelajaran demokrasi yang karena itu > sangat dikagumi oleh orang seperti Dan Lev. Tapi buat Indonesia tentu akan lebih > baik jika kita tidak sekedar terlena oleh pujian itu, tapi membuat terobosan untuk > menciptakan kondisi ideal untuk pembangunan bangsa ini sambil menyumbangkan peranan > dalam menciptakan perdamaian dunia.* > > > > --------------------------------- > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih > Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > >
------------------------------------------------- WebMail fr�n Tele2 http://www.tele2.se ------------------------------------------------- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

