Dari Milis Tetangga

----- Original Message ----- 
From: lin_zonghe 
Sent: Saturday, January 15, 2005 1:16 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Relawan Malaysia terpaksa menyogok tentara 
Indonesia



Mungkin tentara asing tidak boleh ada pada saat pembagian rejeki?

FWD dari list lain:

>From The Tsunami Zone! Suara Aceh 99 FM.

Bagaimana ini?  Aceh sudah balik ke tahun Nol, mayat-mayat saja belum
terkubur semua, genangan air masih dimana-mana, puing/sampah jangan
dihitung, kemanapun kita berjalan segerombolan anak kecil menggelayuti
kita dengan wajah melas merengek : "Abang punya Kue, Bang? Kakak punya
Kue?  Minta kue lah".  Nah, Aceh balik ke tahun Nol Kan?  Tapi para
petinggi negara ini  sudah sibuk main politik, ada yang mematok waktu
kerja dari militer asing, ada yang mempermasalahkan bantuan asing, ada
yang duduk di caf� bertanya" "ngapain tentara asing di Aceh?", ada
yang sambil cengengesan dengan cerutu dibibir berkomentar 
menghawatirkan  adanya kapal asing di perairan Indonesia.



Saya dan teman-teman PRSSNI yang sudah lebur dengan bau mayat busuk
disini, di Aceh mau menghimbau lewat email yang biasanya jadi berantai
ini:  "Datang lah ke Aceh dan lihat sendiri kondisinya, nilai sendiri
apa bisa dipatok hitungan bulan, dan bantu angkat satu mayat saja yang
pasti sudah mretel kalau disentuh,  lalu coba bicara dengan rakyat
Aceh asli yang tidak punya saudara di Jakarta". "Tanyakan mereka apa
mereka peduli siapa yang bawa mie instant dan kue kaleng itu?" Mereka
cuma ingin kepastian apakah mereka akan `survive' di tanah mereka sendiri.



Rasa kebangsaan dan harga diri. Apa tepat berbicara mengenai itu pada
saat seperti ini? Harga diri yang mana? Menerima bantuan orang lain
untuk Rakyat yang sudah demikian terpuruk, apa kehilangan harga diri?
Mengakui bahwa kita tidak mampu menanggulangi  bencana ini karena
skalanya yang begitu maha dahsyat, apa kehilangan  harga diri? Menjadi
negara yang paling corrupt itu baru hilang harga diri. Menjadi Negara
yang paling tidak aman, itu baru hilang harga diri. Dianggap sebagai
negara yang paling tidak punya kepastian hukum, itu juga kehilangan
harga diri.



"Bang ada, kue bang? Minta kuenya lah".  Kue lebih laku daripada duit
di sini. Kalau anak-anak di aceh sebagai generasi penerus bangsa ini,
soal kue saja belum happy, jangan bicara soal harga diri lah! Bantu
Aceh dan tak usah berpolitik!





Salam,

Candi Sinaga

PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Sawata Nasional Indonesia)

>From The Tsunami Zone

Suara Aceh 99 FM

Banda Aceh



Telp:

06517410682
08161315644

--- In [EMAIL PROTECTED], "Shinjai Hayashi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Aceh - M'sian volunteers forced to bribe their way through
> Arfa'eza A Aziz
> Jan 13, 05 2:48pm
> http://www.malaysiakini.com/news/32801
> 
> A team of Malaysian volunteers was forced to bribe its
> way through a military check point at the Medan-Aceh
> border yesterday during its journey to deliver
> medicine and other supplies to the tsunami victims.
> 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke