beberapa waktu lalu, ada tayangan mengenai nelayan tradisional indonesia di 
tivi, sangat memprihatinkan sekali, dengan kapalnya yang terlihat sudah tak 
layak pakai, dan pengakuan para nelayan sangat menyayat hati, bagaimana tidak? 
mereka tidak dapat lagi menjaring ikan di pesisir pantai, harus lebih jauh ke 
tengah lautan, berarti memerlukan waktu lebih lama lagi

jangankan kapal yang punya technology sonar dan radar, untuk menyiapkan bekal 
guna mengarungi lautan pun sudah dirasakan sangat berat, karena harus ke laut 
dalam, bekal harus lebih banyak, sedangkan peralatan kapal sangat minim, harus 
membawa batu es, eh kayaknya salah ketik nii, tapi aku males ngedelete, soale 
harus mundur lagi, yaaaa.. maksudnya es batu, kemudian juga, air bersih untuk 
keperluan para nelayan, dan kenyataan, modal yang dikeluarkan tak berselisih 
banyak dengan hasil yang diperoleh selama beberapa hari di tengah laut..

biasanya dalam satu kapal kecil itu, mereka terdiri dari 6-8 orang, otomatis 
hasil yang tak banyak itu pun masih harus dibagi-bagi lagi..

kenapa ya? ikan2 itu malas berenang di pesisir lagi? apakah karena sudah 
terlalu pekat limbah yang terbuang di lautan, ataukah adanya sampah yang 
bertebaran di pantai, ataukah karena adanya para gadis baywatch dengan pakaian 
khasnya, hingga membuat para ikan malu dan menyingkir jauh ke laut dalam, 
karena mereka, para ikan, merasa tak berpakaian.. jadi, malulah dia, 
hoaaaaaaaaa.. ngelantur nii.. emangnya putri duyung..

adakah yang peduli pada kehidupan para nelayan? (semoga ada)

waduh, mohon maaf kalau lah saya berlebihan dalam menuliskan ini..

wassalam..


-----Original Message-----
From: ANDREAS MIHARDJA [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 18 Desember 2004 14:15


Memang perikanan laut penghasilannya tinggi - tetapi jangan lupa hampir 70% 
semua ongkos2 adalah ongkos energie minyak dan 10% dari labor. Jadi kalau kita 
cukup minyak kita boleh bekerja utk kemajuannya.
Lautan Cina selatan sekarang sudah berkurangan kapasitasnya oleh karena technik 
"perampokan" dgn kapal2 fabrik ikan dilaut dan dgn system penangkapan ikan yg 
merusak.
Apakah Indonesia dgn system korupsi dapat melindungi kapasitas perikanan negara 
tanpa menghilangkan penghasilan bagi para nelayan kecil yg tidak memilik 
technology sonar dan radar. Apakah pemerintah sanggup melindungi melayan2 
terhadap bajak laut yg merampok hasil perikanan dan kapal ikannya [ikan buat 
pasar - kapl buat smuggle]
Ahli2 perikanan dari negara Jepang, Taiwan dan Korea sangat maju dan ahli2 
mereka berpengalaman dgn pemerintahan diseluruh dunia perikanan. Apakah 
Indonesia sanggup menghadapi mereka - apakah uang sogok lebih berbicara dari 
science. Perusahaan perikanan dari ketiga negara ini beroperasi dari antartica 
sampai lautan artica dan sanggup bersaing dgn negara perikanan barat?
Ahli2 UN banyak yg tergantung dari ahli2 ketiga negara ini dalam penyelidikan 
kapasitas perikanan - Apakah kapasitas quota yg diperhitungkan tepat ataukah 
tidak masih suatu tanda tanya. { ini selalu harus diperbincangkan dan kita 
selalu harus hati2 dan bersifat tidak percaya.] 
 Memang saya setuju bahwa kapasitas dari perikanan masih belum cukup 
dipergunakan - dan mungkin kita perlukan bantuan technology dari luar negeri - 
tetapi cara bekerjanya bukan dgn diberikan free lance kepada perusahaan asing. 
Inilah satu2nya tempat dimana kita dgn pendidikan bakal dapat membangun dunia 
perikanan sendiri -- Masakah negara ribuan pulau dgn penduduk  keturunan pelaut 
tidak sanggup.
Bantuan technologi harus datang kapital harus datang tetapi pendidikan harus 
kita pula terima dan politik pemerintah disini harus cinta rakyat dan bukan 
cinta duit. Kalau pemerintah memakai ahli2 yg tidak dapat dibeli dan yg cinta 
rakyat mungkin bakal berhasil.
Andreas

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: 

From: "Ambon" 
Date: Sat, 18 Dec 2004 06:54:20 +0100
Subject: Re: [ppiindia] Perdagangan perikanan

Mendorong ekspor ikan, akan seperti halnya dengan penebangan hutan. Kalau 
hutan dicukur, akibatnya bisa dilihat dengan jelas dalam waktu dekat, tetapi 
kalau ikan disedot karena adanya "export drive" akan memakan sedikit waktu 
lebih lama dari pembabatan hutan. Tanpa regulasi quota penangkapan ikan 
berarti penguasa memiskin rakyat.

Contoh yang barangkali perlu pelajari sebelum terlambat:

Dulunya di California itu ikan sardine itu banyaknya bukan main. Ditangkap 
seenaknya saja, akibatnya ikan tsb habis menghilang. mesin pabrik-pabrik 
ikan kaleng menjadi besi tua.

Di Laut Baltik dan Laut Utara juga dulunya kaya dengan ikan. Beberapa  tahun 
belakangan ini hasil penangkapan ikan menurun sekali, untuk mencegah 
habisnya  diadakan regulasi penangkapan ikan, tiap negara mempunyai quota 
penangkpan ikan.

----- Original Message ----- 
From: "arif satria" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, December 18, 2004 5:25 AM
Subject: [ppiindia] Perdagangan perikanan


>
> Ada artikel yang baru dimuat di Republika, semoga bermanfaat. Arif
>
> REPUBLIKA, Sabtu, 18 Desember 2004
> http://www.republika.co.id/ASP/kolom.asp?kat_id=16
>
> Tantangan Perdagangan Perikanan
>
> Arif Satria
> Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB; Mahasiswa Program Doktor 
> di Kagoshima University Jepang
>
>

 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke