Di Detik.com disebut bahwa PKS dan PBB akan mencabut dukungannya jika ada menteri di Kabinet SBY yang pro IMF dan Konglomerat Hitam. Beritanya ada di: http://jkt1.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/10/tgl/18/time/81351/idnews/225829/idkanal/10
Sesungguhnya IMF (termasuk George Soros yang merupakan anggota kehormatan IMF) dan Konglomerat Hitam sudah menyengsarakan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, SBY hendaknya tidak mengangkat menteri yang Pro IMF, orang "Pasar" (Spekulan Saham), atau orang Konglomerat Hitam. Hendaknya SBY mengangkat menteri yang benar2 bisa mengembangkan perekonomian Nasional yang real (khususnya industri rakyat/UKM), sehingga seluruh rakyat bisa sejahtera. Bukan hanya bisa membuat bursa Saham ramai. Jangan sampai Kabinet yang pro IMF dan Konglomerat Hitam menyengsarakan rakyat, dan SBY hanya jadi presiden untuk 1 periode saja. Koalisi Kerakyatan harus untuk rakyat. Bukan untuk IMF, Konglomerat Hitam, atau "Pasar" (Bursa Saham). Senin, 18 Oktober 2004 Kabinet Harus Bersih dari IMF Laporan : run/jar/cho/ant JAKARTA -- Yudhoyono juga diminta untuk tidak merekrut konglomerat pengemplang BLBI jadi anggota kabinet. Kehadiran dana moneter internasional (IMF) di Indonesia saat krisis melanda, masih membekaskan pengalaman yang traumatik. Reaksi keras pun muncul ketika Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono mengikutkan 'orang dekat IMF' dalam seleksi calon anggota kabinet. Dua partai politik (parpol) yang ikut mendukung Yudhoyono dalam pemilihan presiden (pilpres), PKS dan PBB, meminta agar kabinet mendatang jauh dari pengaruh IMF. Keduanya khawatir, kuatnya pengaruh IMF dalam kabinet yang disusun Yudhoyono nanti membuat perekonomian Indonesia makin terpuruk. ''Kami minta orang-orang yang dekat dengan IMF seperti Marie Pangestu dan Sri Mulyani tidak diakomodasi. Sebab IMF selama ini telah jelas-jelas menyengsarakan rakyat,'' kata pejabat Ketua Umum PKS, Tifatul Sembiring, di Jakarta, Ahad (17/10). Dia menjelaskan, sejak Yudhoyono menyeleksi beberapa calon anggota kabinetnya, banyak pihak yang memberi masukan kepada DPP PKS. Syuro Lembaga Tinggi PKS kemudian mengkaji masukan-masukan tersebut. Selanjutnya, PKS membentuk Tim-5 yang dipimpin Sekjen PKS, Anis Matta. Tim itu sudah bertemu dengan Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla, dan menyampaikan nama-nama yang sebaiknya dicoret. Orang-orang bermasalah itu, ujar Tifatul, bisa mengganggu citra kabinet yang akan dibangun Yudhoyono. Selain tak mau 'dicemari' IMF, menurutnya, PKS juga meminta Yudhoyono tidak memasukkan tokoh yang terlibat KKN dan konglomerat pengemplang utang bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) jadi anggota kabinet. Dia tidak secara spesifik menyebut tokoh yang terlibat KKN dan kredit macet BLBI itu. ''Biar masyarakat sendiri yang menilai,'' tuturnya. Sejauh ini, beberapa tokoh telah dipanggil SBY ke Cikeas. Mereka antara lain Marie Pangestu, Aburizal Bakrie, dan Ramhat Gobel. Sedangkan Sri Mulyani, menurut informasi akan dipanggil SBY hari ini. ''Sekarang kami tinggal menunggu tanggapan. Tapi informasi yang kami dapat dari orang dekat Yudhoyono mengatakan bahwa Yudhoyono akan memperhatikan masukan kami,'' ungkapnya. Masukan itu, lanjut Tifatul, merupakan wujud niat baik PKS membantu pemerintahan Yudhoyono-Kalla. Hal senada juga dikemukakan Wakil Ketua PBB, Sahar L Hasan. Pihaknya malah sudah menyiapkan sikap untuk menarik dukungan dari Yudhoyono jika kabinet mendatang ternyata berpihak pada IMF. Selain persoalan tersebut, kemungkinan untuk menarik dukungan juga muncul karena, kata Sahar, partainya telah mendapat perlakuan kurang adil. Menanggapi reaksi tersebut, kemarin Yudhoyono pun menggelar konferensi pers di rumahnya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut dia mengungkapkan bahwa pemerintahannya tidak punya niat untuk membuka kembali program baru dengan IMF. ''Kebijakan Indonesia baik MPR, DPR, maupun pemerintah RI dalam program yang disebut letter of intent dengan IMF sudah selesai,'' ujarnya. Semua calon menteri yang akan dipilihnya, kata Yudhoyono, masih menjalani proses seleksi. Mereka terus diundang satu per satu untuk menjelaskan program yang akan mereka jalankan. Yudhoyono menekankan bahwa mereka yang sudah diundang ke Cikeas itu belum tentu menjadi anggota kabinetnya. Menurutnya, hingga saat ini belum satu pun menteri yang telah diputuskan. Dia pun meminta masyarakat untuk tidak berprasangka negatif terhadap proses seleksi yang dilakukannya. Janji Masih Tercatat Ekonomi yang hendak dibangun adalah untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, membangun infrastruktur untuk menghidupkan dunia usaha. Susilo Bambang Yudhoyono saat keliling Jawa Tengah, 11 Mei 2004. Mewujudkan ekonomi kerakyatan melalui upaya perbaikan perekonomian merupakan prioritas utama guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jusuf Kalla dalam orasi politik di Pesantren Modern Janji Mauli Muaratais, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, 20 Juni 2004. ''Hasil penelitian saya, kebijakan fiskal yang tepat bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran terutama dalam lingkup pedesaan dan sektor pertanian.'' Susilo Bambang Yudhoyono mengulas desertasi doktoralnya di IPB yang berjudul 'Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran: Analisis Kebijakan Ekonomi dan Fiskal'. Angka-angka ekonomi makro Indonesia menunjang keinginan keluar dari program IMF. Jusuf Kalla saat masih menjadi Menko Kesra, 5 Agustus 2003 "Bagi saya, apapun teoriny, entah itu ekonomi kerakyatan atau apapun istilahnya, yang penting kesejahteraan rakyat makin baik. Harus ada kemajuan secara bertahap" Yudhoyono dalam open house di rumahnya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, 29 September 2004. sumber: Pusat Dokumentasi Republika dan sumber lain http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=176010&kat_id=3 ===== Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.geocities.com/nizaminz _______________________________ Do you Yahoo!? Declare Yourself - Register online to vote today! http://vote.yahoo.com ===== Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.geocities.com/nizaminz __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish. http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

