Kalau mereka warganegara Indonesia adalah kewajiban pemerintah Indonesia untuk 
memberikan bantuan perlindungan keselematan jiwa.

Warganegara Indonesia itu ada banyak macam tampang, etnik dan  keturunan,  misalnya 
ada dari  Arab, India, Pakistan, Malayu, Bangladesh, Cina, Belanda etc. Kalau misalnya 
orang Papua yang kebetulan ditahan, apakah dibilang itu orang asal afrika?

Tambah repot dipikirkan asal keturunan. Bagi orang beragama dibilang manusia adalah 
mahluk ciptaan Alloh. 

> 
> Fr�n: taufik orangkaya <[EMAIL PROTECTED]>
> Datum: 2004/10/02 Sat AM 12:34:36 CEST
> Till: [EMAIL PROTECTED]
> �mne: Re: [ppiindia] Kok warga RI ikut2 disandra? - Penculik berbahasa Indonesia
> 
> 
> ah ..bahasa?, kalau lihat berita metro bahasa cina, jadi heran ini asli org cina 
> atau indonesia.... ada ustad di indonesia, bahasa arab persis buaanget.. seperti 
> burung beo itu lho..disuruh ngomong..korup..korup..lama2 bisa juga ngomong korup.
> 
> Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Heran, kok teman-teman di sini tidak 
> mengomentari hal
> saya anggap justru sangat menarik:
> 
> "Menurut Menlu, KBRI Qatar bahkan diberi kesempatan
> oleh pihak Al-Jazeera untuk mendengarkan kembali
> dialog antara penculik dan sandera Indonesia. Pada
> rekaman gambar Al-Jazeera itu terlihat dan terdengar
> dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia."
> 
> Si Penculik BISA BERBAHASA INDONESIA!!!!
> 
> Rio
> 
> 
> --- taufik orangkaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > mereka pikir anggota JIL kali...tapi terlepas
> > anggota JIL atau bukan , kok bego amat sih mau
> > dikirim kesana? pemerintahkan sudah larang jangan ke
> > Irak, apalagi kerjanya buat perusahaan
> > kafirun!..lengkap sudah.
> > 
> > Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Mungkin para penyandra ingin menuntut agar pasukan
> > RI ditarik dari Aceh? atau supaya dikirim ke Iraq?
> > Mungkin mereka gak tahu Indonesia itu dimana?
> > 
> > 2 Perempuan Indonesia Disandera di Irak 
> > 
> > Doha, Kamis - Dua perempuan warga negara Indonesia,
> > Kamis (30/9), dilaporkan menjadi korban penyanderaan
> > kelompok bersenjata di Irak. Menteri Luar Negeri
> > Hassan Wirajuda membenarkan adanya peristiwa
> > tersebut. Kedua perempuan itu dalam rekaman video
> > yang disampaikan kepada stasiun televisi Al-Jazeera,
> > Qatar, dengan berbahasa Indonesia mengaku bernama
> > Rosidah binti Anam dan Rafikan binti Anim. Belum ada
> > tuntutan menyangkut penyanderaan mereka.
> > 
> > Menteri Luar Negeri (Menlu) kepada Kompas
> > mengatakan, RI mendesak siapa pun pihak yang
> > menculik dua perempuan Indonesia itu segera
> > membebaskan mereka. Alasannya, kata Hassan,
> > Indonesia tidak terlibat apa pun dengan pihak
> > pendudukan di Irak yang dipimpin Amerika Serikat
> > (AS). Indonesia juga tidak mengirim pasukan ke Irak.
> > Bahkan, RI mengutuk invasi AS ke Irak.
> > 
> > Menurut Hassan, Indonesia akan mencari jalur atau
> > kontak dengan pihak ketiga, terutama Qatar, yang
> > mungkin memahami dan tahu keberadaan dua sandera
> > warga negara Indonesia (WNI) itu.
> > 
> > Departemen Luar Negeri (Deplu), lanjutnya, juga
> > sudah meminta langsung kepada semua perwakilan RI di
> > sekitar Teluk untuk mengurus masalah penyanderaan
> > itu, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia
> > (KBRI) di Qatar, di Dubai, dan lainnya di sekitar
> > Teluk.
> > 
> > Bahkan, kata Hassani, KBRI Qatar langsung mendatangi
> > kantor televisi Al-Jazeera yang menginformasikan
> > pertama kali tentang penyanderaan itu.
> > 
> > Menurut Menlu, KBRI Qatar bahkan diberi kesempatan
> > oleh pihak Al-Jazeera untuk mendengarkan kembali
> > dialog antara penculik dan sandera Indonesia. Pada
> > rekaman gambar Al-Jazeera itu terlihat dan terdengar
> > dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia.
> > 
> > Hal itu diketahui ketika penculik menanyakan, "Nama
> > saudari siapa?" Lalu dua wanita yang menjadi sandera
> > itu mengatakan bernama Rosidah binti Anam dan
> > Rafikan binti Anim.
> > 
> > Hassan mengatakan, kedua WNI itu sebelumnya mengaku
> > bekerja di perusahaan elektronik di Irak. Namun,
> > tidak tertutup kemungkinan kedua perempuan itu
> > adalah pembantu rumah tangga di Irak.
> > 
> > Hassan mempertanyakan kepentingan penculik
> > menyandera kedua orang tersebut karena RI tidak
> > terlibat invasi ke Irak. "Kita berharap telah
> > terjadi aksi penculikan yang salah karena kita tidak
> > punya kepentingan dengan invasi ke Irak," kata
> > Hassan lagi.
> > 
> > Dia kembali mengingatkan agar seluruh WNI tidak
> > masuk atau berada di Irak. Kepada WNI yang sekarang
> > sudah berada di Irak, Pemerintah RI mengimbau agar
> > segera keluar dari negeri itu. "Karena penyanderaan
> > ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Irak belum
> > terjamin."
> > 
> > Bersama warga Lebanon
> > 
> > Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia
> > Deplu Ferry Adamhar menambahkan, belum diketahui
> > kapan pastinya kedua WNI itu diculik, dan dari mana
> > mereka diculik. Namun, dari video yang dikirimkan ke
> > Al-Jazeera disebutkan bahwa kedua WNI itu disandera
> > bersama dua warga Lebanon dan enam warga Irak.
> > 
> > Ferry menambahkan, seorang staf lokal KBRI di Irak
> > yang kebetulan sedang berada di Amman pun segera
> > ditugaskan untuk berangkat ke Irak melalui jalan
> > darat.
> > 
> > Para penyandera menamakan dirinya Tentara Islam di
> > Irak. Kelompok ini hingga kini masih menyandera dua
> > wartawan Perancis, Christian Chesnot dan Georges
> > Malbrunot.
> > 
> > Sejauh pengamatan Kompas yang mengunjungi Irak Juli
> > lalu, hanya ada 12 WNI di Irak yang terdiri dari
> > sembilan mahasiswa, dua mantan pegawai staf lokal
> > KBRI Baghdad, dan seorang putra mahasiswa Indonesia
> > yang menikah dengan wanita Irak. Memang ada
> > desas-desus di Baghdad bahwa terdapat 40 tenaga
> > kerja wanita (TKW) asal Indonesia di Irak, tetapi
> > belum ada konfirmasi tentang kebenaran berita
> > tersebut.
> > 
> > Pihak KBRI Amman, yang selama ini menjadi pintu
> > utama keluar masuk warga Indonesia dari dan ke Irak,
> > mengaku tidak mendapat informasi tentang 40 TKW itu.
> > "Mereka tidak melapor ke KBRI Amman," ungkap salah
> > seorang pejabat KBRI Amman.
> > 
> > Dalam rekaman video itu tampak empat sandera
> > laki-laki sedang berlutut. Di belakangnya berjejer
> > beberapa orang bertopeng yang mengacungkan senjata
> > otomatisnya ke para sandera. Beberapa saat kemudian
> > bergantian muncul dua perempuan berjilbab.
> > 
> > Menurut Al-Jazeera, para penyandera belum membuat
> > pernyataan atau tuntutan apa pun saat ini.
> > 
> > Menurut kantor Kedutaan Besar Lebanon di Baghdad,
> > pihak Kementerian Luar Negeri Lebanon membenarkan
> > ada dua warganya yang disandera di Irak. Bahkan,
> > menurut kabar terakhir, salah seorang dari dua warga
> > Lebanon yang disandera -bernama Imad Bassila-telah
> > dibebaskan.
> > 
> > Lebih dari 140 warga asing telah diculik di Irak
> > oleh berbagai kelompok bersenjata. Beberapa di
> > antara mereka menyandera dengan alasan untuk
> > mendapatkan uang tebusan. Namun, ada beberapa korban
> > disandera dengan alasan politis. Hingga kini
> > tercatat 26 warga asing telah dieksekusi.
> > 
> > 
> >             
> > ---------------------------------
> > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB
> > kostenlosem Speicher
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> > 
> > 
> > 
> >
> ***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> > Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in
> > Commonality & Shared Destiny.
> > www.ppiindia.shyper.com
> >
> ***************************************************************************
> >
> __________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
> > (kecuali sbg otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
> > akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari:
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only:
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email:
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > 
> > 
> > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> >    To visit your group on the web, go to:
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> >   
> >    To unsubscribe from this group, send an email to:
> > [EMAIL PROTECTED]
> >   
> >    Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> > Yahoo! Terms of Service. 
> > 
> > 
> > 
> >             
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We
> > finish.
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> > 
> > 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 

-------------------------------------------------
WebMail fr�n Tele2 http://www.tele2.se
-------------------------------------------------



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke