judul tulisan diatas memang tepat sekali, karena secara kasat mata kita semua tahu SBY & KALA menghadapi dilematik dengan keputusan kontroversinya menaikan harga BBM sehingga mendulang demo dan protes hampir disemua wilayah indonesia, untuk itulah team suksesnya melakukan manuver dengan pernyataan SBY tentang SEX "pusar perempuannya sby" pernyataan tersebut sedikitnya bisa meredam sorotan masyarakat terhadap gejolak harga BBM yang sudah pasti akan diikuti kenaikan harga sembako dll. inilah akibat yang harus ditanggung rakyat miskin indonesia yang karena kebodohannya telah terjebak dalam kesalahan melakukan pilihan dalam pemilu & pilpres secara langsung kemarin hanya karena kecerdikan jurkam SBY & KALA mengarah kaum muda kita yang gandrung pada sosok SBY saja. mereka tidak tahu siapa dibalik pemerintahan SBY&KALA kelak mengarahkan indonesia kemana...?! toch rakyat kecil juga yang kian menderita dengan kebijakan-2nya yang belum habis 100 hari sudah menambah angka kemiskinan kian meningkat pesat, apakah ini yang diinginkan kita semua..?! salam...........
Eko Bambang Subiyantoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-265%7CX Kamis, 23 Desember 2004 Pemerintahan Yang Gagal Selalu Mengandalkan Persoalan Seksualitas Jurnalis : Eko Bambang S Jurnalperempuan.com-Jakarta. �Saya ingin mulai dari pernyataanya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang tali pusar perempuan,� begitu kata Gadis Arivia, Board Of Director Yayasan Jurnal Perempuan ketika memulai pembicaraan. Gadis menanggapi bahwa pemerintahan sekarang, melalui program kerjanya yang cukup serius yang menyatakan keprihatinannya soal tali pusar perempuan yang diperlihatkan di TV adalah sebuah tanda-tanda bahwa kabinet ini telah kehilangan akal untuk mengerjakan program kerjanya. Tetapi Gadis tidak terlalu heran karena ketika pemerintah ini kehilangan akal, maka rencana selanjutnya memang akan memasuki ruang privat, ruang individu dan wilayah tubuh perempuan. �Biasanya pemerintahannya yang gagal selalu akan mengandalkan persoalan seksualitas, karena persoalan seksualitas adalah persoalan yang lebih tidak terukur kinerjanya dan lebih mudah untuk mendapatkan kelompok-kelompk tertentu terutama kelompok-kelompok konservatif, � ujar Gadis. Gadis juga memprihatinkan pernyataan SBY yang juga akan mempercepat RUU Pornografi dan Pornoaksi. Padahal menurut Gadis, ada RUU yang jauh lebih penting disahkan yaitu RUU Trafiking daripada RUU Pornografi dan Pornoaksi. Pernyataan Gadis ini terungkap dalam acara peluncuran Jurnal Perempuan edisi 38 Tentang Pornografi di QB World Book Plasa Semanggi, Rabu (22/12/04). Selain Gadis, diskusi yang juga menandai peringatan Hari ibu ini menghadirkan pula Debra H.Yatim dari Komseni dan Andreas Harsono dari Majalah Pantau. Acara yang berlangsung cukup singkat dan padat ini diakhiri dengan pembacaan cerpen oleh Djenar Maesa Ayu dan Agus Noor. Pernyataan Gadis diatas, hampir senada dengan pendapat Andreas Harsono. �Kalau SBY mau ngomong untuk menaikkan angka lapangan kerja itu akan lebih susah daripada mau ngomong pornografi atau ngomong pusar,� kata Andreas. Menurut Andreas, ada banyak cara pandang untuk menganalisis masalah sosial, seperti sex, etnis, agama dan kelas. �Pemerintah sepertinya ingin membuatnya lebih sederhana. Semua persoalan tersebut dialihkan kepada masalah sex yang lebih gampang, daripada menyelesaikan masalah dengan analisis lainnya, seperti masalah Aceh. Aceh sampai sekarang tidak mudah untuk diselesaikan sejak tahun 50 an, atau melihat masalah di Poso sejak PRRI Permesta tahun 57-58 atau juga Maluku yang sampai hari ini belum selesai dan darah masih belum berhenti mengalir,� ujar Andreas. Menurut Andreas, �Kalau kita bisa cara pornografi, kita akan bicara media. Tanpa media tidak ada pornografi. Ketika mesin cetak ditemukan, disaat itu juga ditemukan pornografi. Sebelum ada produksi massal tentang tulisan, komik-komik porno atau apapun, itu juga belum ada pornografi. Yang ada hanya di candi-candi waktu itu, dan itu tidak dianggap porno karena distribusinya tidak ada. Orang akan melihat itu setelah dia datang ke candi itu. Kemudian muncul radio, muncul foto, teveisi dan VCD, DVD dan seterusnya, yang mengakibatkan pornografi semakin marak,� kata Andreas. Untuk itu menurut Andreas, cara untuk mengontrol pornografi, itu cukup mengontrol media. *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [email protected] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links --------------------------------- Do you Yahoo!? Send a seasonal email greeting and help others. Do good. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [email protected] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

