-----Original Message-----



http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0410/21/ekonomi/1339208.htm


Kamis, 21 Oktober 2004  


 

Pengumuman Transparency International
Indonesia Merupakan Negara Terkorup Kelima di Dunia 



Jakarta, Kompas - Transparency International mengumumkan kembali Indeks Persepsi 
Korupsi yang menyebutkan bahwa posisi Indonesia berada di urutan kelima negara 
terkorup di dunia dari 146 yang diteliti. Dengan demikian, upaya pemberantasan korupsi 
di Indonesia belum berjalan efektif meskipun berbagai perangkat hukum dan pengawas 
sudah dibangun.

Dalam sebuah jumpa pers di Jakarta, Rabu (20/10), Sekretaris Jenderal Transparency 
International Indonesia Emmy Hafild menyebutkan, nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 
Indonesia sebenarnya mengalami kenaikan dibandingkan dengan tiga tahun terakhir ini, 
yakni dari 1,9 menjadi 2,0. Peningkatan itu tidak signifikan karena hanya meningkat 
sekitar 0,1 poin.

"Nilai IPK itu telah menempatkan Indonesia pada posisi nomor lima terkorup dari 146 
negara yang disurvei. Indonesia disejajarkan dengan Angola, Republik Demokratik Kongo, 
Pantai Gading, Georgia, Tajikistan, dan Turkmenistan," kata Emmy.

Peningkatan nilai IPK itu tak mampu mendongkrak rangking Indonesia menjadi lebih baik, 
bahkan malah terpuruk dari posisi keenam tahun 2003 menjadi rangking kelima tahun 
2004. Hal itu karena pada saat yang sama, beberapa negara lain dinilai telah melakukan 
upaya-upaya yang konkret dalam memberantas korupsi di negara mereka.

"Kondisi itu membuat posisi Indonesia justru lebih buruk karena negara yang disurvei 
lebih banyak, yakni dari 133 negara menjadi 146 negara. Tahun ini beberapa negara, 
seperti Austria, Botswana, Ceko, Thailand, Perancis, El Salvador, Uganda, dan Uni 
Emirat Arab, dinilai telah melakukan sesuatu untuk memberantas korupsi di negara 
mereka. Jadi, nilai IPK dan rangking mereka meningkat," ujar Emmy.

Pada laporan yang sama disebutkan negara yang melakukan upaya terbaik dalam 
memberantas korupsi di negara mereka adalah Finlandia, kemudian disusul oleh Selandia 
Baru, Denmark, Islandia, dan Singapura. Di kawasan Asia hanya Myanmar yang dilaporkan 
memiliki nilai IPK yang lebih kecil dibandingkan Indonesia. "Pemerintah di bawah 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kami tantang untuk meningkatkan nilai IPK itu 
setidaknya hingga mencapai 3,5 saja, tidak perlu muluk-muluk. Hal itu diharapkan akan 
tercapai dalam lima tahun mendatang," katanya.

Penyelewengan uang

Ketua Badan Pengurus Transparency International Indonesia Todung Mulya Lubis 
mengungkapkan, penyelewengan uang negara yang terjadi di Indonesia antara 1999-2004 
mencapai Rp 166,5 triliun. Pelanggaran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) 
merupakan yang terbesar, yakni Rp 144 triliun.

"Itu merupakan temuan Badan Pemeriksa Keuangan, yang juga menyebutkan bahwa lembaga 
negara yang paling tinggi tingkat penyelewengannya adalah Kejaksaan Agung, dengan 
persentase 51,8 persen. Untuk semester pertama 2004 saja ditemukan penyelewengan 
sebesar Rp 37,39 triliun dari total anggaran dan kekayaan yang diperiksa senilai Rp 
1.312 triliun," kata Todung.

Alokasi dana

Di tempat yang sama, Dewan Penasihat Transparency International Indonesia Sofjan 
Wanandi menyebutkan, di Indonesia setiap perusahaan harus mengalokasikan dana sebesar 
15 persen dari total biaya produk mereka untuk biaya pungutan liar. Nilai itu sangat 
tinggi karena setara dengan dana yang diperlukan oleh para pengusaha untuk menutupi 
biaya tenaga kerja.

"Saat ini setiap pengusaha harus mengalokasikan dana mereka 50 persen untuk bahan 
baku, 15 persen untuk tenaga kerja, 10 persen untuk biaya lain-lain, dan 15 persen 
lainnya untuk biaya yang tidak bisa dipertanggungjawabkan akibat pungutan yang begitu 
banyak," kata Sofjan 

Wanandi. (OIN)

 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke