Beralasankah kekhawatiran kita? Tak mampukah kita bersaing? Apakah
pendidikan kita hanya terjamin, bila tak ada PT asing dinegeri kita?
Tidakkah, PT asing berarti juga peluang bagi anak didik kita, dimana
kita tak pelu mengirim anak didik kita ke LN, yang hanya akan
membuang devisa? Misalnya, tidak mengirim anak didik kita ke Agra
tetapi ke Bandung? tidak ke Boston tapi ke Tondano?
Bagaimana pendapat kalian, kawan2?
Salam
RM D Hadinoto
SUARA PEMBARUAN DAILY
----------------------------------------------------------------------
----------
Regulasi Masuknya Perguruan Tinggi Asing
EMUNGKINAN masuknya perguruan tinggi (PT) asing menimbulkan
kekhawatiran sejumlah kalangan pengelola PT karena akan menyulitkan
keberadaan perguruan tinggi di Indonesia. Pemimpin perguruan tinggi
yang tergabung dalam Forum Rektor telah menyampaikan keberatan dan
kekhawatiran. Peluang masuknya PT asing berkaitan dengan kesepakatan
perdagangan jasa atau General Agreement on Trade in Services (GATS).
Kekhawatiran-kekhawatiran seperti ini sebenarnya telah muncul dalam
berbagai bidang berkaitan arus globalisasi yang nyaris tak
terbendung. Sayangnya, Indonesia sering menyikapi hal ini hanya
dengan kecemasan-kecemasan belaka, menunjukkan pengakuan bahwa kita
memiliki masalah dalam daya saing. Akibatnya, perdagangan bebas
selalu tampil sebagai wajah yang menakutkan daripada peluang bagi
Indonesia melakukan ekspansi ke luar negeri.
KECEMASAN ini jarang sekali dijadikan sumber energi untuk membenahi
diri. Bayang-bayang tentang arus perdagangan bebas yang menjadikan
Indonesia sebagai pasar sebenarnya telah lama terlihat, tetapi upaya
untuk mengantisipasi terlalu lemah. Demikian juga di bidang
pendidikan yang belakangan juga menuai kritik karena kualitas yang
tidak membaik. Bahkan makin banyaknya warga negara Indonesia yang
memilih pendidikan di luar negeri tidak dijadikan pemicu untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri. Kenaikan yang
paling menonjol justru selalu pada biaya pendidikan.
Namun demikian, dalam kondisi seperti ini, kita juga tidak mungkin
tampil sok gagah dengan begitu saja menerima perdagangan bebas. Tanpa
daya saing yang kuat, mengadopsi begitu saja perdagangan bebas justru
makin menyulitkan keadaan Indonesia yang sudah sulit ini. Oleh karena
itu, masalah kemungkinan masuknya perguruan tinggi asing ini juga
harus disikapi dengan lebih cermat. Menjadi sebuah tantangan yang
menggugah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga pada
saatnya siap bersaing dengan perguruan tinggi asing.
Di sisi lain, kita pun tidak ingin perguruan tinggi di Indonesia
hanya menjadi jago kandang yang selalu dilindungi oleh proteksi yang
berlebihan. Kerja sama dan masuknya perguruan tinggi asing diperlukan
untuk mendorong perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Yang
diperlukan adalah regulasi yang jelas tentang masuknya perguruan
tinggi asing tersebut, agar tidak menjadikan perguruan tinggi dalam
negeri makin lemah.
REGULASI yang diperlukan haruslah menyangkut tiga hal penting.
Pertama, perguruan tinggi asing yang masuk harus bekerja sama dengan
perguruan tinggi yang sudah ada di Indonesia baik swasta maupun
negeri. Dengan begitu, kehadirannya bisa bersinergi untuk
meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Lagipula kerja sama ini
bisa menjadi bagian dari pengawasan agar jangan sampai yang masuk ke
Indonesia adalah perguruan tinggi negeri "ruko" (rumah toko).
Bukankah sudah banyak cerita perguruan tinggi "ruko" di negara yang
maju sekalipun?
Kedua, perguruan tinggi asing masuk ke Indonesia hanya untuk membuka
program-program studi yang di Indonesia belum ada atau masih lemah,
bukan membuka program studi yang di Indonesia sudah ada, sehingga
bisa mematikan perguruan tinggi setempat. Hal ini bisa menjadi celah
untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Ketiga, perguruan tinggi asing di Indonesia harus menaati Undang-
Undang Sistem Pendidikan Nasional yang ada, sehingga keberadaannya
tidak semata-mata untuk tujuan komersial. Akan sangat mencelakakan
jika perguruan tinggi asing menjadi pipa-pipa yang menyedot dana
dalam negeri keluar. Namun, regulasi jangan hanya menjadi penampung
kecemasan belaka. Sebab, kecemasan berlebihan menjadikan kita seperti
menunggangi kuda kayu, kita terguncang-guncang tetapi tidak pernah
bergerak ke mana pun.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/