http://www.kompas.com/kompas-cetak/0412/02/daerah/1412487.htm Kamis, 02 Desember 2004
Munas Adat Dayak Meminta Penebangan Liar Diberantas Balikpapan, Kompas - Musyawarah Nasional Dewan Adat Dayak se-Kalimantan yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, menghasilkan 10 butir rekomendasi. Salah satu butir rekomendasi itu adalah mendesak agar pemerintah pusat serius memberantas penebangan liar (illegal logging). Selain merusak hutan adat, penebangan liar telah menimbulkan konflik horizontal di masyarakat serta merusak pola hidup masyarakat Dayak yang sangat tergantung pada kelestarian hutan alam. "Penebangan liar telah menyebabkan masyarakat adat Dayak kehilangan berbagai macam tumbuhan yang sangat diperlukan untuk obat-obatan, bahkan untuk keperluan upacara adat Dayak," kata Yosef Lie Aran, Kepala Adat Dayak Kampung Long Bagun Ilir, Kabupaten Kutai Barat, Kaltim, Selasa (30/11). Musyawarah nasional (munas) tersebut dihadiri sekitar 150 kepala adat, lembaga adat, dan majelis adat Dayak yang berasal dari empat provinsi di Kalimantan. Ketua Dewan Adat Dayak se-Kalimantan Barnabas Sebilang mengatakan, masyarakat Dayak tidak mungkin merusak hutan karena hidup mereka sangat tergantung pada kelestarian hutan. Namun, para penebang liar dengan seenaknya membabat hutan. Ferain Mora, Kepala Adat Dayak Maanyan, Kalimantan Tengah, mengatakan, hutan yang lestari bisa diambil hasilnya, seperti madu, gaharu, tanaman obat-obatan, akar tanaman, rotan, dan getah tanaman tanpa harus merusak kelestarian hutan. "Karena itu kami mendesak agar pemerintah serius menangani penebangan liar. Namun, penertiban penebang liar harus disertai dengan penanganan masalah ekonomi, termasuk lapangan kerja, sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat," kata Yacobus Kumis, Ketua Penasihat Dewan Adat Dayak Pontianak, Kalimantan Barat. Trans Kalimantan Selain mendesak dilakukan pemberantasan penebangan liar, Munas Dewan Adat Dayak se-Kalimantan juga meminta agar pembangunan jalan trans Kalimantan yang menghubungkan empat provinsi di Kalimantan dilanjutkan. Sampai saat ini Kalimantan Barat masih terisolasi dengan tiga provinsi lainnya di Kalimantan. Adapun jalan trans Kalimantan yang sudah ada sebagian rusak berat. Munas juga minta agar pemerintah serius melakukan pembangunan di kawasan perbatasan Indonesia dengan Sabah serta Sarawak, Malaysia. Pada bagian lain Munas Dewan Adat Dayak se-Kalimantan juga mendesak pemerintah pusat agar memberikan porsi yang adil bagi masyarakat Dayak untuk menjadi pegawai negeri sipil maupun anggota Kepolisian Negara RI dan TNI, tanpa mengabaikan kualitas sumber daya manusia saat melakukan seleksi. Munas juga mendesak pemerintah pusat agar serius menangani masalah pendidikan bagi masyarakat di daerah pedalaman. (thy) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

