waspada waskita jangan gila kuasa salam
--- <y_caniago...> wrote: Pojokkan Mega dengan isu "rekonsiliasi" Kelihatannya didalam masyarakat semakin timbul kesan tak sedap bahwa sedang ada pemojokan dan pelecehan terus menerus oleh mereka yang menang pilpres 2004 terhadap perempuan yang kalah, yaitu Megawati Soekarnoputri. Dengan memakai isu "rekonsiliasi" yang sangat dipelintir, perbuatan ini tentu saja sangat tak terpuji didalam upaya bangsa kita kearah kemapanan demokrasi. Rekonsiliasi politik yang berdimensi nasional, apalagi untuk bangsa yang jumlahnya melebihi 200 juta dalam negara yang sebesar ini, selalu diyakini sebagai upaya berbaik-baik setelah terjadinya mala- petaka dibidang HAM yang mahaberat. Kita sering menengok kearah Afrika Selatan dengan Pahlawannya Nelson Mandela yang telah berhasil meraih rekonsiliasi serta mencapai sesuatu kebenaran setelah tragedi sangat berkepanjangan sekait dengan perbudakan, kolonialisme serta apartheid disana. Kembali ke Indonesia, khusus selama pemilu legislatif serta pilpres tahun ini segala situasinya dinyatakan oleh semua pihak, dalam dan luar negeri sebagai aman damai dan demokratis. Juga oleh James Carter! Dan Mega diakui oleh semuanya telah sangat berjasa dalam meletakan dasar-dasar demokrasi dan dalam penyelenggaran pemilu-pemilu tahun ini, juga melalui kata-katanya Jenderal (Pur) Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), pesaingnya yang lalu menang dalam pilpres itu. Jadi apa pasal sebetulnya lalu kini ditebarkan isu "rekonsiliasi" antara kubu SBY dan kubu Mega? Presiden perempuan pertama di Indonesia ini jauh-jauh hari sekitar dua tahun yang silam telah dengan jelas mengatakan bahwa pemilu 2004 harus berjalan secara demokratis, aman, semuanya harus "siap menang dan juga siap kalah". Tentunya kita ingat kan? Sangat tidak etis bahwa kini pihak yang menang lalu memojok-mojokan pihak yang kalah, padahal dalam kampanyenya merekapun terikut menekankan azas "fairplay". Adalah pelecehan besar terhadap makna rekonsiliasi ketika misalnya seorang tokoh mengatakan setelah menang pilpress "saya akan tersenyum pada Bu Mega pada pelantikan nanti". Juga penebaran isu ini melalui TV-TV dan media lainnya. Bukankah pilpres I dan II berjalan sangat demokratis? Telah dihembuskan bahwa masa pendukung Mega akan mengamuk bila ia kalah. Buktinya? Inipun upaya pelecehan pada rakyat kecil yang dikatakan akan berkelakuan primitif, mengamuk, tak tahu cara menanggung nasib kalah pemilu atau pilpres. Mereka lupakan bahwa wong cilik pun mempunyai budaya santun. Nyatanya banyak sekali warga bangsa ini yang telah menghirup hawa segar demokrasi mengartikan rekonsiliasi sebagai penyelesaian tuntas bagi bermacam-macam pelanggaran HAM dan ulah korupsi, kolusi dan nepotisme selama beberapa puluh tahun yang silam. Kejadian-kejadian itulah yang telah membenamkan bangsa kedalam keterpurukan multidimensi serta mengakibatkan trauma berat pada jutaan korban yang sampai kinipun masih belum dipulihkan semua hak warganya. Tak pelak lagi isu "rekonsiliasi" yang mengada-ada ini sasaran utamanya ialah Mega, jadi untuk mengikis perempuan ini dari segala jasa serta keberhasilannya dalam memimpin Indonesia melalui keadaan yang penuh dengan warisan buruk rezim yang sebelum reformasi, perempuan yang masih saja didengungkan tak layak jadi Presiden karena gendernya. Sangat logis bahwa Mega, PDI-P maupun sebagian masyarakat mulai bangkit bahwa "rekonsiliasi" semu itu tentu saja tak ada maknanya. Mungkin ada pihak yang berkeinginan supaya dihidupkan tradisi feodal dibumi Indonesia yaitu pihak yang kalah pemilu harusnya "sowan" ter- isak-isak minta ampun seperti yang kalah perang pada abad pertengahan, lalu menyatakan akan loyal pada pemenang, dan akan selalu mengirim upeti (yang kini dapat berarti dukungan politik). Wakil Sekjen DPP PDI-P Pramono Anung menyatakan bahwa "rekonsiliasi" semacam itu tak perlu karena pilpres berjalan mulus, dan memang tak ada peraturan apapun yang mengatur hubungan antara pihak-pihak yang berpilpres. Jadi wajar saja kan, bahwa Mega tetap menjalankan tugas sehari-hari sebagai Presiden RI dan SBY siap-siap masuk ke Istana Negara? Dan tanggal 20 Oktober nanti SBY jadi presiden, dan Mega jadi warga biasa. Gigihnya upaya pemojokan terhadap Mega dan PDI-P, dan seterusnya pada kelompok besar nasionalis sekarang ini tak pelak lagi sangat ada kaitannya dengan suara-suara dikalangan pendukung pemerintah yang akan datang bahwa mereka ingin sekali supaya SBY menang lagi pada pilpres 2009 nanti. Jadi tentunya pesaing-pesaing beratnya, yaitu dalam dunia politik tentunya PDI-P dan juga Partai Golkar harus terus menerus dipojokan. Sekaligus juga Koalisi Kebangsaan. Dininya gerakan "kampanye pemilu 2009" ini seharusnya cepat di- cermati oleh kelompok-kelompok demokratis di perpolitikan maupun dikalangan LSM, karena sangat mungkin pada tahun 2009 nanti bangsa kita akan membutuhkan "perubahan" lagi. Karena kalau hanya 10% saja dari segudang janji yang telah terhambur itu akan dipenuhi, maka tentunya akan harus diupayakan perubahan dari "perubahan" ini. --- End forwarded message --- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

