Itulah karakter kita.....pemerintah belum menuduh apa-apa tapi kita sudah 
bawa-bawa pemerintah. Pak Hidayat yang menuduh, tapi kita mengatakan pemerintah 
yang menuduh. TABAYYUN PLEASE!!!!

BUD'S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Sedikit tambahan,

Secara logika bagaimana caranya bisa mengeluarkan 300 anak2 tanpa diketahui ??? 
itu bukan kerjaan yang mudah. Mau lewat jalur mana ??? dari Bandara yang di 
Aceh ??? ramai dengan orang2  ( Pak. Alwi ada disana kok ). mau pake jalan 
darat ??? untuk orang sebanyak gitu diperlukan minimum 6 bus seukuran Bus kota. 
Apakah iring2an ini tidak terlihat sepanjang jalan ???

Versi pemerintah sudah mengatakan tidak ada, walaupun begitu agak masyarakat 
tenang pemerintah meminta Polri mengusut hal ini, tapi Pak. Dien dan Pak. HNW 
masih ngotot mengatakan ada.

Ada baiknya kita tunggu saja, hasilnya agar semua pihak " TERPUASKAN"

ps: coba sekali lagi baca Posting2 saudara Ambon tentang masalah ini

salam

budiman
  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, January 20, 2005 1:25 PM
  Subject: Re: [ppiindia] Re: Pemerintah Harus Kembalikan Anak Aceh yang Dibawa 
Lari ke AS


                                                                                
              
                      "marthajan04"                                             
              
                      <[EMAIL PROTECTED]       To:     [email protected] 
                  
                      ahoo.com>            cc:                                  
              
                                           Subject:     [ppiindia] Re: 
Pemerintah Harus       
                      01/20/2005            Kembalikan Anak Aceh yang Dibawa 
Lari ke AS       
                      11:54 AM                                                  
              
                      Please respond                                            
              
                      to ppiindia                                               
              
                                                                                
              
                                                                                
              




  Ini persoalan serius. Anak2 yatim-piatu butuh perlindungan, butuh ada
  yang ngurus. Ini terjadi di Indonesia, di ujung pulau Sumatra. Lebih
  dekat dengan Jakarta daripada Washington. Lebih dulu diketahui oleh
  Jakarta daripada Washington.
  Lalu yang jadi pertanyaan : Kenapa keduluan oleh orang2 dari
  Washington yang jauh itu?
  Setelah sebelumnya enggak ada yang peduli, sekarang seperti kebakaran
  jenggot.
  ==> Masa sih, se-indonesia ngga ada yg peduli ? mungkin perlu di ralat
  kembali kalimat anda marthajan04 " setelah sebelumnya ngga ada yg peduli ",
  karena yg saya tau, pemerintah dan masyarat indonesia begitu peduli, mau
  bukti ? lihat saja di televisi, atau datang langsung. Betapa banyak
  masyarakat berlomba2 menyisihkan harta dan tenaga mereka, baik perorangan
  maupun kelompok.
  Mari kita hargai juga usaha Pemerintah dan para relawan lokal. Harus kita
  maklumi kondisi lapangan yg luar biasa sulit dgn peralatan yg kurang
  memadai.
  Kita keduluan org2 washington itu ? saya rasa tidak. Begitu terjadi
  bencana, pemerintah dan masyarakat segera ambil tindakan, namun tentu saja
  pemerintah bertindak dgn koordinasi yg matang dgn segala keterbatasan
  fasilitas yg dimiliki, agar tetap sasaran. Kan kita semua tau, bahwa
  pemerintah daerah aceh, TNI, dan Polri aceh juga menjadi korban, akses
  menuju kesana juga sulit, jd saat itu belum optimal betul.
  Pemerintah dan relawan belum memfokuskan diri thd pengurusan anak yatim,
  karena mereka lebih fokus thd penyelamatan para korban yg selamat untuk
  diungsikan dan evakuasi mayat.
  Baru nanti didata dipengungsian, untuk kemudian di pertemukan ke kerabat yg
  selamat atau kerabat yg ada diluar aceh. Apa anda lihat kalau anak2 yatim
  itu ditelantarkan di pengungsian? toh seandainya kebutuhan mereka belum
  terpenuhi sepenuhnya, itu semata2 karena terbatasnya tenaga dan fasilitas,
  tp hal itu tdk akan lama, dan kesemuanya butuh waktu dan perencanaan.
  Jika memang ada anak yg tdk memiliki kerabat sama sekali, maka pemerintah
  sendiri yg akan mengasuhnya. Dan jika ada yg ingin mengadopsinya, ada
  aturannya, dan tdk sembarang org bisa punya hak asuh. Asal usul dan ekonomi
  keluarga yg menampungnya jg harus diperhatikan, jgn sampai kebutuhan anak
  tsb tdk tercukupi scr layak, dan menjadi beban buat pengadopsi.
  Beda dgn misi worldhelp, mereka cepat tanggap karena mereka datang dgn misi
  khusus, yaitu ingin mengambil anak itu.
  Apa anda mau, ketika anda tertimpa musibah, lalu ada org asing yg datang
  dan mengambil anak itu begitu saja ? kalau saya pribadi, saya akan berkata
  " memangnya kami ngga sanggup urus anak kami sendiri, jgn memancing di air
  keruh deh. Kalau mau bantu, silakan, kami terima dgn sukacita. Tp kalau ada
  motiv lain, nanti dulu." <==

  Pikir dulu dalam2, hilangkan prejudice, dan pikirkan hanya
  untuk keuntungan anak2 itu saja, jangan untuk gengsi kalian.
  ==> Worldhelp punya misi khusus, dan worldhelp sudah punya rencana
  pengambilan anak2 tsb. Berbeda dgn relawan asing lainnya yg sengaja datang
  murni untuk membantu. Apa akan dibiarkan begitu saja?<==

  Lalu setelah kalian berhasil mengambil kembali mereka, yakinkah kalian
  bisa mengurus mereka dengan baik?
  ==> Apa anda juga yakin kalau worldhelp bisa mengurus anak2 itu dgn baik ?
  Saya yakin anak2 lebih memilih tinggal di negaranya, bersama kerabatnya dan
  lingkungan yg tdk asing bagi mereka, meski hidup sederhana.<==
  ==> salam, Rahman <==

  --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
  >
  > Mas Abie Zahra,
  > Lalu hubungan kasus Worldhelp sama Abu bakar Ba'asyir apa ya ?
  > Kalau seandainya pemerintah memang menuduh Abu Bakar Ba'asyir
  teroris
  > karena desakan asing, lalu apa berarti pemerintah juga asal tuduh
  soal
  > Worldhelp ?.
  > Setidaknya tindakan pemerintah saat ini membuktikan bahwa
  pemerintah memang
  > serius menangani masalah aceh, jgn sampai kita menunggu kejadian
  itu benar2
  > terjadi, baru ambil tindakan, karena hasilnya akan tidak maksimal.
  > Meskipun anak tsb masih ada di medan atau jakarta, dan bukan berada
  diluar
  > indonesia, tp kalau di tampung oleh Worldhelp / lembaga lokal
  indonesia yg
  > dipercayakan oleh worldhelp, apa itu tdk sama berbahayanya ?.
  Bukankah tdk
  > mungkin anak2 tsb akan dipindahkan oleh Worldhelp setelah
  keadaan 'aman'.
  > Makanya pemerintah dan lembaga2 yg peduli dgn masalah aceh ini cepat
  > bereaksi,. Lebih baik mencegah ketika mendapat informasi, daripada
  > 'kecolongan' baru bereaksi.
  > Jd kita jg jgn salahkan mereka ( pemerintah RI dan lembaga2
  masyarakat )
  > karena bertindak cepat.
  >
  > salam,
  > Rahman
  >
  >

  >                     abie
  zahra
  >                     <[EMAIL PROTECTED]       To:
  [email protected]
  >                     oo.com>
  cc:
  >                                          Subject:     Re:
  [ppiindia] Pemerintah Harus
  >                     01/19/2005            Kembalikan Anak Aceh yang
  Dibawa Lari ke AS
  >                     07:49
  AM
  >                     Please
  respond
  >                     to
  ppiindia
  >

  >
  >
  > [EMAIL PROTECTED] wrote:
  >
  > Saya rasa pemerintah Indonesia tidak sembarangan menuduh.
  >
  > >
  > Waduuuhhhh.....mas kayak gak tau pemerintah kita aja, buktinya Abu
  Bakar
  > Ba'asyir.
  >
  > WordHelp memang berencana mengadopsi 300 anak Aceh, tapi anak tsb
  belum
  > keluar dari Indonesia, tapi masih ditampung di Medan. Kita harus
  > menempatkan kasus secara proporsional.
  >



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke