ya, BUng Satrio, diskusi apa pun  bisa bermanfaat asal tujuannya 
memang untuk membangun. 
Malah menurutku, agama sekarang harus didebat habishabisan. apakah 
Departemen Agama yang cuma jadi sarang koruptor dan terutama sarang 
penghalang sekulerisme itu tidak dibubarkan saja? Misalnya. 
Sekarang ini ada banyak paham tentang agama Islam, misalnya; ini 
semua harus diperjelas. Apakah agama menyuruh potong tangan atau 
malah minta ganti rugi senilai; memenjarakannya; atau memaafkan saja 
kalau yang dicuri cuma seekor ayam? 
Apakah hukum positif sudah sejalan dengan ajaran agama: penjara atau 
denda; atau bahkan vonis mati, seperti buat seorang warga India dan 
dua Thailand itu?
Apakah wajar sebagai orang beragama, cuek saja dengan bom di Bali dan 
yang terbaru di Kedubes Australia dan Ambon?   
Apakah kalau seiman salah dilindungi tapi kalau tak seiman biarpun 
betul dihalang-halangi?
Semua di atas itu masalah.
Masalah yang ada malah makin gawat karena model Basir yang jualan 
agama itu (menurutku) malah dianggap pahlawan bagi banyak orang.
tabik
wayan wayang 


--- In [EMAIL PROTECTED], Satrio Arismunandar 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Teman-teman,
> 
> Mohon maaf,  saya tak bermaksud menggurui. Namun,
> diskusi agama sebetulnya bisa bermanfaat dan
> mencerahkan, asal ada sejumlah syarat:
> 
> 1. Orientasinya lebih ke mencari titik temu dan
> persamaan, bukan mencari perbedaan (yang memang sudah
> pasti ada), apalagi pertentangan (yang tidak
> produktif). Diskusi soal iman, jelas tak akan mencapai
> titik temu, karena semua akan berpegang pada iman
> masing-masing.
> 2. Titik temu itu lantas untuk apa? Ya, untuk
> bersama-sama membangkitkan bangsa dan memajukan negeri
> kita yang sedang terpuruk.
> 
> Contoh: Diskusi soal "etos kerja".
> 
> Teman yang muslim bisa menyampaikan konsep etos kerja
> menurut Al Quran atau Islam. Bagaimana membangun etos
> kerja itu untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia, dan
> membangun negara.
> 
> Teman yang Kristiani, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu juga
> bisa berkomentar, dengan menyampaikan konsep etos
> kerja menurut ajaran agamanya masing-masing. Di sini,
> kita bisa membandingkan berbagai konsep tersebut.
> Tujuannya bukan untuk menang-menangan (menyalahkan
> konsep yang lain, mengunggulkan konsep sendiri), tapi
> justru mencari "sinergi."
> 
> Dampak yang diharapkan:
> 1. Masing-masing kita (secara tak langsung) belajar
> mengenai konsep/ajaran dari penganut agama/kepercayaan
> lain, untuk meningkatkan saling pengertian dan
> pemahaman, sekaligus menghindarkan kecurigaan, syak
> wasangka, kebencian yang tak berdasar, dsb.
> 2. Secara bersama-sama, lewat pendekatan
> masing-masing, kita bersama-sama memberi sumbangan
> pada konsep-konsep untuk membangun bangsa dan negara.
> Mungkin dari sekian konsep itu bisa dirangkum dalam
> "konsep gabungan" yang kita sepakati bersama, dan
> syukur-syukur bisa kita perjuangkan bersama. Kenapa
> tidak?  
> 
> Pepatah (Cina?) mengatakan: "Punya seribu teman, masih
> kurang. Tapi punya satu musuh, sudah terlalu banyak".
> KIta di sini jelas ingin menggalang pertemanan, untuk
> kepentingan yang lebih besar.
> 
> Rio 
> 
>  
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke