Dalam situasi rusuh dan chaos, selalu ada orang yang
cari untung. Di Irak, ketika tentara AS masuk Baghdad,
banyak penjarah berkeliaran.Di Indonesia juga begitu.
Ketika gelombang penculikan (politis), pemboman
(politis) merajalela... bukan tak mungkin ada orang
yang memancing di air keruh, menculik (bukan poolitis,
tapi kriminal) untuk minta tebusan. Di Aceh, GAM atau
sejumlah orang yang mengaku GAM, juga melakukan hal
sama.
Rio
--- dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Betul, Pak Rio..., mungkin saja si penculik pernah
> ke Indonesia.., wong saya pernah ketemu di
> Cisarua,.. tapi mereka pengungsi Irak..., apa
> mungkin penculiknya juga ada yg sempet dolan-dolan
> ke Cisarua?
>
> Tapi, lebih masuk akal kalo penculik pernah ke
> Indonesia, motifnya hanya cari sensasi atau tebusan,
> soalnya Indonesia sama sekali tidak mengganggu
> Irak..juga tidak ada pasukan di Irak (TNI)...,
> jangan-jangan penculiknya malah si suami perempuan
> itu ya... jadi mereka bisa komunikasi..
>
> lha ini dimana bapak-bapak inteligen BIA kok tidak
> segera menuntaskan masalah ini...keduluan penculik..
>
> Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> Sekali lagi, tanggapannya kok melebar ke mana-mana.
> Fokus saya pada si penculik. Yang saya harapkan
> seharusnya ada pertanyaan:
>
> 1. Jika betul si penculik di Irak ini bisa berbahasa
> Indonesia, apakah (mungkin saja?) ada warga
> Indonesia
> yang ikut berjihad di Irak melawan Amerika?
> 2. Jika si penculik ini bukan warga Indonesia,
> apakah
> mungkin ia pernah tinggal cukup lama di Indonesia
> (mengingat ia bisa berbahasa Indonesia?). Atau ia
> mungkin kursus bahasa Indonesia di mana?
>
> Jawaban atas dua pertanyaan ini akan menarik.
> Kalau soal korban warga sipil sih (siapapun
> orangnya,
> etnis atau agamanya), sudah pasti kita perjuangkan
> untuk dibebaskan... Itu nggak usah dibahas lagi.
>
> Rio
>
>
> --- [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Kalau mereka warganegara Indonesia adalah
> kewajiban
> > pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan
> > perlindungan keselematan jiwa.
> >
> > Warganegara Indonesia itu ada banyak macam
> tampang,
> > etnik dan keturunan, misalnya ada dari Arab,
> > India, Pakistan, Malayu, Bangladesh, Cina, Belanda
> > etc. Kalau misalnya orang Papua yang kebetulan
> > ditahan, apakah dibilang itu orang asal afrika?
> >
> > Tambah repot dipikirkan asal keturunan. Bagi orang
> > beragama dibilang manusia adalah mahluk ciptaan
> > Alloh.
> >
> > >
> > > Fr�n: taufik orangkaya
> > > Datum: 2004/10/02 Sat AM 12:34:36 CEST
> > > Till: [EMAIL PROTECTED]
> > > �mne: Re: [ppiindia] Kok warga RI ikut2
> disandra?
> > - Penculik berbahasa Indonesia
> > >
> > >
> > > ah ..bahasa?, kalau lihat berita metro bahasa
> > cina, jadi heran ini asli org cina atau
> > indonesia.... ada ustad di indonesia, bahasa arab
> > persis buaanget.. seperti burung beo itu
> > lho..disuruh ngomong..korup..korup..lama2 bisa
> juga
> > ngomong korup.
> > >
> > > Satrio Arismunandar
> > wrote:Heran, kok teman-teman di sini tidak
> > mengomentari hal
> > > saya anggap justru sangat menarik:
> > >
> > > "Menurut Menlu, KBRI Qatar bahkan diberi
> > kesempatan
> > > oleh pihak Al-Jazeera untuk mendengarkan kembali
> > > dialog antara penculik dan sandera Indonesia.
> Pada
> > > rekaman gambar Al-Jazeera itu terlihat dan
> > terdengar
> > > dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia."
> > >
> > > Si Penculik BISA BERBAHASA INDONESIA!!!!
> > >
> > > Rio
> > >
> > >
> > > --- taufik orangkaya wrote:
> > >
> > > > mereka pikir anggota JIL kali...tapi terlepas
> > > > anggota JIL atau bukan , kok bego amat sih mau
> > > > dikirim kesana? pemerintahkan sudah larang
> > jangan ke
> > > > Irak, apalagi kerjanya buat perusahaan
> > > > kafirun!..lengkap sudah.
> > > >
> > > > Danardono HADINOTO
> > wrote:
> > > > Mungkin para penyandra ingin menuntut agar
> > pasukan
> > > > RI ditarik dari Aceh? atau supaya dikirim ke
> > Iraq?
> > > > Mungkin mereka gak tahu Indonesia itu dimana?
> > > >
> > > > 2 Perempuan Indonesia Disandera di Irak
> > > >
> > > > Doha, Kamis - Dua perempuan warga negara
> > Indonesia,
> > > > Kamis (30/9), dilaporkan menjadi korban
> > penyanderaan
> > > > kelompok bersenjata di Irak. Menteri Luar
> Negeri
> > > > Hassan Wirajuda membenarkan adanya peristiwa
> > > > tersebut. Kedua perempuan itu dalam rekaman
> > video
> > > > yang disampaikan kepada stasiun televisi
> > Al-Jazeera,
> > > > Qatar, dengan berbahasa Indonesia mengaku
> > bernama
> > > > Rosidah binti Anam dan Rafikan binti Anim.
> Belum
> > ada
> > > > tuntutan menyangkut penyanderaan mereka.
> > > >
> > > > Menteri Luar Negeri (Menlu) kepada Kompas
> > > > mengatakan, RI mendesak siapa pun pihak yang
> > > > menculik dua perempuan Indonesia itu segera
> > > > membebaskan mereka. Alasannya, kata Hassan,
> > > > Indonesia tidak terlibat apa pun dengan pihak
> > > > pendudukan di Irak yang dipimpin Amerika
> Serikat
> > > > (AS). Indonesia juga tidak mengirim pasukan ke
> > Irak.
> > > > Bahkan, RI mengutuk invasi AS ke Irak.
> > > >
> > > > Menurut Hassan, Indonesia akan mencari jalur
> > atau
> > > > kontak dengan pihak ketiga, terutama Qatar,
> yang
> > > > mungkin memahami dan tahu keberadaan dua
> sandera
> > > > warga negara Indonesia (WNI) itu.
> > > >
> > > > Departemen Luar Negeri (Deplu), lanjutnya,
> juga
> > > > sudah meminta langsung kepada semua perwakilan
> > RI di
> > > > sekitar Teluk untuk mengurus masalah
> > penyanderaan
> > > > itu, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia
> > > > (KBRI) di Qatar, di Dubai, dan lainnya di
> > sekitar
> > > > Teluk.
> > > >
> > > > Bahkan, kata Hassani, KBRI Qatar langsung
> > mendatangi
> > > > kantor televisi Al-Jazeera yang
> menginformasikan
> > > > pertama kali tentang penyanderaan itu.
> > > >
> > > > Menurut Menlu, KBRI Qatar bahkan diberi
> > kesempatan
> > > > oleh pihak Al-Jazeera untuk mendengarkan
> kembali
> > > > dialog antara penculik dan sandera Indonesia.
> > Pada
> > > > rekaman gambar Al-Jazeera itu terlihat dan
> > terdengar
> > > > dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia.
> > > >
> > > > Hal itu diketahui ketika penculik menanyakan,
> > "Nama
> > > > saudari siapa?" Lalu dua wanita yang menjadi
> > sandera
> > > > itu mengatakan bernama Rosidah binti Anam dan
> > > > Rafikan binti Anim.
> > > >
> > > > Hassan mengatakan, kedua WNI itu sebelumnya
> > mengaku
> > > > bekerja di perusahaan elektronik di Irak.
> Namun,
> > > > tidak tertutup kemungkinan kedua perempuan itu
> > > > adalah pembantu rumah tangga di Irak.
> > > >
> > > > Hassan mempertanyakan kepentingan penculik
> > > > menyandera kedua orang tersebut karena RI
> tidak
> > > > terlibat invasi ke Irak. "Kita berharap telah
> > > > terjadi aksi penculikan yang salah karena kita
> > tidak
> > > > punya kepentingan dengan invasi ke Irak," kata
> > > > Hassan lagi.
>
=== message truncated ===
_______________________________
Do you Yahoo!?
Declare Yourself - Register online to vote today!
http://vote.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/