Bung Amrah, -----Original Message----- From: Aam [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 24 Desember 2004 10:10 >Apa yang ada rasakan keder kan ?? > nah lhooo yang tidak dipublish aja begitu Anda keder ?? > gimana klo dipublish lewat media, > bukannya kita jadi keder ramai2 ?? > atau semakin banyak yang berpakian begitu kita ketemu dijalan > semakin kita sering keder donkkkkkk ???
Maaf pake pahasa Inggris: you miss the point. Mandi di kampung bareng perempuan an banyak orang lain itu bikin keder saya sebagai orang kota yang merasa lebih maju, lebih berakal lebih modern, lebih top. Padahal mereka yang kita anggap tradisional, konservatif, ortodks dsb, justru lebih santai. Jadi bohong klaim yang mengatakan bahwa tradisi "terbuka" itu aalah infiltrasi budaya barat. Bohong. Itu cuma dalih untuk membenarkan pemaksaan norma agama. Dan selama ini, kaum konservatif (apa Anda termasuk di antaranya) mengidentikan Islam terutama, dengan budaya timur moral bangsa nilai leluhur dsb. Sementara Barat ditaruh di seberang sana sebagai ancaman dan bahaya, sebagai musuh. Budaya Barat dianggap tidakkompatibel dengan islam dan budaya kita. Padahal cerita tentang tradisi baju terbuka dan tidak itu membuktikan bahwa agama Islam, jika dipandang dalam sikap ortodksi, justru bisa bertentangan dengan busaya lama kita. >> Dan apakah mereka mempromosikan budaya luar? >> Justru pandangan yang menajiskan pakaian yang memperlihatkan >> pusar itu didasari budaya luar: Arab, Timur Tengah. >> KArena di timur, bahkan payudara terbuka, hal yang biasa. >Bukan, klo menurut saya itu adalah tuntunan Agama, >dan jaran Nurani. Justru itu. Tuntutan agama itu adalah pertama tafsir, kedua urusannya pribadi. Dan, bisa bertentangan dengan keyakinan lama kita sendiri kok. Jaipongan kan penuh goyang, sementara tafsir agama kaum Taliban --misalnya-- mengharamkan perempuan di panggun (sehingga di Kelantan, malaysia, bahkan Wayang Kulit dan Mak Yong yang kesenian etempat pun dilarang) Dan nurani? Nurani siapa? Salam. ----- Original Message ----- From: "Ging" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]>; <[email protected]> Sent: Friday, December 24, 2004 4:44 AM Subject: Re: [ppiindia] Gadis Arivia: "Pusar SBY Memang Tidak Menarik Untuk Dipertontonkan" > > Bukan cuma Gadis Arivia yang berpendapat begitu. > Banyak sekalian yang lainnya. Juga saya. > Dan bahkan kendati Satrio benar (tapi pasti tidak benar > karena dia mengatakan "sudah pasti") kalangan agama, > pengamat media, kaum ibu, orang tua, itu tak berarti ucapan SBY benar. > > Pandangan SBY didasari oleh pikiran kaum llelaki yang merasa menjadi > penentu hidup perempuan dan orang tua yang merasa jadi penentu hidup > anak-anak: patriarki. bahwa kalau ada perkosaan, itu dosa perempuan > karena menyingkapkan bajunya, dan pemerkosanya melakukan itu hanya > karena tergoda setan. (Padahal banyak perkosaan juga dilakukan terhadap > kalangan yang bajunya tak terbuka di bagian pusar. > Bahkan di Afghanistan, perkosaan juga tgerjadi pada > perempuan yang bajunya tak terbuka di bagian mata sekalipun. > > Apakah moral bangsa dan kemuliaan perempuan ditentukan > dari seberapa banyak mereka memakai baju terbuka? > Hm. Buka statistik deh, soal itu. > Baju seperti itu bertentangan dengan budaya bangsa? > Ha ha! Pergilah ke kampung, dan lihat bagaimana perempuan > cuma memakai kutang --lebih-lebih lagi hingga 15 tahun lalu. > mandi di pancuran bahkan di sungai bersama lelaki -- > saya pernah mengalaminya dan keder sendiri. > Dan apakah mereka mempromosikan budaya luar? > Justru pandangan yang menajiskan pakaian yang memperlihatkan > pusar itu didasari budaya luar: Arab, Timur Tengah. > KArena di timur, bahkan payudara terbuka, hal yang biasa. > > Dewasalah. ************************************************************************ *** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc ************************************************************************ *** ________________________________________________________________________ __ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [email protected] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [email protected] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

