http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=96205
Popularitas Hotel Oleh Bambang Sadono Saya mulai jadi anggota MPR pada tahun 1997. Para anggota lembaga tinggi negara tersebut ditampung di Hotel Indonesia (HI), dan hotel-hotel lain di Jl Sudirman, Jakarta. Bahkan dalam periode sebelumnya, sebagai wartawan, saya pernah menengok sejawat anggota MPR yang tidur di Hotel Wisata. Tak ada yang istimewa, semua baik-baik saja. Begitu baiknya, hampir semua jalan lancar, walaupun terkesan tidak efisien. Saya punya pengalaman: hanya seorang diri diangkut pakai bus dengan pengawalan lengkap, dari HI sampai ke Senayan. Keadaan mulai menjadi istimewa ketika MPR harus mengadakan sidang istimewa, saat harus memutuskan percepatan pemilu pada masa Presiden Habibie, tahun 1998. Begitu kerasnya tekanan masyarakat di luar gedung MPR, sehingga beberapa kali anggota harus dievakuasi ke penginapan. Ancaman kekerasan fisik benar-benar suatu kenyataan. Antisipasi sudah dilakukan, karena sebelumnya demonstrasi merajai jalanan di Jakarta. Akhirnya penginapan dialihkan di kompleks Senayan, baik di Hotel Mulia maupun Hilton. Beberapa kejadian berikutnya, pada sidang MPR 1999 yang memilih Gus Dur jadi presiden, mengulang peristiwa ketegangan di sekitar Senayan. Ketika massa pendukung Megawati yang gagal menjadi presiden marah, sebagai sasaran antara lain anggota MPR. Gerbang tol di depan gedung DPR/MPR sudah dibakar. Karena itu, walaupun menginap di hotel megah seperti Mulia, tetap saja terasa tidak nyaman. Ketegangan yang tak kalah serius terjadi saat sidang istimewa melengserkan dan mengganti Gus Dur dengan Megawati sebagai presiden. Selain tekanan massa yang keras di luar gedung parlemen, ketegangan juga terjadi di hotel, saat menunggu keputusan dekrit sampai dinihari. Memang kita tak perlu membayangkan bahwa sidang-sidang kali ini akan mengalami kejadian menegangkan seperti itu. Walaupun manajemen yang baik, tetap harus memerhitungkannya. Setidaknya bisa dipertimbangkan hal-hal kecil yang sebenarnya berdampak begitu besar. Mengapa anggota MPR harus dikonsentrasikan di suatu tempat? Pertama, karena kepentingan protokoler. Sekitar 700 orang harus berada di tempat yang sama, pada waktu yang sama, dalam kondisi lalu-lintas Jakarta seperti sekarang ini. Kedua, dari segi keamanan, bagaimana mengamankan 700 orang yang berangkat dari 700 titik, tersebar dari berbagai wilayah di Jakarta. Ketiga, kalau terjadi perpanjangan waktu yang tidak bisa diprediksi, ke mana mereka beristirahat kalau esok paginya juga langsung ada jadwal sidang yang harus dihadiri. Memang para pimpinan MPR mengatakan akan menginap di kantor. Ruang kerja pimpinan MPR memang sudah seperti hotel: ada kamar mandi dalam, dan sofa yang nyaman untuk beristirahat. Tetapi untuk anggota, belum tentu ruang kerjanya sudah siap. Kalaupun siap, sekitar 8 kamar kerja dengan satu kamar mandi. Jadi kalau mereka menginap di kantor, akan terlihat antrean panjang anggota majelis yang terhormat berkalung handuk dan menjinjing sabun serta sikat gigi di depan kamar mandi yang sempit. Jadi, dilihat dari sudut menajemen, pernyataan para pimpinan MPR itu terkesan lucu. Kalau dianggap fasilitas Hotel Mulia atau Hilton, yang dulu dipilih karena lokasinya dekat, dianggap terlalu mahal atau mewah, yang diperlukan adalah bagaimana cara menghemat atau mencari alternatif yang lebih murah. Tetapi hotel tidak bisa menghilangkan fungsi tempat transit, saat sidang-sidang berjalan marathon dan tak bisa diprediksi waktunya. Adalah keliru kalau menganggap anggota MPR mabuk hotel. Saya termasuk di antara banyak anggota yang tidak bisa menikmati tidur di hotel saat sidang berlangsung, dan karena itu lebih banyak pulang ke rumah. Anak isteri merasa tak nyaman menginap dalam suasana tegang, dengan kontrol keamanan yang demikian ketat. Tetapi sebagai tempat transit, untuk mandi, atau beristirahat sejenak, sambil menunggu sidang berikutnya, hotel memang sangat membantu. Karena kebijakan pimpinan MPR itu tidak rasional, maka ada kesan mereka sekadar mencari popularitas dengan mengukur kepentingan sendiri. Apakah mereka pernah bertanya, di daerah mana saja anggotanya tinggal selama ini? Dengan apa mereka mencapai kantor di Senayan? Dan yang lebih lucu, mereka berbuat seperti pihak yang tidak bertanggung jawab: membuat pernyataan di koran akan menginap di kantor. Seolah-olah mereka yang menginap di hotel itu berdosa besar. Bagaimana lembaga prestisius yang mengemban amanat besar rakyat ini akan dikelola dengan baik kalau para pimpinannya melakukan kebijakan yang lucu-lucu semacam itu? Saya pikir tak ada yang keberatan kalau diputuskan menginap di hotel yang lebih murah. Kalau tidak salah, yang menyarankan Mulia dan Hilton jadi alternatif - baik pada masa Presiden Habibie, Gus Dur, maupun Megawati - adalah aparat keamanan. Jangan menumpang popularitas dalam soal seperti ini. Carilah tema yang lebih bermutu!*** Bambang Sadono adalah anggota DPR/MPR RI. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

