to: abieZahra, coba u jawab tulisan si Lutfie Sangkuni ini sampai dia
bungkam ini ketimbang cuma ribut ga keruan soal nama.
  bisa gak?




  ----- Original Message -----
  From: antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]>
  To: <[EMAIL PROTECTED]>
  Sent: Friday, December 03, 2004 1:13 AM
  Subject: [ppiindia] sekadar file




  dear all
  semoga milis ini makin dewasa dan toleran.
  pergulatan batin tidak diumbar
  dan kita sungguh mau memajukan NKRI.
  salam dalam renungan














  --------------------------------------------------------

  Dikutip dari:
  Luthfi Assyaukanie.
  Dosen Sejarah Pemikiran Islam
  Universitas Paramadina
  Jakarta



  Sebagian besar kaum Muslim meyakini bahwa Alquran dari halaman
  pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah yang diturunkan
  kepada Nabi Muhammad secara verbatim, baik kata-katanya (lafdhan)
  maupun maknanya (ma' nan). Kaum Muslim juga meyakini bahwa Alquran
  yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis seperti yang ada
  pada masa Nabi lebih dari seribu empat ratus tahun silam.

  Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan
  angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat oleh para ulama
  sebagai bagian dari formalisasi doktrin-doktrin Islam. Hakikat dan
  sejarah penulisan Alquran sendiri sesungguhnya penuh dengan berbagai
  nuansa yang delicate (rumit), dan tidak sunyi dari perdebatan,
  pertentangan, intrik, dan rekayasa.

  Alquran dalam bentuknya yang kita kenal sekarang sebetulnya adalah
  sebuah inovasi yang usianya tak lebih dari 79 tahun. Usia: ini
  didasarkan pada upaya pertama kali kitab suci ini dicetak dengan
  percetakan modern dan menggunakan standar Edisi Mesir pada tahun
  1924. Sebelum itu, Alquran ditulis dalam beragam bentuk tulisan
  tangan (rasm) dengan teknik penandaan bacaan (diacritical marks) dan
  otografi yang bervariasi.

  Hadirnya mesin cetak dan teknik penandaan bukan saja membuat Alquran
  menjadi lebih mudah dibaca dan dipelajari, tapi juga telah
  membakukan beragam versi Alquran yang sebelumnya beredar menjadi
  satu standar bacaan resmi seperti yang kita kenal sekarang.

  Pencetakan Edisi Mesir itu bukanlah yang pertamakali dalam upaya
  standarisasi versi-versi Alquran. Sebelumnya, para khalifah dan
  penguasa Muslim juga turun-tangan melakukan hal yang sama, kerap
  didorong oleh keinginan untuk menyelesaikan konflik-konflik bacaan
  yang muncul akibat beragamanya versi Alquran yang beredar.

  Tapi pencetakan tahun 1924 itu adalah ikhtiyar yang luar biasa,
  karena upaya ini merupakan yang paling berhasil dalam sejarah
  kodifikasi dan pembakuan Alquran sepanjang masa. Terbukti kemudian,
  Alquran Edisi Mesir itu merupakan versi Alquran yang paling banyak
  beredar dan digunakan oleh kaum Muslim.

  Keberhasilan penyebarluasan Alquran Edisi Mesir tak terlepas dari
  unsur kekuasaan. Seperti juga pada masa-masa sebelumnya, kodifikasi
  dan standarisasi Alquran adalah karya institusi yang didukung oleh --
  dan menjadi bagian dari proyek-- penguasa politik. Alasannya
  sederhana, sebagai proyek amal (non-profit), publikasi dan
  penyebaran Alquran tak akan efektif jika tidak didukung oleh lembaga
  yang memiliki dana yang besar.

  Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Saudi Arabia mencetak
  ratusan ribu kopi Alquran sejak tahun 1970-an merupakan bagian dari
  proyek amal yang sekaligus juga merupakan upaya penyuksesan
  standarisasi kitab suci. Kendati tidak seperti Uthman bin Affan yang
  secara terang-terangan memerintahkan membakar seluruh versi (mushaf)
  Alquran yang bukan miliknya (kendati tidak benar-benar berhasil),
  tindakan penguasa Saudi membanjiri pasar Alquran hanya dengan satu
  edisi, menutupi dan perlahan-lahan menyisihkan edisi lain yang diam-
  diam masih beredar (khususnya di wilayah Maroko dan sekitarnya).

  Agaknya, tak lama lagi, di dunia ini hanya ada satu versi Alquran,
  yakni versi yang kita kenal sekarang ini. Dan jika ini benar-benar
  terwujud (entah kapan), maka itulah pertama kali kaum Muslim (baru)
  boleh mendeklarasikan bahwa mereka memiliki satu Alquran yang utuh
  dan seragam.

  Edisi Mesir adalah salah satu dari ratusan versi bacaan Alquran
  (qiraat) yang beredar sepanjang sejarah perkembangan kitab suci ini.
  Edisi itu sendiri merupakan satu versi dari tiga versi bacaan yang
  bertahan hingga zaman modern. Yakni masing-masing, versi Warsh dari
  Nafi yang banyak beredar di Madinah, versi Hafs dari Asim yang
  banyak beredar di Kufah, dan versi al-Duri dari Abu Amr yang banyak
  beredar di Basrah.Edisi Mesir adalah edisi yang menggunakan versi
  Hafs dari Asim.

  Versi bacaan (qiraat) adalah satu jenis pembacaan Alquran. Versi ini
  muncul pada awal-awal sejarah Islam (abad pertama hingga ketiga)
  akibat dari beragamnya cara membaca dan memahami mushaf yang beredar
  pada masa itu. Mushaf adalah istilah lain dari Alquran, yakni
  himpunan atau kumpulan ayat-ayat Allah yang ditulis dan dibukukan.

  Sebelum Uthman bin Affan (w. 35 H), khalifah ketiga, memerintahkan
  satu standarisasi Alquran yang kemudian dikenal dengan "Mushaf
  Uthmani," pada masa itu telah beredar puluhan --kalau bukan ratusan--
   mushaf yang dinisbatkan kepada para sahabat Nabi. Beberapa sahabat
  Nabi memiliki mushafnya sendiri-sendiri yang berbeda satu sama lain,
  baik dalam hal bacaan, susunan ayat dan surah, maupun jumlah ayat
  dan surah.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke