Betul, Pak Rio..., mungkin saja si penculik pernah ke Indonesia.., wong saya pernah 
ketemu di Cisarua,.. tapi mereka pengungsi Irak..., apa mungkin penculiknya juga ada 
yg sempet dolan-dolan ke Cisarua?
 
Tapi, lebih masuk akal kalo penculik pernah ke Indonesia, motifnya hanya cari sensasi 
atau tebusan, soalnya Indonesia sama sekali tidak mengganggu Irak..juga tidak ada 
pasukan di Irak (TNI)..., jangan-jangan penculiknya malah si suami perempuan itu ya... 
jadi mereka bisa komunikasi..
 
lha ini dimana bapak-bapak inteligen BIA kok tidak segera menuntaskan masalah 
ini...keduluan penculik..

Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Sekali lagi, tanggapannya kok melebar ke mana-mana.
Fokus saya pada si penculik. Yang saya harapkan
seharusnya ada pertanyaan:

1. Jika betul si penculik di Irak ini bisa berbahasa
Indonesia, apakah (mungkin saja?) ada warga Indonesia
yang ikut berjihad di Irak melawan Amerika?
2. Jika si penculik ini bukan warga Indonesia, apakah
mungkin ia pernah tinggal cukup lama di Indonesia
(mengingat ia bisa berbahasa Indonesia?). Atau ia
mungkin kursus bahasa Indonesia di mana?

Jawaban atas dua pertanyaan ini akan menarik.
Kalau soal korban warga sipil sih (siapapun orangnya,
etnis atau agamanya), sudah pasti kita perjuangkan
untuk dibebaskan... Itu nggak usah dibahas lagi.

Rio


--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> Kalau mereka warganegara Indonesia adalah kewajiban
> pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan
> perlindungan keselematan jiwa.
> 
> Warganegara Indonesia itu ada banyak macam tampang,
> etnik dan keturunan, misalnya ada dari Arab,
> India, Pakistan, Malayu, Bangladesh, Cina, Belanda
> etc. Kalau misalnya orang Papua yang kebetulan
> ditahan, apakah dibilang itu orang asal afrika?
> 
> Tambah repot dipikirkan asal keturunan. Bagi orang
> beragama dibilang manusia adalah mahluk ciptaan
> Alloh. 
> 
> > 
> > Fr�n: taufik orangkaya 
> > Datum: 2004/10/02 Sat AM 12:34:36 CEST
> > Till: [EMAIL PROTECTED]
> > �mne: Re: [ppiindia] Kok warga RI ikut2 disandra?
> - Penculik berbahasa Indonesia
> > 
> > 
> > ah ..bahasa?, kalau lihat berita metro bahasa
> cina, jadi heran ini asli org cina atau
> indonesia.... ada ustad di indonesia, bahasa arab
> persis buaanget.. seperti burung beo itu
> lho..disuruh ngomong..korup..korup..lama2 bisa juga
> ngomong korup.
> > 
> > Satrio Arismunandar 
> wrote:Heran, kok teman-teman di sini tidak
> mengomentari hal
> > saya anggap justru sangat menarik:
> > 
> > "Menurut Menlu, KBRI Qatar bahkan diberi
> kesempatan
> > oleh pihak Al-Jazeera untuk mendengarkan kembali
> > dialog antara penculik dan sandera Indonesia. Pada
> > rekaman gambar Al-Jazeera itu terlihat dan
> terdengar
> > dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia."
> > 
> > Si Penculik BISA BERBAHASA INDONESIA!!!!
> > 
> > Rio
> > 
> > 
> > --- taufik orangkaya wrote:
> > 
> > > mereka pikir anggota JIL kali...tapi terlepas
> > > anggota JIL atau bukan , kok bego amat sih mau
> > > dikirim kesana? pemerintahkan sudah larang
> jangan ke
> > > Irak, apalagi kerjanya buat perusahaan
> > > kafirun!..lengkap sudah.
> > > 
> > > Danardono HADINOTO 
> wrote:
> > > Mungkin para penyandra ingin menuntut agar
> pasukan
> > > RI ditarik dari Aceh? atau supaya dikirim ke
> Iraq?
> > > Mungkin mereka gak tahu Indonesia itu dimana?
> > > 
> > > 2 Perempuan Indonesia Disandera di Irak 
> > > 
> > > Doha, Kamis - Dua perempuan warga negara
> Indonesia,
> > > Kamis (30/9), dilaporkan menjadi korban
> penyanderaan
> > > kelompok bersenjata di Irak. Menteri Luar Negeri
> > > Hassan Wirajuda membenarkan adanya peristiwa
> > > tersebut. Kedua perempuan itu dalam rekaman
> video
> > > yang disampaikan kepada stasiun televisi
> Al-Jazeera,
> > > Qatar, dengan berbahasa Indonesia mengaku
> bernama
> > > Rosidah binti Anam dan Rafikan binti Anim. Belum
> ada
> > > tuntutan menyangkut penyanderaan mereka.
> > > 
> > > Menteri Luar Negeri (Menlu) kepada Kompas
> > > mengatakan, RI mendesak siapa pun pihak yang
> > > menculik dua perempuan Indonesia itu segera
> > > membebaskan mereka. Alasannya, kata Hassan,
> > > Indonesia tidak terlibat apa pun dengan pihak
> > > pendudukan di Irak yang dipimpin Amerika Serikat
> > > (AS). Indonesia juga tidak mengirim pasukan ke
> Irak.
> > > Bahkan, RI mengutuk invasi AS ke Irak.
> > > 
> > > Menurut Hassan, Indonesia akan mencari jalur
> atau
> > > kontak dengan pihak ketiga, terutama Qatar, yang
> > > mungkin memahami dan tahu keberadaan dua sandera
> > > warga negara Indonesia (WNI) itu.
> > > 
> > > Departemen Luar Negeri (Deplu), lanjutnya, juga
> > > sudah meminta langsung kepada semua perwakilan
> RI di
> > > sekitar Teluk untuk mengurus masalah
> penyanderaan
> > > itu, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia
> > > (KBRI) di Qatar, di Dubai, dan lainnya di
> sekitar
> > > Teluk.
> > > 
> > > Bahkan, kata Hassani, KBRI Qatar langsung
> mendatangi
> > > kantor televisi Al-Jazeera yang menginformasikan
> > > pertama kali tentang penyanderaan itu.
> > > 
> > > Menurut Menlu, KBRI Qatar bahkan diberi
> kesempatan
> > > oleh pihak Al-Jazeera untuk mendengarkan kembali
> > > dialog antara penculik dan sandera Indonesia.
> Pada
> > > rekaman gambar Al-Jazeera itu terlihat dan
> terdengar
> > > dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia.
> > > 
> > > Hal itu diketahui ketika penculik menanyakan,
> "Nama
> > > saudari siapa?" Lalu dua wanita yang menjadi
> sandera
> > > itu mengatakan bernama Rosidah binti Anam dan
> > > Rafikan binti Anim.
> > > 
> > > Hassan mengatakan, kedua WNI itu sebelumnya
> mengaku
> > > bekerja di perusahaan elektronik di Irak. Namun,
> > > tidak tertutup kemungkinan kedua perempuan itu
> > > adalah pembantu rumah tangga di Irak.
> > > 
> > > Hassan mempertanyakan kepentingan penculik
> > > menyandera kedua orang tersebut karena RI tidak
> > > terlibat invasi ke Irak. "Kita berharap telah
> > > terjadi aksi penculikan yang salah karena kita
> tidak
> > > punya kepentingan dengan invasi ke Irak," kata
> > > Hassan lagi.
> > > 
> > > Dia kembali mengingatkan agar seluruh WNI tidak
> > > masuk atau berada di Irak. Kepada WNI yang
> sekarang
> > > sudah berada di Irak, Pemerintah RI mengimbau
> agar
> > > segera keluar dari negeri itu. "Karena
> penyanderaan
> > > ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Irak
> belum
> > > terjamin."
> > > 
> > > Bersama warga Lebanon
> > > 
> > > Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum
> Indonesia
> > > Deplu Ferry Adamhar menambahkan, belum diketahui
> > > kapan pastinya kedua WNI itu diculik, dan dari
> mana
> > > mereka diculik. Namun, dari video yang
> dikirimkan ke
> > > Al-Jazeera disebutkan bahwa kedua WNI itu
> disandera
> > > bersama dua warga Lebanon dan enam warga Irak.
> > > 
> > > Ferry menambahkan, seorang staf lokal KBRI di
> Irak
> > > yang kebetulan sedang berada di Amman pun segera
> > > ditugaskan untuk berangkat ke Irak melalui jalan
> > > darat.
> > > 
> > > Para penyandera menamakan dirinya Tentara Islam
> di
> > > Irak. Kelompok ini hingga kini masih menyandera
> dua
> > > wartawan Perancis, Christian Chesnot dan Georges
> > > Malbrunot.
> > > 
> > > Sejauh pengamatan Kompas yang mengunjungi Irak
> Juli
> > > lalu, hanya ada 12 WNI di Irak yang terdiri dari
> > > sembilan mahasiswa, dua mantan pegawai staf
> lokal
> > > KBRI Baghdad, dan seorang putra mahasiswa
> Indonesia
> > > yang menikah dengan wanita Irak. Memang ada
> > > desas-desus di Baghdad bahwa terdapat 40 tenaga
> > > kerja wanita (TKW) asal Indonesia di Irak,
> tetapi
> > > belum ada konfirmasi tentang kebenaran berita
> > > tersebut.
> > > 
> > > Pihak KBRI Amman, yang selama ini menjadi pintu
> > > utama keluar masuk warga Indonesia dari dan ke
> Irak,
> > > mengaku tidak mendapat informasi tentang 40 TKW
> itu.
> > > "Mereka tidak melapor ke KBRI Amman," ungkap
> salah
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke