--- In [EMAIL PROTECTED], <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mungkin maksud mereka ialah untuk menjamin keselamatan negeri mereka, dan juga sewaktu-waktu bisa bantu TNI yang sampai kini belum mampu membasmikan pembunuhan penduduk orang-orang yang tak dikenal seperti di Sulawesi Tengah. > > Untuk menjajah Indonesia itu perlu jumlah tentara yang banyak sesuai keadaan geografis, jadi untuk apa dijajah cukup kalau pemerintah Indonesia bertindak sebagai penjajah, seperti pemerintahan Pak Harto dimana orang Aceh dibabat dan wanita-wanitanya diperkosa tanpa ada proses hukum terhadap para pelaku. >
Mungkin... tapi kalau kita berbicara mungkin, kemungkinan lain juga banyak. Apa tidak mungkin, sambil "nginap" di RI nanti, "intelijen-intelijen" asing itu "nyambil" mempelajari Indonesia dari lebih dekat dan LANSUNG, sehingga pada saatnya nanti, semua rencana sebenarnya (siapa tahu itu apa? Kemungkinannya banyak...) dapat direalisasikan dengan lebih mulus. Kepercayaan rakyat terhadap pemerintah disebagian kalangan masyarakat memang sudah jelek sekali. Tapi mana ada reformasi apapun yang instan? Mau di-instan-i sih bisa-bisa saja, tapi yang dihasilkan dengan instan pasti akan buyar/hancur dalam waktu yang cukup instan juga. TNI memang pernah bersalah dimasa lalu, tapi TNI juga terdiri dari manusia-manusia seperti kita, hamba-hamba Allah yang tidak sempurna dan sering berbuat khilaf. Makanya ada reformasi dalam tubuh TNI. Apakah anda merasa mayoritas rakyat Indonesia lebih mempercayai "segerombolan pasukan asing" atau lebih baik memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita sendiri yang ada didalam TNI yang sedang sekuat tenaga memperbaiki dirinya (dan mungkin, mungkin sekali "oknum-oknum" yang dulu bersalah sudah "dihukum" Tuhan dalam arti: pensiun, meninggal dalam tugas dll) Saya temukan satu lagi berita senada sebagai berikut: http://news.yahoo.com/news?tmpl=story&u=/afp/20041102/wl_asia_afp/australia_indonesia_041102085402 Indonesia will not allow Australian troops on its soil: president SYDNEY, (AFP) - Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono has ruled out allowing Australian troops to be stationed on its soil or letting them carry out pre-emptive strikes against extremists on its territory. AFP/File Photo In an interview with The Bulletin magazine, the newly elected Yudhoyono said relations with Australia would be a priority for his government but an excessive Australian security presence could be seen as intervention. "With good cooperation, there will be no need for the presence of the Australian military or police in Indonesia," he said. "That would only create problems for Indonesian people, who could wrongly perceive that as a form of intervention." Relations between the two countries have been prickly since Australia led international intervention in East Timor (news - web sites) in 1999 to stop a bloodbath by Indonesian troops and their militia proxies. However, police and other cooperation against Islamic extremists was stepped up after the 2002 Bali bombings. It was further increased after September's bombing of the Australian embassy in Jakarta. Prime Minister John Howard's government has stirred controversy by raising the possibility of pre-emptive strikes in the territory of unspecified neighbours to stop terrorist attacks. Those statements have been widely interpreted to mean Indonesia despite government denials. Since Howard's re-election last month, which coincided with that of Yudhoyono, the Australian government has talked of a new security pact with its giant neighbour in a bid to mend ties. Yudhoyono told The Bulletin a discussion forum was more important. "We don't need to create security or defence pacts because even in Southeast Asia we've never thought to create such pacts," he said. "What we need is a forum for dialogue between Indonesia and Australia to initiate talk on how regional security can be managed. "I will push strongly to create such a forum." The former general also promised to take stern action against terrorists operating out of Indonesia. The Al-Qaeda-linked Jemaah Islamiyah, which is blamed for numerous attacks including the Bali blasts, is based in Indonesia. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

